Bagaimana Maal Hijrah-1Muharram1436 H Menginspirasi Kita Untuk Momentum Perpindahan Dari Kehidupan Jahiliyah Menuju Kehidupan Islam

Bagaimana Maal Hijrah-1Muharram1436 H Menginspirasi Kita Untuk Momentum Perpindahan Dari Kehidupan Jahiliyah Menuju Kehidupan Islam
http://fortunamedia.blogspot.com/2014/10/bagaimana-maal-hijrah-1muharram1436-h.html

(Majelis Sambutan Maal Hijrah disekitar negeri Johor Baharu DarulTakzim)

Assalamualaikum wm,wb-Halo Sahabat !Bagaimana Maal Hijrah-1Muharram1436 H Menginspirasi Kita Untuk Momentum Perpindahan Dari Kehidupan Jahiliyah Menuju Kehidupan Islam | Hingar bingar dan gegap gempita sambutan tahun baru Masehi sangat berbeda dengan sambutan tahun baru Hijrah atau di Malaysia disebut Sambutan Maal Hijrah.Walau tahun baru Masehi juga dirayakan oleh umat Islam dibeberapa negara yang majoriti umatnya beragama Islam.

Tetapi sambutan Maal Hijrah penuh dimaknai dengan acara -acara keagaaman seperti ceramah pengajian,bacaan AlQuran dan pawai karnival sempena sambutannya.

Salah satu perbedaan antara umat Islam dengan umat selain Islam adalah terkait pentarikhan tahun. Jika umat lain memiliki pen-tarikhan tahun yakni seperti tahun masehi untuk agama Masehi (agama nasrani), tahun baru Saka untuk umat Hindu, maka umat Islam pun memiliki kalendar tahunan sendiri yakni yang dikenal dengan kalendar Hijriah sebagai tahun baru Islam dengan1Muharram sebagai awal tahun baru Islam-tahun hijriyah
.


Penentuan Kalendar Tarikh Hijriyah,

Penetapan kalendar Hijriyah ada sejarah tersendiri dan khusus dilakukan penetapannya semasa zaman Saidina Khalifah Umar Ibnu AlKhatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah.

Sebelumnya, orang Arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalendar hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada Tahun Gajah- (dinamakan Tahun Gajah kelahiran Rasulullah SAW saat Kota makkah diserang oleh tentara musyrik yang menunggang gajah dari negeri selatan Yemen)

Abu Musa Al-Asyári sebagai salah seorang gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tarikh tahunnya, hanya tarikh dan bulan saja, sehingga membingungkan.

Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior seperti Utsman Ibni Affan r.a., Ali Ibni Abi Thalib r.a., Abdurrahman Ibni Auf r.a., Sa’ad IbnuiAbi Waqqas r.a., Zubair Ibni Awwam r.a., dan Thalhan ibni Ubaidillah r.a.

Mereka kemudian bermusyawarah mengenai kalendar Islam. Ada yang mencadangkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul.

Akhirnya  yang diterima pakai adalah cadangan dari Saidina Ali Ibni Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Saidina Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalendar Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalendar hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab. [1]

Menarik kalau kita kaji kembali, kenapa Saidina Ali ra mengusulkan agar momentum yang digunakan adalah saat Nabi Muhammad saw hijrah dari Kota Makkah ke Madinah yang kemudian di sepakati oleh seluruh para sahabat sebagai tahun baru Islam yang pertama.

Kota Makkah kala itu merupakan suatu wilayah atau negeri yang di dalamnya berlaku kehidupan kufur jahiliyah, sedangkan Madinah adalah suatu negeri dimana di dalamnya terdapat kehidupan yang Islamik, berbanding terbalik dengan kehidupan yang berlangsung di Makkah.

Ini berkat usaha dari Mush’ab Ibni ‘Umair yang di utus oleh Rasulullah Shallahu Alaihiwasallam untuk ke Yastrib (nama Madinah waktu itu) guna menyampaikan dakwah Islam.

Dan Alhamdulillah, kurang lebih selama dua tahun kemudian Mush’ab Ibni ‘Umair berhasil menjadikan penduduk Yastrib memeluk Islam yang diawali dengan masuk Islamnya 'Ahlul Quwwah' kota Yastrib yakni Sa‘ad Ibni Muadz bin An-Nu’man  dari  Suku Aus dan Sa‘ad Ibni Ubadah dari suku Khazraj, serta menjadikan aqidah Islam sebagai landasan kaedah berfikir mereka, dan syariat Islam sebagai pengatur kehidupan mereka.

Setelah itu kemudian para sahabat Nabi melakukan hijrah dari kota Makkah menuju Kota Madinah, yang kemudian diikuti oleh hijrahnya Rasulullah SAW,yang ditemani oleh Saidina Abu Bakar ra setelah mendapat izin dari Allah Subhanahu Wataala untuk berhijrah ke Madinah.

Terkait Hijrah, Saidina Umar ra saat pernah berkata bahwa “Hijrah itu memisahkan antara kebenaran dan kebatilan” (HR Ibn Hajar).

Secara bahasa, hijrah adalah berarti berpindah tempat. Adapun secara syar‘i, para fukaha mendefinisikan hijrah yakni keluar dari Darul Kufur menuju Darul Islam. [2]

Maka seharusnya, sebagai muslim yang baik, kita seharusnya betul-betul memahami apa makna hakiki di balik peristiwa Hijrah yang kemudian dijadikan sebagai penanggalan atau tarikh tahun untuk umat Islam yakni tahun Hijriah. Bukan hanya sebatas perayaan ceremonial setiap akan memasuki tarikh 1 Muharram sebagai pertanda mulai masuknya tahun baru Islam.

Umat Islam seharusnya melakukan muhasabah dan  berupaya agar perpindahan tahun baru islam itu menuju perpindahan kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik tentunya yang di maksud di sini adalah kehidupan yang dibangun dengan berpijak kepada syariat Islam. Sehingga kehidupan di tahun yang baru lebih baik dari kehidupan  tahun sebelumnya.

Oleh yang demikian, hendaknya tahun baru Islam tahun ini yakni tahun baru Hijriyah 1436 H kembali dapat menjadi momentum bagi seluruh kaum muslim dari berbagai lapisan masyarakat untuk menjadikan tahun hijriah sebagai tahun untuk berusaha berpindah menuju ke kehidupan yang baik, dari kehidupan jahiliyah menuju kepada kehidupan Islam.

Allah
Subhaanahu Wata'ala dalam firmanNya :

”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (Terjemahan AlQuran Surah Ali Imran ayat: 110)

Namun sayang, predikat sebagai "Khairu Ummah" tersebut sekarang hanyalah sebuah predikat tanpa bukti yang nyata. Kalau kita lakukan pengamatan sekilas saja, tentu kita melihat bahwa umat ini bukan lagi menjadi khairu ummah, melainkan umat yang dihinakan, bahkan disebut sebagai dunia ketiga[3]

Umat ini dihinakan oleh sistem kapitalis-sekuler yang dibawa oleh barat. Sehingga seluruh aspek kehidupan umat islam di atur oleh kehidupan sekuler tersebut.

 Selamat menyambut Tahun Baru Islam-Maal Hijrah,1 Muharram 1436H dengan ikut berjuang melanjutkan kehidupan islam  dengan menegakkan Daulah Islamiyah yang InsyaAllah akan segera terwujud.

Wallahu a’alam bisshawab.
________
Courtesy to Resource;
[1] wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah
[2] Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, II/276
[3] eramuslim.com

Baca juga artikel barkaitan disini;
Gemuruh Tahun Baru Masehi vs Tahun Baru Maal Hijriah: Mana yang Benar-benar Lebih Baik?
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo