#Ahmad Dhani Prasetyo; "Penjara LP Cipinang, Akan Jadi Panggung Pertunjukan Terbesar"

#Ahmad Dhani Prasetyo; "Penjara LP Cipinang, Akan  Jadi Panggung Pertunjukan Terbesar"
<img src="#Ahmad Dhani Prasetyo.jpg" alt="#Ahmad Dhani Prasetyo; "Penjara LP Cipinang, Akan  Jadi Panggung Pertunjukan Terbesar">

#FORTUNA NETWORKS.COM | Story Highlights
Ahmad Dhani Prasetyo yang dulu dikenal sebagai anggota pemuzik (musician) group band "DEWA19" yang telah menceburi dunia politik Indonesia sejak beberapa dekad ini, dijangkakan bisa menjadi martir yang memicu-mencetuskan perlawanan besar Rakyat Indonesia terhadap Presiden Jokowi yang saat ini tengah berjuang mempertahankan elektabilitasnya yang terus menurun.

Ada satu pelajaran berharga dan penting yang dapat kita petik dari kasus musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Di Negeri ini Anda boleh berbuat apa saja, termasuk "memaki seorang capres (calon presiden), Tapi jangan pernah jadi oposisi. 
Ahmad Dhani divonis Hakim 1.5 tahun penjara, dan langsung masuk tahanan kerana dinilai terbukti secara sah melakukan ujaran kebencian
(
hate speech) melalui akaun media sosial Twitter. Ahmad Dhani dinilai memenuhi unsur pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tiga tweet Dhani via akaun @AHMADDHANIPRAST yang membawanya masuk penjara sebagai berikut :
<img src="#Ahmad Dhani Prasetyo.jpg" alt="#Ahmad Dhani Prasetyo; "Penjara LP Cipinang, Akan  Jadi Panggung Pertunjukan Terbesar">


Habiburahman Anggota Team Advokasi Badan Pemenangan Pemilu (BPN) #Prabowo-Sandi mengaku mereka telah melaporkan 20 kasus pencemaran nama baik dan fitnah ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan Bareskrim Polri, sebagian besar kepada Paslon (Pasangan Calon) nomor 02#Prabowo-Sandi, tapi sampai sekarang belum satupun diproses. “Beberapa diantaranya sudah kami laporkan tiga bulan lalu,” ujarnya.
Salah satu kasus yang cukup menonjol adalah makian Bupati Daerah Boyolali Seno Samodro terhadap Capres Prabowo Subianto. Menanggapi guyonan/lelucon  “tampang Boyolali,” Seno memaki “Prabowo A**,” alias Prabowo Anj***. Sebuah makian tak pantas dan kasar yang dilakukan oleh seorang Ketua Pemerintahan Daerah kepada seorang Capres (Calon Presiden)
Kasus Ahmad Dhani bila tidak dikelola dan ditangani dengan baik, bisa menjadi semacam pemicu/pencetus munculnya gerakan publik yang dipicu oleh perceived injustice. Sebuah persepsi perlakuan yang tidak adil di kalangan masyarakat.
Orang bisa saja tidak suka terhadap Ahmad Dhani. Tapi mereka juga tidak suka ada orang yang diperlakukan tidak adil. Diperlakukan sewenang-wenang. Itu semacam akal dan nalar sehat publik.
Pilihan regim Jokowi, untuk bersikap keras terhadap salah satu juru kampanye #Prabowo-Sandi ini sangat mengejutkan. Apalagi dilakukan hanya beberapa puluhan hari jelang Pilpres.?!
Ahmad Dhani bagaimanapun merupakan publik figur dengan penggemar sangat besar. Kendati sering bertindak kontroversi, dia merupakan salah satu 'Ikon Industri Kreatif. Salah satu figur jenius dalam Industri Musik Indonesia. Penggemarnya melampaui pilihan politiknya.
Ahmad Dhani bisa menjadi martir yang memicu perlawanan besar terhadap Jokowi yang saat ini tengah berjuang mempertahankan elektabilitasnya yang terus menurun.
Seharusnya kalau toh Ahmad Dhani dijatuhi hukuman, tak perlu harus diperlakukan secara keras segera masuk tahanan. Tidak ada satu alasanpun yang cukup kuat bagi Hakim untuk memerintahkannya segera masuk tahanan mengingat kasusnya “hanya” berupa pelanggaran UU ITE.

Be Smart,Read More;


#Fahri Hamzah,'Para Penyerang Prabowo Subianto Kini Semakin Frustasi Berat'
Insiden Pose Satu Jari,Bali;Barangkali Luhut Panjaitan Merasa Keangkuhannya Belum Sempurna
#IndonesiaMenang; Manifesto Politik Prabowo Subianto "Indonesia Kuat,Dan Berwibawa
<img src="#Ahmad Dhani Prasetyo.jpg" alt="#Ahmad Dhani Prasetyo; "Penjara LP Cipinang, Akan  Jadi Panggung Pertunjukan Terbesar">
Menjebloskan Ahmad Dhani langsung ke penjara sebagai tahanan, hanya menunjukkan ada kemarahan dan kebencian yang sangat besar dari Regim Jokowi kepada Ahmad Dhani. Dan ini tentu sangat merugikan. Penjara (LP) Cipinang, Jakarta, bisa diubah oleh Ahmad Dhani menjadi panggung pertunjukan baru. Sebuah panggung politik besar.
Ahmad Dhani juga punya anak-anak remaja yang menjadi selebriti. Mereka punya penggemar besar. Sebagai seorang anak, militansinya akan muncul manakala merasa ayahnya diperlakukan secara tidak adil. Elektabilitas Jokowi di kalangan milenial berpotensi tergerus.
Dalam bidang penegakan hukum, pemerintahan Jokowi saat ini tengah mendapat sorotan tajam dalam dan luar negeri. Yang paling banyak mendapat sorotan adalah batalnya pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan wartawan di Bali, dan pembebasan bersyarat terhadap pembobol Bank Century Robert Tantular.
Ustaz Abu Bakar Ba’asyir batal meninggalkan Penjara [LP] Gunung Sindur, setelah menimbulkan perdebatan internal di kalangan petinggi pemerintahan. Nyoman Susrama mantan kader PDIP yang membunuh wartawan Jawa Pos mendapat remisi dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman penjara 20 tahun. Sementara Robert Tantular remisinya bikin publik dan pimpinan KPK hanya bisa geleng-geleng kepala.
Robert Tantular mendapat remisi 74 bulan, 110 hari atau hampir 77 bulan. Barangkali remisi (grasi / pengurangan hukuman) ini bisa diusulkan masuk Musium Rekor Indonesia (MURI), bahkan Guiness Book of Record. Jadilah Robert bisa melenggang keluar tahanan dengan hanya menjalani 10 tahun penjara dari vonis 21 tahun penjara.
Pada kasus Ustaz Abu Bakar Ba’asyir majalah Tempo yang secara DNA biasanya selalu mendukung Jokowi, mengecam keras. Peristiwa itu dinilai sebagai bentuk inkompetensi (ketidakcakapan) Jokowi dalam mengambil keputusan. Sebuah penilaian yang sangat keras dan langsung menyentuh sisi personal Jokowi.
Majalah Tempo juga mengecam keras pencampur-adukan wewenang Jokowi sebagai presiden dan capres. Terbukti pemberian pembebasan bersyarat Jokowi belum pernah dibahas sebelumnya dengan para pejabat tinggi negara yang menjadi pembantunya.
Dia hanya mengandalkan pertimbangan hukum Yusril Ihza Mahendra pengacaranya. Menko Polhukam Wiranto sampai harus mengeluarkan pernyataan keras, presiden tidak boleh_grasah-grusuh_ (gegabah) dalam mengambil keputusan.
The Economist, majalah ekonomi sangat berpengaruh yang berbasis di London.UK juga mengecam tindakan Jokowi. Dalam bahasa yang sarkas The Economist membuat berita berjudul : *“Undeserving, Indonesia’s president toys with releasing a terrorist ideologue. Tidak pantas. Mainan Presiden Indonesia dengan melepas seorang ideolog teroris.
Dalam dua minggu terakhir The Economist majalah yang sempat mengundang Capres Prabowo Subianto untuk bicara dalam sebuah forum bergengsi The World In 2019 di Singapura, telah dua kali menulis artikel yang mengecam Jokowi.
Majalah Tempo menengarai (mencurigai /suspect) rencana pembebasan bersyarat Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang kemudian dibatalkan, semua didasarkan pada pertimbangan elektabilitas Jokowi. Seperti diakui Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noer, pembebasan Ba’asyir diusulkan oleh Yusril dengan kalkulasi akan mengerek (hoist / menaikkan) suara Jokowi di kalangan Umat Islam. PBB yang dipimpin oleh Yusril juga diuntungkan.
Namun ternyata rencana tersebut mengundang kontroversi. Perdana Menteri Australia Scott Morisson menyampaikan protes keras. Para pendukung Jokowi dari kalangan Non-Muslim juga mengancam menarik dukungan.
Dari pemantauan di media sosial muncul reaksi yang sangat keras dan bila dikonversi ke suara berpotensi menggerus elektabilitas Jokowi sampai 4%.
Jadi semua bermuara pada kalkulasi elektabilitas. Pertimbangan kemanusiaan, dengan alasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir sudah sepuh hanya kemasan publik. Jokowi dan Yusril melihat status Ustaz Abu Bakar Ba’asyir bisa dikapitalisasi sebagai keuntungan politik. Kasus ini bermula dan berakhir pada elektabilitas Jokowi.
Doktrin all about electability, semua tentang elektabilitas telah menjadi ciri khas yang menonjol sangat kuat pada pemerintahan Jokowi. Entah mengapa pada kasus Ahmad Dhani doktrin ini luput diterapkan?
===============
Courtesy to Hersubeno Arief (www.hersubenoarief.com)
Editor by Admin Fortuna Networks.Com
Kredit Photo & Image to 
www.hersubenoarief.com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser