-->

Remaja Kota Veles,Macedonia Raih Puluhan Ribu Euro dari Berita Hoax

Remaja Kota Veles,Macedonia Raih Puluhan Ribu Euro dari Berita Hoax

<img src="ADSENSE.jpg" alt=" Remaja Kota Veles,Macedonia Raih Puluhan Ribu Euro dari Berita Hoax ">
                     Menara jam di Veles Photo;wikipedia

Negara Republik Macedonia
  bekas Yugoslavia (RMBY,English: the former Yugoslav Republic of Macedonia, disingkat FYROM,) adalah negara yang terletak di semenanjung Balkan, Eropah Selatan. Negara ini berbatasan dengan Serbia (dan Kosovo) di utara, Albania di barat, Yunani di selatan, dan Bulgaria di timur.Mendadak menjadi terkenal pada tahun 2016 saat campaign pemilihan presiden Amerika.

Di Macedonia ini ada sebuah kota kecil bernama Veles,sebuah kota yang terletak di tengah Republik Macedonia di Sungai Vardar.Di Kota kecil ini dulunya adalah pusat produksi porcelain untuk seluruh Yugoslavia. Namun mendadak terkenal keseluruh dunia kerana para remajanya menulis berita-berita sensasi, yang tak jelas kebenarannya, kemudian disebar melalui Facebook dan web-website lain, yang akhirnya mendatangkan puluhan ribu euro per bulan dari hasil iklan.

Kota ini mendapatkan namanya dari Dewa Veles, dewa dalam mitologi Slavia. Selepas Perang Dunia Kedua kota ini dinamai Titov Veles untuk menghormati Presiden Josip Broz Tito dari Yugoslavia, namun Titov dibuang ketika Macedonia merdeka.

Kota Veles sejatinya adalah  merupakan kota puisi, budaya, sejarah, dan tradisi, sebagaimana kota dengan warisan budaya dan gereja lama yang banyak.(wikipediabebas)
BACA JUGA
;

5 Sebab Mengapa Perlu Pertimbangkan Menggunakan AdSense di Blog Anda[1]
5 Tips Mudah & Kreatif Dapat Income via Adsense YouTube
5 Tips Praktis Cara YouTuber Sukses Raih Penghasilan Dolar Perbulan
<img src="ADSENSE.jpg" alt=" Remaja Kota Veles,Macedonia Raih Puluhan Ribu Euro dari Berita Hoax ">

Di kota yang relatif tenang ini, terdapat para operator puluhan website yang menyebarkan berita-berita fiktif untuk menarik pembaca asal Amerika Syarikat. Setiap klik yang didapat berarti tambahan wang di akaun bank mereka.

Web-website seperti ini didirikan dengan tujuan meraup wang tak peduli berita yang disebarkan benar atau salah, jujur atau bohong, beretika atau tidak.
Di Veles, skalanya sudah seperti industri: lebih dari 100 website yang terlacak di sana selama minggu terakhir campaign pemilihan presiden Amerika Syarikat pada 2016. Mereka memproduksi berita-berita bohong yang sebagian besar menguntungkan kandidat Parti Republik, Donald Trump.

<img src="ADSENSE.jpg" alt=" Remaja Kota Veles,Macedonia Raih Puluhan Ribu Euro dari Berita Hoax ">
(Selain mahasiswa, yang juga membuat hoax adalah murid-murid sekolah menengah) Photo;bbc.com/indonesia


Pendapatan RM 15.000 per Hari

Menurut artikel di CNN Money, salah satu pionir industri bawah tanah ini adalah seorang drop-out Fakulty Hukum yang baru berusia 24 tahun. Ketika diwawancarai, dia meminta untuk dipangggil Mikhail saja, kerana khawatir akaunnya akan diblokir.

Pada malam hari, dia memakai kepribadian berbeda di dunia maya dengan menggunakan nama akaun "Jesica" dan tampil seolah warga Amerika yang terus mengunggah gambar-gambar ilustrasi (meme) pro-Trump di Facebook. Website dan laman Facebook "Jesica" ini disukai banyak para pembaca konservatif di AS.

Konten yang dia unggah selalu politis, dan seringkali keliru faktanya. Namun itu tidak mengganggu Mikhail sama sekali.
"Saya tidak peduli, yang penting dibaca orang-orang," ujarnya. "Pada usia 22 tahun saya bisa menghasilkan lebih banyak daripada yang didapat orang lain (di Macedonia) sepanjang hidup mereka."

Dia mengklaim bisa menghasilkan US$ 2.500 per hari dari iklan di websitenya, sementara pendapatan rata-rata warga Macedonia hanya US$ 426, per bulan.

Pendapatan ini terutama didapat dari publish layanan iklan Google AdSense. Setiap klik bisa menambah pemasukan ke kreator konten.

Terdengar familiar mungkin? Didunia maya hari ini banyak sekali akaun-akaun Facebook dan website yang menyebarkan hoax dan fitnah dengan foto profil gadis remaja diambil dari internet, dan memiliki pengikut sampai ratusan ribu akaun.

Berita yang mereka sebarkan tidak akurat dan dangkal, tapi pemiliknya tak peduli kerana mencari wang dan pembacanya tak menggugat kerana menyukai kontennya.

Kembali berkaitan prihal Macedonia, Mikhail mengatakan dia menggunakan laba yang didapat untuk membeli rumah dan menyekolahkan adik perempuannya.

Dia mengaku pernah memperkerjakan hingga 15 orang, termasuk dua penulis di Amerika, untuk membuat berita dan berinteraksi dengan pendukungnya. Website terakhirnya memiliki sekitar 1,5 juta pengikut di Facebook, sebagian besar beralamat di Amerika.

Website itu diblokir beberapa bulan lalu setelah Facebook dan Google mulai melakukan operasi pembersihan website-website berita bohong. Mikhail kembali mempersenjatai diri dengan target pemilihan presiden AS pada 2020.

"Tujuan utama saya adalah menyiapkan sebuah website seperti yang sebelumnya saya miliki, agar siap pada pemilihan berikutnya di Amerika," ujarnya.

Viral Menular di Veles
 Mirko Ceselkoski, punya pengalaman lebih dari 10 tahun dalam menjalankan situs-situs yang menargetkan para pembaca di Amerika.

Dia memulai dengan web-website yang mengkhususkan diri pada tips-tips kesehatan palsu, mobil sports, dan gosip selebriti. Lalu dia menemukan dunia berita politik palsu.

Ceselkoski sekarang mengabiskan hari-harinya untuk mendidik sesama warga Macedonia, termasuk kaum muda di Veles, tentang sisi menggiurkan industri berita bohong. Dia menjanjikan para muridnya bahwa mereka bisa mendapakan 1.000 Euro per bulan dari website semacam ini.

"Ada komuniti besar kaum muda di sana dan mereka menganggur. Ini menjalar seperti api," ujarnya.
Mirko Ceselkoski memperkirakan bahwa sekitar 100 muridnya sekarang sudah memiliki web-website berita tentang Amerika.

Dia membantu para muridnya untuk memoles situs-situs itu agar tampak profesional, dengan meniru website yang sah, memakai kolom-kolom berita dan banner bertuliskan "breaking news". Mereka memakai nama-nama domain canggih seperti; usaelectionnews.com, everydaynews.us, dan trumpvision365.com.

Para muridnya juga belajar cara memilih berita yang menghebohkan. Triknya adalah mencari berita kontroversi yang sedang heboh di AS dan membuatnya "menjadi lebih sensasional lagi", kata Ceselkoski.
"Judul adalah bagian yang paling penting," ujarnya.

Ceselkoski juga berkoar bahwa sedikitnya empat muridnya telah menjadi jutawan dan mampu membeli mobil-mobil mewah dari Jerman — Porsche, Mercedes dan BMW. Yang lainnya mampu berinvestasi di bidang properti. Namun klaim dia ini belum terverifikasi.

Pemerintah Mulai Bertindak
Tidak seperti sebelumnya, pemerintah Macedonia yang baru merasa gerah dengan 'industri' ini.

"Kami akan melakukan inisiatif untuk menggerakkan upaya global yang terkoordinasi dalam menangkal berita-berita bohong dan juga mendorong komuniti sivil kami untuk membantu mencegah fenomena seperti ini, dengan menciptakan perangkat yang bisa mendeteksi berita bohong,” kata juru bicara pemerintah Mile Boshnjakovski.

Namun masih ada pejabat negara yang menjadi pendukung industri tersebut, yaitu Wali Kota Veles Slavcho Chadiev.

"Itu cara yang sangat cepat untuk menghasilkan uang. Kami bahkan tidak berupaya menghentikan mereka," ujar Chadiev.

Mudah ditemukan penyebabnya: nyaris separuh kaum muda di Macedonia adalah pengangguran.

Chadiev mengatakan dia pernah menawari salah satu produsen berita bohong yang masih muda dengan pekerjaan bidang komputer di pemerintahan kota, namun gaji bulanannya hanya separuh dari pendapatan dia per hari.

Wali Kota bahkan mengaku bangga bahwa Veles paling tidak,masuk ke peta dunia.
"Hal paling penting dalam situasi ini adalah bahwa hukum di negara ini tidak dilanggar. Tidak ada yang ilegal di situ," ujarnya.

Chadiev mengatakan para pembuat berita bohong itu melakukan hal yang tidak ada bedanya dengan kebohongan para jurnalis yang menulis berita tentang dia.
"Dalam politik, tidak ada moraliti," tegasnya.

Tanpa Moral?
Ucapan Wali Kota itulah yang mungkin menjadi adagium universal bagi para produsen fitnah dan hoax, termasuk di Indonesia.

Betapa mudahnya pemilik akaun media sosial atau website berita abal-abal menyerang politisi, pejabat pemerintah, dan selebriti dengan fitnah kejam atau memaki dengan bahasa yang sangat vulgar dari bahasa binatang, pelacur, sampai kafir.

Para pemilik akun ini seringkali bahkan belum kenal secara pribadi atau pernah bertemu langsung dengan yang dituduh, tetapi berani menyerang masalah pribadi. Konten berbau racis memang selalu menarik perhatian dan klik pembaca, sehingga belakangan makin sering dipakai.

Kalau pembaca sedikit berfikir kritis, mudah mendeteksi kepalsuan akaun-akaun seperti ini, apalagi yang memakai foto-foto profil gadis remaja asal comot dari internet.

Kebanyakan analisis yang kelihatan canggih sebetulnya hanya bualan dan permainan kata-kata yang dangkal makna dan miskin pengetahuan, kalau pengikut akaun bersedia mengecek data ke sumber-sumber yang legitimate di internet.

Bisakah kita mengabaikan moral dalam pernyataan publik yang mudah mencapai jutaan orang di abad informasi ini? Kita, orang timur dengan karakter nenek moyang yang menjunjung tinggi kesopanan dan hormat pada sesama?

Kalau pun norma etika dan moral sudah terlanjur dilupakan, apakah harus demikian juga dengan norma hukum?

Sudah sampai waktunya pihak berkuasa negara ini, mengambil sikap tegas memberantas web-website penyebar hoax dan akaun-akaun media sosial yang suka memfitnah dan bahkan menganjurkan kekerasan. Pihak berkuasa negara harus tegas.Jangan "tebang pilih" terhadap rakyatnya agar kita selangkah lebih maju daripada Mecedonia dalam menghadapi kejahatan cyiber.
Sumber: CNN Money/beritasatu.com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser