-->

#IndonesiaElection2019;PRESTASI PRESIDEN JOKOWI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMAJUAN NKRI

#IndonesiaElection2019;PRESTASI PRESIDEN JOKOWI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMAJUAN NKRI
Fortuna Media.Com |Beberapa hari terakhir ini, ramai para netizen@Rakyat Indonesia khususnya cukup terhenyak (meminjam istilah terduduk kerana keheranan) dan begitu kaget membaca sebuah artikel yang beredar dari group-group aplikasi Whatsapp. Sebuah artikel dengan judul;

PRESTASI PRESIDEN JOKOWI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMAJUAN NKRI.

Info yang sangat penting bingitz.Luar biasa. Para cybertrooper pro regim ini seperti Jasmev & ProJO telah mula bergerak untuk membentuk opini-opini yang tidak Jujur beraroma penipuan untuk pencitraan regim @ Presiden Jokowi khususnya.
<img src="#IndonesiaElection2019.jpg" alt=" #IndonesiaElection2019;PRESTASI PRESIDEN JOKOWI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMAJUAN NKRI ">
#MEIKARTA,EXTRATERRITORIALITY OF FOREIGNER


Artikel yang cukup panjang memuat 47poin keberhasilan Presiden Jokowi (katanya). Sayangnya artikel itu tanpa menyebut siapa penulisnya sehingga mengaburkan identiti dan keakuratan/kesahihan informasi yang disampaikan.

Artikel itu menjadi menarik kerana saya anggap adalah bagian dari pencitraan dan upaya membentuk opini bagi Presiden Jokowi yang belakangan semakin merosot elektabilitasnya sebagai akibat dari rendahnya prestasi Jokowi selama hampir 3 tahun memimpin bangsa ini.

Marilah kita mengurai satu per-satu dari 47 poin,yang disampaikan dengan memaparkan fakta dan bukti serta tambahan informasi yang sepertinya perlu disampaikan agar jejak sejarah tidak terhapus dan siapa pun yang berniat menghapus sejarah agar menghentikan upayanya, kerana itu hanya akan membodohi generasi mendatang dari kebenaran sejarah.Untuk memudahkan identifikasi dan pemaparan fakta, saya ingin merangkum artikel tersebut dari beberapa sektor.

Di dalam artikel tersebut setidaknya ada 13 kelompok besar sebagai berikut:

1. Sektor Minyak dan Gas 6 poin,
2. Sektor Energi Listrik 14 poin, 
3. Sektor Transportasi 12 poin,
4. Sektor Pengairan atau Waduk(
reservoir/dam) 4 poin,
5. Sektor Infrastruktur perbatasan 1 poin,
6. Sektor Penyelesaian Kasus Lapindo,JawaTimur,1 poin,
7. Sektor Perizinan 1 poin,
8. Sektor Penegakan Hukum Ilegal Fishing 1 poin,
9. Sektor Hutang Negara 1 poin,
10. Sektor Pembangun Pabrik Pupuk(baja) 1 poin,
11. Sektor Investasi 2 poin,
12. Sektor Tambang 1 poin dan,
13. Sektor Perumahan 1 poin.Itulah 13 poin kelompok Sektor yang disajikan sebagai (yang katanya) prestasi Presiden Jokowi.

Luar biasa memang poin-poin yang di sampaikan dan Jokowi patut diberikan rasa hormat yang setinggi-tingginya andai poin-poin ini adalah benar-benar prestasi Presiden Jokowi & Kabinatnya.Dan apa yang disampaikan itu layak disebut sebagai prestasi.

Mari kita bedah & koreksi setiap sektor tersebut untuk memberikan pemahaman yang utuh sehingga kebenaran tidak terhapus jejak nya.
<img src="#IndonesiaElection2019.jpg" alt=" #IndonesiaElection2019;PRESTASI PRESIDEN JOKOWI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMAJUAN NKRI ">
Selepas Investor RRChinaKomunis menguasai Negara Nigeria dan beberapa negara2 Afrika Barat.Agama Islam disekat pergerakannya dan dihapuskan dari perundangan negara2 tsb.
KINI Indonesia setelah hampir menyeluruh(Politik/Ekonomi/Pemerintahan)dikuasai investor RRChinaKomunis VIA MENTERI DALAM NEGERI@Etnik Cina,Tjahyo Kumolo.Maka telah rasmi dibentuk #ACT, PERPPU ORMSAS@Undang ANTI ORMAS/NGO ISLAM.Namun yang hebatnya Akta tsb tidak akan melibatkan aktiviti Partai Komunis@PKI,Liberalisme,LGBT,Syiah dan sejenisnya.
Pertama :
Sektor Minyak dan Gas(Oil & Gas). Pembubaran Petral yang disebut menghemat anggaran sebesar Rp250 Miliar/hari adalah bentuk lelucon yang tanpa bukti. Rp250 Miliar/hari artinya dalam setahun Pertamina menghemat sekitar Rp91 Triliun. Angka yang fantastis bukan ?

Menurut saya fantastis dalam kebohongan karena hingga saat ini Pertamina tidak pernah mencapai penghematan dari berbagai macam efisiensi hingga Rp91 Triliun/tahun. Norak nih, yang bicara penghematan Rp250 Miliar/hari dan ini bentuk kebohongan.!!

Selanjutnya pencabutan subsidi BBM(bahan bakar minyak). Subsidi BBM yang nilainya hampir Rp300 Triliun hingga saat ini tidak jelas peruntukannya ke mana. Bahkan untuk menutup defisit APBN(Bajet Negara) setelah pencabutan subsidi, pemerintah tampak kewalahan mencari pinjaman sehingga Menteri Keuangan harus berulang kali memangkas APBN hingga ratusan trilliun rupiah. Lantas ke sektor produktif mana anggaran itu dialihkan? Apakah untuk membiayai blusukan dan beli sepeda? Tidak jelas. Pencabutan subsidi itu juga bukan karena Jokowi berani, tapi memang karena faktor harga minyak dunia yang terjun bebas, dari di atas 100 USD/barel menjadi (sempat) hingga angka 35 USD/barel. Menurun hampir 70%, Sehingga memang subsidi tidak layak lagi diberikan kepada BBM.!

Kemudian Perusahaan Aramco katanya akan membangun kilang minyak dan storage senilai Rp140 Triliun di Indonesia. Saya pun bingung mencari di mana kilang tersebut dibangun oleh Aramco? Di bagian bumi mana di Indonesia, Aramco bangun kilang minyak???

Adapun rencana kilang minyak di Kalimantan, itu dimenangkan oleh Rosneft dari Rusia dan belum berjalan hingga sekarang. Bahkan ketika King Salman of Saudi Arabia datang ke Indonesia, hampir tidak ada MoU yang bernilai investasi yang ditandatangani hingga membuat Presiden Jokowi (maaf) ngambek (merajuk) dan menggerutu dengan perasaan kesal.

Selanjut nya terkait dengan pengoperasian RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap.Jawa Barat Saya heran, di mana letak prestasi Jokowi di projek ini? Apakah menggunting pita peresmian adalah sebuah prestasi?

Projek ini sudah dimulai sejak di era Presiden SBY(Susilo Bambang Yudoyono) dan hampir rampung 100% ketika SBY mengakhiri kepemimpinannya Oktober 2014. Sangat disayangkan memang ketika Jokowi meresmikan pekerjaan SBY tanpa menyebut terima kasih atau setidaknya menyampaikan kebenaran tentang sejarah projek tersebut, sehingga tidak diklaim sebagai prestasi Jokowi sendiri.;)

Bukan cuma RFCC di Cilacap yang dirancang SBY, tapi masih ada tahapan berikutnya yaitu Projek Langit Biru untuk memperluas dan meningkatkan grade Kilang Cilacap.

Teringat pidato Presiden SBY,saat meresmikan Jembatan Suramadu(Surabaya Madura) yang menyampaikan sejarah projek tersebut sudah dimulai kajiannya pada era Presiden Soeharto saat Habibie sebagai Menristek(Menteri Riset&Teknologi), hingga dimulai era Presiden Megawati dan sempat mandeg kemudian diteruskan di era SBY hingga selesai. Tidak ada penghapusan jejak sejarah di situ. Itulah Mantan Presiden SBY menghormati kinerja pendahulunya, beda dengan saat sekarang ini.!!

Berikut nya adalah penurunan import premium yang diklaim sebagai prestasi. Menurunnya import Premium tentu ada dasarnya yaitu meningkatnya penggunaan BBM jenis Pertalite sebagai karya inovasi Pertamina saat Ahmad Bambang menjabat Direktur Pemasaran di era Presiden SBY. Penurunan harga minyak dunia juga memacu orang untuk membeli BBM yang lebih berkualitas di atas Premium. Jadi tidak ada sama sekali prestasi Jokowi di situ. Yang ada prestasi Pertamina dengan inovasi produknya di era SBY dan berkah penurunan harga minyak dunia.

Kedua :
Sektor Pembangkitan Listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap(PLTU) yang diresmikan Jokowi di Aceh dan PLTU di Kalimantan adalah projek yang sudah direncanakan dan dikerjakan sejak era Presiden SBY. Presiden Jokowi datang meneruskan dan meresmikan. Mestinya hal itu juga tidak bisa diklaim sebagai prestasi Jokowi yang hanya sekedar gunting pita. Projek itu sudah dikerjakan sejak 2013.

Terkait dengan ground breaking PLTU Batang Jawa Tengah, projek tersebut juga sudah dimulai sejak era SBY, namun terkendala pada pembebasan lahan(kawasan) yang belum tuntas. Bahkan pada saat ground breaking oleh Jokowi, infonya belum semua lahan tuntas dibebaskan. Jadi bukan mangkrak secara tidak benar.

Selanjut nya Penurunan tarif dasar lisrik yang disampaikan dalam artikel tersebut juga menjadi lelucon terburuk saat ini. Publik tentu saat ini merasakan kenaikan harga listrik akibat dicabutnya subsidi dari sektor ini. Lantas di mana letak prestasinya? TDL tidak turun, tapi subsidi dicabut. Mungkin prestasinya adalah pencabutan subsidi dari rakyat tersebut. Prestasinya menambah beban rakyat, mungkin itulah prestasi nya.!!!

Ketiga :
Sektor transportasi. Peresmian Airport(Bandara) Ultimate Terminal 3 Soekarno Hatta.Jakarta, juga adalah klaim memalukan sebuah prestasi bagi Jokowi. Gunting pita peresmian tidak layak dipandang sebagai sebuah prestasi. Terminal 3 tersebut adalah hasil kerja-jerih payah Presiden SBY yang hampir rampung 100% saat SBY mengakhiri kepemimpinannya sebagai presiden. Tidaklah elok menghapus sejarah dan mengklaim kerja sendiri padahal hanya meresmikan saja.!

Demikian juga Pembangunan Jalan Tol seperti Cipali. Jokowi hanya merampungkan sekitar 5% dari total projek tersebut, karena sudah dikerjakan sejak era Presiden SBY. Demikian juga rencana pembangunan Rel Kereta Api dan Highway Trans Sumatera serta Highway Trans Sulawesi.

(Jalan Tol Cikopo–Palimanan, atau disingkat dengan Tol Cipali adalah sebuah jalan tol yang terbentang sepanjang 116 kilometer yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.Projek tol ini dimulai dengan ground breaking oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada 8 Desember 2011)

Semua itu program yang masuk dalam MP3EI era Presiden SBY. Lantas mengapa harus diklaim sebagai prestasi Jokowi? Transportasi tersebut juga belum dimulai secara fisik, belum selesai dan belum berwujud. Layakkah rencana diklaim sebagai prestasi ? Baru dalam tataran kata “akan” sudah diklaim sebagai prestasi, ini memalukan.??!!

<img src="#IndonesiaElection2019.jpg" alt=" #IndonesiaElection2019;PRESTASI PRESIDEN JOKOWI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT DAN KEMAJUAN NKRI ">

Keempat ;

Sektor Pengairan dan Waduk(
(reservoir/dam). Semakin memalukan klaim prestasi itu ketika menyebut Waduk Jati Gede di Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat yang dibangun era mantan Presiden SBY dan menyisakan progres sekitar 5% di era Jokowi sebagai sebuah prestasi besar Jokowi. Waduk Jati Gede itu program yang sudah dirancang sejak era Presiden Soeharto dan baru terlaksana era SBY sebagai Presiden. Jokowi datang hanya untuk gunting pita dan mengairi waduk tersebut.

Bila kita mau jujur, mesti nya Jokowi menceritakan sejarah waduk tersebut sebagaimana SBY menceritakan sejarah Jembatan Suramadu saat peresmian.

Tidak perlu malu mengakui kinerja pendahulu karena ini kerja negara bukan kerja pribadi. Ini kerja berkesinambungan antara pemimpin. Malulah jika merasa diri nya hebat sendiri dan menghilangkan jejak sejarah para pemimpin pendahulu. Kasihan generasi muda ke depan menjadi sesat sejarah.

Kelima :
Kita padukan Sektor Infrastruktur Perbatasan, Lapindo, Perizinan, Penegakan Hukum Ilegal Fishing, Pembayaran Hutang, Investasi, Pabrik Pupuk dan Perumahan.
Di dalam artikel tersebut disampaikan prestasi Jokowi menggelontorkan Rp16 Triliun untuk perbatasan Kalimantan. Prestasikah ini ? Lantas yang dibangun apa ?
Jika mencantumkan anggaran saja di APBN, meski tanpa implementasi dan realisasi(pelaksanaan kerja realiti), dianggap prestasi, Mengapa tidak diklaim saja semua yang di atas kertas itu sebagai sebuah prestasi ???

Lapindo adalah sesuatu kasus dan tragedi negara yang tragis, sarat dengan polemik. Tapi apakah masalah selesai sekarang? Belum selesai masalah sesungguhnya. Pembayaran ganti rugi sudah berlangsung sejak era SBY, dan tidak bisa serta merta tuntas sesaat. Sebuah kerja berkesinambungan yang sampai di tangan Jokowi. Seolah SBY tidak lakukan apa pun atas kasus Lapindo, padahal sudah cukup banyak yang dilakukan dan Jokowi hanya meneruskan saja.


(Banjir Lumpur Panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo (Lula) atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga(3) Kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur/wikipedia.id)

Perizinan Investasi yang disebut selesai 3 jam adalah isapan jempol yang cuma besar di mulut tapi nihil realisasi faktual. Tidak ada perizinan yang selesai dalam 3 jam. Bikin SIM(Lesen Memandu) saja perlu waktu berjam-jam apalagi izin investasi. Kalau mahu berbohong, hendaknya sedikit masuk akal supaya tidak terlihat bahwa memang tidak faham substansi masalah.

Salah satu yang paling lucu adalah klaim membayar hutang sebesar Rp293 Triliun warisan SBY. Ini benar-benar penyesatan kebenaran. Setiap tahun APBN kita wajib membayar pokok hutang dan bunganya senilai ratusan trilliun. Jadi itu bukan prestasi karena wajib dibayar. Justru fakta sesungguh nya adalah SBY melunasi hutang di IMF.Namun sekarang Jokowi kembali berhutang secara ugal-ugalan ke negara RRChinaKomunis,hingga hutang negara meningkat cukup tajam. Jangan menipu kebenaran logika masyarakat hanya untuk kepentingan pencitraan. Tidak baik untuk masa depan bangsa ini..Wahai Presiden Jokowi dan Kabinet Anda.!!!.

Keenam :
Tentang Freeport. Jokowi disebutkan menghentikan dan tidak lagi memperpanjang Kontrak Freeport di Papua,Indonesia Timur. Ini salah satu bentuk penipuan informasi publik yang sangat memalukan.

Kontrak Freeport saat ini masih terus berlangsung hingga diperpanjang
kontrak karya Sampai-2041. Negosiasi kontrak karya saat ini justru kental dengan aroma perpanjangan kontrak bukan penghentian perpanjangan kontrak. Dan di era Jokowi jugalah izin eksport konsentrat meningkat tajam diberikan hingga 1,4 juta MT (Metrik Ton).Setelah sebelumnya di era SBY hanya diberikan 500an ribu MT.!!!

Siapa yang pecundang sesungguhnya ? Yang berikan izin lebih kecil atau yang berikan izin lebih besar ? Silakan jawab sendiri dengan persepsi diri anda masing-masing.!!!

Bebas interpretasi sesuai nurani masing masing.Mungkin artikel ini jadi sedikit lebih panjang, namun perlu diuraikan agar tidak terjadi penyesatan informasi kepada publik, agar generasi muda ke depan terselamatkan dari kesesatan sejarah.

Kami sangat berharap agar Presiden Jokowi tidak berupaya menghapus jejak sejarah dalam pembangunan bangsa ini, karena semua ini adalah kerja berkesinambungan para pemimpin bangsa.Janganlah membentuk opini seolah bangsa Indonesia baru lahir kemaren sore aja dan baru bekerja setelah Jokowi jadi Presiden... Tidaklah Mudah menghilangkan jejak sejarah pembangunan bangsa ini. Hentikan klaim-klaim sepihak yang justru berpotensi mempermalukan dirinya sendiri. Hingga rakyat Indonesia menganggap Anda dasar bodoh permanent.!!!

Akhirul Kalam :
Kira-kira projek yang di mulai di era Presiden Jokowi dari September 2014 sampai saat ini, projek yang mana yang sudah diselesakan oleh Jokowi ? Ada yang tahu ?

Ingat !!! Tidak semua orang indonesia itu bodoh . Masih ada orang Indonesia yang pintar-pintar seperti Anda yang membaca hingga habis artikel yang penjang ini..Terima Kasih segalanya.

Merdeka Indonesia!!! dari regim-regim yang ingin menjual negara Indonesia ini kepada pemodal lintah darat dari RRChinaKomunis yang ingin menjajah Indoneisia untuk dijadikan INDOCHINA BARU.!!!
(Coutesy to
Annisa Madaniyah)
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser