#INAelection2019 'ANOMALI POLITIK INDONESIA'

#INAelection2019 'ANOMALI POLITIK INDONESIA'

Pemilu Indonesia 2019 secara serentak @Pilpres & Pileg 2019 telah usai. Penghitungan Suara dimulai. Belum ada satu pun Ketua-Ketua Negara Dunia yang mengucapkan selamat kepada pemenang.

Dan diberitakan media. sudah 300 orang lebih Petugas KPPS wafat. Dan berita yang menggemparkan Pasukan Brimob dari beberapa Daerah/Provinsi telah ditarik ke IbuKota Jakarta.

Dan diberitakan media. sudah 300 orang lebih Petugas KPPS wafat. Dan berita yang menggemparkan Pasukan Brimob dari beberapa Daerah/Provinsi yelah ditarik ke IbuKota Jakarta.
Penarikan pasukan Brimob (semacam FRU-Malaysia) dari luar Daerah juga pernah dilakukan PM Li Peng-Negeri Tirai Bambu. Alasannya supaya tega menggilas demonstrasi di Tiananmen Square, Beijing.

Jelang #Pilpres1969 Negara Filiphina, President Marcos dan pemerintahnya mengklaim sudah membangun infrastruktur jalan dan gedung sekolah lebih banyak dibanding gabungan semua pendahulunya.
Tanggal 07 Februari 1986 Pilpres ke 4 digelar. Marcos dimenangkan KPU Filiphina i.e. Commission on Elections (COMELEC) dengan suara 10,807,197 lawan Aquino's 9,291,761 votes.
National Movement for Free Elections (NAMFREL) mengorganisir 'Poll Watcher' dan merilis kemenangan Aquino dengan angka 7,835,070 against Marcos yang mengantongi 7,053,068 votes.
Laporan kecurangan Pilpres macam tidak terdaftar DPT, jual-beli suara, dan manipulasi marak membuat Catholic Bishops' Conference of the Philippines (CBCP), Kardinal Jaime Sin dan President Ronald Reagan merilis mosi tidak percaya.
Dari tanggal 22-25 Februari 1986, Metropolis Manila lumpuh akibat aksi "People Power" 2 juta orang Pro Aquino atau sekitar 2% dari total 55.895.000 penduduk Fiiliphina.
Gerakan Sivil tak bersenjata memecah tentara. Presiden Marcos didukung Marinir dan Ketua Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Fabian Ver.
Tiba-tiba Menteri Pertahanan Juan Ponce Enrile dan Wakil Ketua Staff Letnan Jenderal Fidel Ramos loncat pagar dan dukung Corazon "Cory" Aquino.
Tanggal 24 Februari, 3 ribu Marinir loyalis Marcos membubarkan Aksi Massa "People Power" dengan badai gas air mata di sisi timur Camp Aguinaldo.
Suster-suster Katholik turun ke jalan memblokade tank-tank tentara loyalis Marcos.
Squadron helicopter dari 15th Strike Wing of the Philippine Air Force yang dipimpin Kolonel Antonio Sotelo mendukung Oposisi dan bergabung dengan "People Power" di Camp Crame.
Jenderal Fabian Ver ingin menembaki Massa. President Marcos bilang "No, no, no! Hold on. My order is not to attack."
Hari terakhir tanggal 25 Februari pagi, Regim Marcos menempatkan snipers dari tentara loyalis di Menara Channel 9. Targetnya tembak ditempat. Tentara reformis Pro Aquino menggunakan helicopter S-76 menumbangkan Tower Snipers.
Kombinasi Partai Oposisi "Laban", 2 juta Civilians, Pemuka Agama Katholik, Suster-suster, Tentara Patriotik dan sebagainya berhasil menumbangkan Regim Marcos. Leftenan Jenderal Fidel Ramos direkomendasi jadi Jenderal Penuh.
Mengingat kembali kisah tumbangnya Regim Presiden Marcos diatas, situasinya dengan di Indonesia agak mirip. Jokowi-Maruf dimenangkan Quick Count. Berita kecurangan marak di media sosial.
Psywar terus didrill. Moral Massa Oposisi runtuh. Gimmick merangkul PAN, Said Ikbal Buruh dan Erlangga Golkar diutus "bezoek" Ibu Ani Yudoyono di Singapura.
PAN solid. Hasibuan memang Pro Jokowi yang ditanam. Said Iqbal justru mendatangkan Pak Prabowo untuk pidato di Mayday.
Saya kira SBY dan Partai Demokrat tidak akan goyah dengan iming-iming. Regim Jokowi bersifat "collective collegial". Janji satu faksi dalam regim bisa dianulir faksi lain. Kasus  Rommy dari Party PPP, Idrus Marham dan Setya Novanto adalah contohnya.
Singapore dan Malaysia cenderung Pro Prabowo-Sandi. Sultan Hasanah Bolkiah Negeri Brunei Darussalam, kemungkinan besar Pro Indonesian Islamic Movement. Presiden Rodrigo Duterte anti Catholic Church dan Administrasi Obama.
Terobosan mesti dilakukan. Wapres Jeka (Jusuf Kalla)menerobos benteng Asia Tenggara dan menghadap Chinese New Emperor Xi Jinping di Beijing.
Pertemuan kaku. Xi Jinping tidak antusias. Wapres Jeka cengar-cengir dan sambil grogi melaporkan bahwa Jokowi-Maruf sementara unggul di real count.
Media lokal mengabarkan 23 projek OBOR ditandatangani. Kabar lain menyatakan itu kerjasama "B-to-B" bukan "G-to-G". Jika benar artinya Pemerintah Xi Jinping belum interested dengan Jokowi-Maruf.
Kedatangan Rombongan Wapres Jeka bisa jadi blunder karena menekan Administrasi Trump turun tangan.
THE END
Penulis by Zeng Wei Jian
Editor ; HSZ/FNMedia.
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser