#HorrorHitters;TEMAN HILANG SAAT MENDAKI GUNUNG

 #HorrorHitters;TEMAN HILANG SAAT MENDAKI GUNUNG

FORTUNA NETWORKS.COM | Sahabat Hitters yang sering naik-mendaki gunung mungkin pernah mengalami kejadian yang sama, tapi endingnya mungkin berbeda. Tapi tetaplah berharap untuk tidak pernah mengalaminya, rasanya tidak enak sangat kalau diingat-ingat.

Saat itu saya dan bersama-sama teman SMA (Sekolah Menegah Atas/ Setingkat SPM-Malaysia) mencoba pengalaman baru mendaki salah satu gunung di Jawa Timur. Maaf saya tidak sebutkan nama gunungnya, agar tidak dianggap memberi citra negatif terhadap gunung tersebut. Hingga hari ini saya masih trauma dengan gunung tersebut, ada perasaan takut "kualat" bila dalam sharing kisah ini saya sebut nama gunungnya. Ini bulu kuduk( bulu roma) masih merinding ketika menulis postingan ini.

   ALSO READ;

Misteri Rahasia Luar Biasa Wujudnya Relief Wanita Di Obor Api Tugu Monas Jakarta
Keajaiban Fenomena Cincin Raksasa Muncul di Atas Gunung Slamet Dan Tragedi Longsor Banjarnegara
Tahukah Anda,Apa Fungsi Riverts Pada Celana Jeans Anda?




Saya berangkat berlima, sebutlah nama teman-teman saya si A, si B, si C dan si D. Sekali lagi maaf saya juga tak bisa sebut nama teman-teman saya demi menghormati salah satu dari mereka yang ketika kejadian 25 tahum lalu tiba-tiba hilang tanpa jejak di gunung tersebut.


Sebelum memulai pendakian seperti biasa kami mengurus surat izin mendaki gunung yang diwajibkan, baik izin adminstrasi kepada pihak berwenang mahupun izin spiritual kepada Mbah Juru Kunci Gunung tersebut. Kami berlima telah sepakat untuk mentaati segala peraturan yang ditetapkan agar perjalanan lancar dan dimudahkan tanpa gangguan dari kaum yang "menghuni" dan "berkuasa" di gunung tersebut.

Selanjutnya kami juga memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan kami masing-masing. Hal ini biasanya bisa menambah rasa tenteram dan percaya diri kami. Namun entah mengapa setelah berdoa, saya menjadi satu-satunya anggota rombongan yang merasa gelisah. Ada rasa ragu dan cemas, seolah-olah ada suara di telinga yang mengatakan "Jangan lanjutkan Rully...". Duh... saya jadi merinding lagi kalau ingat suara itu.

Di dorong oleh rasa gengsi takut dikatakan pengecut oleh teman-teman, maka saya berpura-pura untuk tenang,rileks, meskipun suara itu terus berdesah di telinga saya... "Jangan lanjutkan Rully...".

Yang paling membuat saya makin gugup dan stres ketika itu, suara tersebut terdengar makin jelas dan makin keras ketika kami semakin tinggi mendaki. Sangat mengganggu fikiran dan perasaan, tapi kerana teman-teman saya lihat tetap semangat jadi saya juga tetap berusaha menyembunyikan rasa takut saya.

Sebagai gambaran, situasi setelah pendakian selama 4 jam sebenarnya tidak berkabut. Tapi pemandangan terasa ganjil, saya mulai curiga ketika saya tidak lagi mendengar suara burung dan serangga. Seolah-olah alam tiba-tiba berdiam diri, bahkan dedaunan pepohonan di sekitar kami saya lihat tidak ada yang bergerak satu helai pun. Teman-teman saya tidak ada yg mencermatinya apalagi curiga, mereka tetap bercanda saling mengolok-olok gaya anak remaja, tanpa mereka sadari bahwa hanya suara mereka sendiri saja yang terdengar di tengah hutan gunung yang sangat luas.

Saya sangat cemas dan takut, herannya saya tidak merasa lelah sedikitpun. Rasa ketakutan saya telah mengalahkan rasa lelah yang seharusnya mendera setelah berjalan mendaki 4 jam nonstop. Bahkan saya tidak haus sedikitpun, demikian pula teman-teman saya seperti memiliki energi extra yang luar biasa, tidak ada rasa lelah, tidak ada rasa haus. Seperti ada kekuatan luar biasa yang mendorong kami dari bawah dan menarik kami dari atas. Lagi-lagi saya merinding bila mengingatnya...

Akhirnya tiba saatnya saya tidak tahan lagi dengan rasa takut ini, saya tidak tahan dengan suara yang makin kencang di telinga saya yang meminta saya untuk tidak melanjukan. "Jangan lanjutkan Rully..., Jangan lanjutkan Rully..." terus berulang-ulang bikin saya ingin muntah ketika itu. Saya teriak... "STOP...!! aduh... gue capek nih..."

Seketika itu juga teman-teman menghentikan langkah mereka dan seketika itu juga suara tadi hilang.... dan itu membuat saya merasa lega, bahkan beban ransel di punggung pun tiba-tiba terasa ringan, seperti tinggal separuh beban, seperti ada yg "terlepas" dari punggung saya.

Namun saya rasa lega dan tenteram itu tidak lama... bak disambar petir... persis di depan saya baru saya sadari ada masalah besar... Saya baru sadar jumlah teman saya telah berkurang satu orang.... Ya,ampun.... Dari tadi kami tidak menyadarinya, kami tadi berjalan penuh semangat, penuh tenaga, tapi kami tidak menyadari bahwa satu peristiwa buruk telah terjadi.

Saya mulai panik... rasa takut mulai berganti rasa marah. Rasa penasaran bercampur kesal kerana merasa kecolongan. Kami tidak sadar bila dan dimana jumlah kami mulai berkurang satu. Rasanya seperti ada yang mencuri tanpa ketahuan bila dan dimana peristiwanya.

Untuk meyakinkan diri bahwa ini bukan mimpi, saya coba menghitung jumlah; "satu kamu...dua kamu...tiga...EMPAT..." Saya hitung berulangkali "satu kamu...dua kamu... tiga... EMPAT...!!" sampai hampir menangis (atau sudah menangis...entahlah...) namun jumlahnya tetap kurang satu...!!"

Akhirnya di tengah rasa panik dan marah, saya mulai sadar bahwa saya harus diam agar bisa menjernihkan fikiran..... suasana kembali hening.

Di tengah suana yang mulai hening... tiba-tiba suara itu muncul lagi... kali ini agak lirih... "Hitung Rully..." seolah-olah memerintahkan saya untuk menghitung lagi. Saya sadar tidak ada gunanya lagi saya berhitung, satu orang tidak bersama kami, entah dimana... apakah masih hidup..?? Entah lah...

Seperti dikendalikan oleh suara itu, saya mulai menghitung lagi; "Kamu satu...kamu dua...tiga...EMPAT..." jumlah kami tetap tidak berubah... hanya EMPAT...!! Dan suara itu makin keras berbisik.."Hitung Rully...Hitung Rully..." Akhirnya saya teriak marah... "Hitung APA LAGI...??!!"  Tak kuasa menahan emosi.

Suara tadi tetap berbisik...namun kali ini kalimatnya berubah; "Hitung teman mu... ada EMPAT...tapi kamu lupa hitung dirimu sendiri, makanya saya dari tadi bilang kan... hitung Rully..."

Ooo... iya... saya lupa menghitung diri saya, Maafkan saya ya pembaca...:)
(Kredit Image Gunung by Google Image)
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser