Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya?

Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya?

FortunaNetworks.Com | Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika...

Ada sekelumit kisah nyata yang pernah terjadi pada sebagian bangsa ini yang mungkin kita telah lupa. Dan sayangnya, peristiwa yang penuh dengan pelajaran ini sama sekali tidak disinggung-singgung sedikit pun di dalam buku pelajaran di sekolah. Kita dan anak-anak kita tidak pernah tahu jika ada suatu Desa yang penduduknya nyaris sama dengan kaum Sodom-Gomorah, senang bermaksiat, yang terkubur seluruhnya dalam satu malam hingga tidak bersisa. Satu Desa bersama seluruh penduduknya lenyap dalam satu malam tertutup puncak sebuah Gunung yang berada agak jauh dari lokasi desa itu.
READ MORE

Pondok Pesantren Konsep Pendidikan Asli Kepulauan Nusantara



<img src="Desa Legetang.jpg" alt=" Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya? ">

Inilah kisah tentang Dukuh (Desa/Kampung) Legetang, yang masuk dalam wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah. Banjarnegara adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya namanya juga Banjarnegara. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di Utara, Kabupaten Wonosobo di Timur, Kabupaten Kebumen di Selatan, dan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di Barat.

Kejadiannya di tahun 1955.Pada saat itu, Dukuh Legetang yang terletak di Desa Pekasiran,Kecamatan Batur, Banjarnegara, merupakan sebuah dukuh yang makmur. Berbagai kesuksesan di bidang pertanian menghiasi kehidupan dukuh (desa) itu. Penduduknya cukup makmur dan kebanyakan para petani yang cukup sukses. Mereka bertani sayur-sayuran, kentang, wortel(
carrot), kobis, dan sebagainya.

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi Dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualiti buah-buahan dan sayur-sayuran yang dihasilkan juga lebih baik dari yang lain.

Namun bukannya mereka bersyukur kepada Allah Ta'ala yang memberi mereka rezeki yang berlimpah-ruah tersebut. Dengan segala kenikmatan ini mereka malah banyak melakukan kemaksiatan. Barangkali ini yang dinamakan “istidraj” atau disesatkan Allah SWT,dengan cara diberi rezeki yang banyak namun orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan.

Masyarakat Dukuh Legetang umumnya ahli maksiat. Perjudian di Dukuh ini merajalela, begitu pula minum-minuman keras. Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger, sebuah kesenian tradisional yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering  berujung kepada perzinaan. Ada juga anak yang malah melakukan kemaksiatan bersama ibunya sendiri. Beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh ini.

<img src="Desa Legetang.jpg" alt=" Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya? ">

READ MORE

Misteri Kisah Lelaki Ghaib Wariskan Ratusan Ribu Ringgit Kepada 'Pakcik Pencen Bomba'
Misteri Kisah Wanita Muda Mengandung Muncul Di Pintu Rumah 'Pakcik Pencen Bomba'
 Pada suatu malam, 17 April 1955, turun hujan yang amat lebat di dukuh itu. Tapi masyarakat Dukuh Legetang masih saja tenggelam dalam kemaksiatan. Barulah pada tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti sebuah bom besar dijatuhkan disana, atau seperti suara benda yang teramat berat jatuh. Suara itu terdengar sampai ke desa-desa tetangganya. Namun malam itu tidak ada satu pun yang berani keluar kerana selain suasana teramat gelap, jalanan pun sangat licin.

Pada pagi harinya, masyarakat yang ada di sekitar Dukuh Legetang yang penasaran dengan suara yang amat keras itu barulah keluar rumah dan ingin memeriksa bunyi apakah itu yang terdengar amat Cumiakkan( Memekakan) telinga tadi malam. Mereka sangat kaget ketika di kejauhan terlihat puncak Gunung Pengamun-amun sudah terbelah,"rompal".
(Jawa;. Terbelah) Dan mereka lebih kaget bukan kepalang ketika melihat Dukuh Legetang sudah tertimbun tanah dari irisan puncak gunung tersebut. Bukan saja tertimbun tapi sudah berubah menjadi sebuah bukit, dengan mengubur seluruh Dukuh beserta warganya.

Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah, kini sudah menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya mati.

Gegerlah Kawasan Dieng…

Seperti diceritakan oleh salah satu saksi hidup peristiwa ini, Toyib (71) ‘’Suara ‘guntur ’-nya (sebutan longsor di daerah setempat) itu sampai terdengar ke rumah saya. Padahal, rumah saya Desa Kepakisan,’’ kisah Toyib yang saat peristiwa itu berusia 11 tahun.Lanjut Toyib, akan tetapi kerana gelapnya malam dan hawa dingin menusuk tulang, membuat warga yang mendengar suara mengejutkan itu tidak berani keluar rumah untuk memeriksanya.

Baru esok paginya diketahui, ternyata suara itu berasal dari longsoran lereng sisi tenggara Gunung Pengamun-amun yang tepat menimpa Dukuh Legetang. Dari kejauhan terlihat puncak Gunung Pengamun-amun sudah ‘rompal’ (Jawa;Terbelah).

Bukan saja tertimpa tapi juga berubah menjadi sebuah bukit yang mengubur seluruh dukuh beserta warganya. Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah, kini berubah menjadi gundukan tanah menyerupai bukit.

<img src="Desa Legetang.jpg" alt=" Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya? ">
 Menyadari peristiwa itu, sontak masyarakat di sekitar Dukuh Legetang terkejut. Kemudian banyak yang berteriak ‘Legetang guntur !’, situasi saat itu menjadi ramai dan membuat masyarakat berbondong-bondong untuk melihat lokasi kejadian.

‘’Walaupun dusun yang lain juga hampir sama, tapi Dukuh Legetang sudah terlalu parah, terutama maksiat-maksiat masalah seks bebas,’’ kata Toyib.

Dari 351 korban jiwa, terdapat 19 orang yang berasal dari luar Dukuh Legetang. Sementara itu, masih ada dua orang warga asli Legetang yang selamat dari bencana tersebut.

‘’Yang hidup cuma disisakan dua orang sama Allah SWT, itu perempuan semua.Mungkin disisakan dua orang biar untuk sejarah keadaan desa sini, tapi sekarang sudah meninggal,’’ imbuhnya.
Masyarakat sekitar terheran-heran. Seandainya Gunung Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu pasti hanya akan menimpa lokasi di bawahnya. Akan tetapi kejadian ini jelas bukan longsornya gunung.

Antara Dukuh Legetang dan Gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan jurang, yang sampai sekarang masih ada. Namun sungai dan jurang itu sama sekali tidak terkena longsoran. Jadi kesimpulannya, potongan gunung itu malam tadi terangkat dan jatuh menimpa Dukuh Legetang.

Siapa yang mampu mengangkat separoh Gunung itu kalau bukan Allah
Yang Maha Kuasa?

Quote:
Dan apabila gunung-gunung diterbangkan,” (QS. at-Takwir: 3).

Untuk memperingati kejadian itu, pemerintah setempat mendirikan sebuah tugu yang hari ini masih bisa dilihat siapa pun.

Ditugu tersebut ditulis dengan plat logam:
Quote:


“TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG
SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955″

<img src="Desa Legetang.jpg" alt=" Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya? ">
 Salah seorang saksi tragedi Legetang, Suhuri warga Pekasiran RT 03/04 yang kini berusia sekitar 72 tahun mengatakan, musibah terjadi malam hari pukul 23.00 saat musim hujan. ”Saya dan beberapa teman malam itu tidur di Masjid. Saya baru dengar kabar Gunung Pengamunamun longsor jam tiga pagi,” katanya.

Suhuri mengaku lemas seketika begitu mendengar khabar tersebut, karena abang kandungnya, Ahmad Ahyar, bersama istri dan 6 anaknya tinggal di dusun Legetang. Namun Suhuri maupun keluarganya dan warga lain tak berani langsung ke dusun yang berjarak sekitar 800 meter dari pusat desa Pekasiran, kerana beredar khabar tanah dari lereng Gunung Pengamun-Amun masih terus bergerak.

Lenyapnya Desa Legetang dan penghuninya juga menyimpan misteri, kerana Suhuri dan beberapa warga Desa Pekasiran lain seusianya yang kini masih hidup mengatakan, antara kaki gunung sampai perbatasan kawasan pemukiman di dusun itu sama sekali tidak tertimbun, padahal jaraknya beberapa ratus meter.

”Longsoran tanah itu seperti terbang dari lereng gunung dan jatuh tepat di pemukiman. Sangat aneh”, kata Suhuri sembari menjelaskan, gejala lereng gunung akan longsor sudah diketahui 70 hari sebelum kejadian.
Para pencari rumput makanan ternak dan kayu bakar untuk mengasap tembakau rajangan di samping untuk memasak, melihat ada retakan memanjang dan cukup dalam di tempat itu. Tapi tanda-tanda tadi tak membuat orang waspada, meski sering jadi bahan obrolan di Legetang. Orang baru menghubung-hubungkan soal retakan di gunung itu setelah
Legetang kiamat,” katanya.

<img src="Desa Legetang.jpg" alt=" Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya? ">
Waktu itu semua orang tercengang dan suasana mencekam melihat seluruh kawasan Dusun Legetang terkubur longsoran tanah. Tak ada sedikit pun bagian rumah yang kelihatan. Tanda-tanda kehidupan penghuninya juga tak ada, kenang Suhuri.

Sungguh kisah tenggelamnya Dukuh Legetang ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa azab Allah SWT, yang seketika itu tak hanya terjadi di masa lampau, di masa para Nabi, tetapi azab itu pun bisa menimpa kita di zaman ini. Bahwa sangat mudah bagi
Allah SWT,untuk mengazab manusia-manusia zalim dan durjana dalam hitungan detik.

Andaikan di muka bumi ini tak ada lagi hamba-hamba-NYa yang bermunajat di tengah malam menghiba ampunan-Nya, mungkin dunia ini sudah kiamat.

Jika Anda dari Daerah Dieng menuju ke arah (bekas) dukuh Legatang maka akan melewati sebuah desa bernama Pakisan. Sepanjang jalan itu Anda mungkin akan heran melihat wanita-wanitanya banyak yang memakai jilbab panjang dan atau cadar. Memang sejak dulu
masyarakat Pakisan itu masyarakat yang agamis (taat beragama), bertolak belakang dengan Dukuh Legetang, tetangga desanya yang penuh dengan kemaksiatan.

Ketika kajian triwulan Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jamaah Kabupaten Banjarnegara bertempat di Pakisan, maka masyarakat Pakisan berduyun-duyun ke Masjid untuk mendengarkan kajian dari Ustadz Muhammad As Sewed.
Ya, hampir semua masyarakat Pakisan aktif mengikuti kajian dan da’wah.
Alhamdulillah.Wallahu a’lam bisshawab.
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser