Sesekali Keluarlah dari “Empang”,Untuk Tahu Bahwa Kehidupan ini Indah

Sesekali Keluarlah dari “Empang”,Untuk Tahu Bahwa Kehidupan ini Indah

"Kita Semua Pribumi Ditindak,Dikalahkan,Kini Saatnya Kita Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Indonesia,"
Kutipan Pidato Gubernur Jakarta #Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta.Isnin,16 Oktober 2017
__________________

Kutipan Pidato Gubernur Baru Jakarta Anies Baswedan:

"Dan Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat.

Selama ratusan tahun, di tempat lain penjajahan mungkin terasa jauh. Tapi di Jakarta, bagi orang Jakarta kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari-hari.

Karena itu, bila kita merdeka, janji-janji harus dilunaskan. Dulu kita semua, pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan dalam pepatah Madura; "Itik telor, ayam singerimi".@"Itik yang bertelor, ayam yang mengerami."

Ini Pidato Lengkap Anies Usai Dilantik Jadi Gubernur DKI:

https://news.detik.com/…/ini-pidato-lengkap-anies-usai-dila…
Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=L-djoLqttKU

Sesekali Keluarlah dari “Empang”,Untuk Tahu Bahwa Kehidupan ini Indah /Via;Status Facebook Tara Palasara

( Untuk Goenawan Tempo,Denny Siregar, Eko Kunthadi, Ade Armando dan sejenisnya)

Dulu mereka berlindung dan bangga dengan kata-kata ini.
Sekarang mungkin mereka lebih senang disebut,sebagai tamu, penjajah atau kaum Empang terasing./Via Rudy Razi
Selepas pidato Gubernur AniesBaswedan beredar di media ,maka para cybertrooper pro Taipan @ Jongos-Jongos
Bayaran Anti Pribumi mulalah berteriak-teriak ,melatah dimedia sosial mempelintir kutipan pidato Gubernur Anies Baswedan tersebut menjadi isu racis.
BACA JUGA

Melihat Pelantikan Gubernur DKI Jakarta Kali Ini Terasa Berbeda
Yang sangat disayangkan atau bisa kita katakan sebagai pernyataan yang terbodoh pada era ini,datangnya dari para Tokoh-Tokoh Publik seperti Tokoh Pers,Pengamat Politik, Cerdik Cendekiawan seperti Goenawan Tempo, AS Hikam, Burhanudin Muhatadi pada ikut-ikutan latah membahas pidato Anies Baswedan dan lantas mempolemikkan dengan isu rasis.

Nah, Apa mereka-mereka itu tidak tahu, bahwa perkataan yang sama pernah juga diucapkan oleh Pak Jusuf Kalla (Wakil Presiden).Bu Menteri Susi..?! Kenapa mereka tidak berani  menuduh Pak JK dan Bu Susi telah bertindak Rasis ??

Selanjutnya,sebelum pembahasan ini..mari kita ajukan satu pertanyaan : ADA TAK, Gubernur Anies menyebutkan kata NON PRIBUMI (sebagai opposite dari kata pribumi yang diucapkan) pada Pidato kemarin ???!

Jawaban atas pertanyaan itu penting, untuk membimbing nalar berfikir dari sekelompok "Makhluk Planet Empang" yang meneriakkan tuduhan rasis kepada Gubernur Anies Baswedan.

                                    Kata "pribumi" jadi masalah ternyata...Image Via Syukriy Abdullah
*) Sebelum lanjut lagi, silahkan baca / download link-link berikut :
Pribumi-Nusantara
https://id.wikipedia.org/wiki/Pribumi-Nusantara

Boemi Poetera
https://id.wikipedia.org/wiki/Boemi_Poetera

Latar Belakang Istilah ‘Orang Indonesia Asli’ atau Pribumi, Jangan Lupakan Sejarah
https://twitter.com/yusrilihza_mhd/status/843654713719500804

http://www.berdikarionline.com/cipto-mangunkusumo-sang-pej…/
Tjipto Mangunkusumo: Pendobrak Feodalisme Dan Pejuang Kesehatan Rakyat

Note : saya tahu, ada kalangan yang meragukan wikipedia karena sifatnya yang editable, AKAN TETAPI saya tetap memilihnya sebagai link informasi dengan pertimbangan kemudahan akses dari jaringan online dengan sebelumnya mereview kandungannya terlebih dahulu dibanding referensi lain.
----------
Dari link-link tersebut di atas, kita akan menjadi faham bahwa PADA ERA KOLONIAL DULU istilah PRIBUMI dan atau BUMIPUTRA itu setidak-tidaknya memiliki 2 (dua) Konteks !

KONTEKS PERTAMA : bagi Pemerintah Hindia Belanda adalah merujuk kepada Golongan Terrendah dari 3 (Tiga) pengelompokan warga yang diatur dalam dalam Pasal 163 IS (Indische Staatsregeling) Tahun 1854 yakni Golongan Eropah, Golongan Timur Asing (terutama Cina dan Arab) dan Golongan “Inlander” atau pribumi atau “orang Indonesia asli” yang pada umumnya beragama Islam dan sebagian menganut agama Hindu, Buddha dan lainnya.

KONTEKS KEDUA : bagi Bangsa Nusantara adalah merujuk kepada sekelompok Orang Jawa yaitu : Cipto bersama dengan Suyatiman (Sutatmo) Suryokusumo, Suwardi Suryaningrat, dan Wignya-disastra, yang mendirikan Inlandsche Comite tot Herdenking van Nederlands Honderjarige Vrijheid (Komite Bumiputera untuk Peringatan Seratus Tahun Kemerdekaan Belanda) yaitu organisasi tandingan dari komite yang dibentuk pemerintah Belanda dan menerbitkan pamflet yang menyerang kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda. Kaum Bumiputra ini adalah (salah satu) dari elemen cikal bakal perjuangan pergerakan nasional yang bersifat modern.

Konteks pertama, Pribumi bermakna rendah... sedangkan Konteks kedua, Pribumi sebagai ikon patriotik.

NAH... cukup dengan bekal pengetahuan di atas saja, MAKA saya betul-betul heran sampai tak habis fikir .... Kok bisa-bisanya pidato Gubernur AB ditarik-tarik oleh Penampakan Empang dalam wilayah polemik rasis dengan mempertentangkan Pribumi vs Non Pribumi yang ada di Indonesia ( dalam hal ini Jakarta ).

Memang, Anies Baswedan (selanjutnya disingkat AB) ngomong kata pribumi itu DALAM KONTEKS APA ???
Apa mereka Gerombolan Empang tidak bisa dengar dan baca, bahwa AB memunculkan kata pribumi adalah dalam konteks menceritakan tentang Penderitaan Penduduk Jakarta di Masa Lalu yang ditindas dan dikalahkan oleh Pemerintah Kolonial / Penjajah ??? --- BACA LAGI isi pidato lengkap dan lihat videonya.

Bukankah satu fakta kelaziman bahwa rakyat Nusantara di masa lalu adalah sering familiar disebut sebagai PRIBUMI ???  hanya hara-gara menghindarkan tuduhan rasis, maka kini istilah pribumi diganti dengan : “sebut saja Bunga” ? kalau gitu, hapus saja kata pribumi dari semua buku-buku sejarah Indonesia.

Argumentasi bahwa AB mengucap kata pribumi adalah untuk kepentingan penceritaan sejarah, semakin tidak terbantahkan dengan tidak ikut terucapnya kata Non-Pribumi sepatah katapun dalam pidato tersebut.
----------
Selanjutnya untuk pernyataan : “Kini telah merdeka, kini saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri” --- itu adalah bicara tentang Semangat Kemandirian dan Kedaulatan dalam banyak hal !

[ pribumi pada penceritaan sebelumnya sudah tidak relevan lagi, karena pada perjalananya dulu, makna pribumi menjadi "cair" dengan fakta bahwa salah satu salah satu pendiri Indische Partij (IP) yang dikenal dengan nama "Tiga Serangkai" adalah Dr.Douwess Dekker yang keturunan Belanda. IP adalah awal kepartaian ( sebagai alat perjuangan ) di zaman kolonial.

Dan oleh karenanya ini menjadi sangat lucu jika ..jika (kini saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri) hendak di- “FAIT ACCOMPLI” –kan dengan polemik rasis pribumi vs non pribumi.

MEMANGNYA, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak dianggap sebagai Negeri Sendiri oleh Non- Pribumi yang secara sah sudah menjadi WNI (dan oleh karenanya tidak lagi boleh disebut sebagai Warga Non Pribumi lagi), Yaa ??!

MEMANGNYA, kalimat Kini Telah Merdeka, tidak mencakupi yang bukan pribumi ya ?
Tegasnya, justru jika ada yang tersinggung, maka kita perlu pertanyakan nasionalisme –nya.

Makanya, sekali lagi... Istilah Pribumi yang diucapkan oleh AB dalam pidatonya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan ras di kekinian, melainkan sebatas kepentingan penceritaan sejarah di masa lalu ( untuk kesekian kalinya, baca berulang pidato lengkap dan lihat youtube pada link di atas )

ADAPUN bahwa di lapangan sampai ada muncul spanduk, “Kebangkitan Pribumi Muslim” itu adalah bentuk letupan euforia grassroot sebagai aspirasi kelompok mereka-mereka yang selama ini merasa dipinggirkan(tentunya yang bisa menjawab adalah si pembuat spanduk ).

Fenomena ini bisa diargumentasi dengan pertanyaan, Adakah Kelompok Masyarakat Tertentu yang didzalimi secara masif oleh kelompok Pribumi Muslim ???

Note : penggunaan kata masif adalah untuk perbuatan yg terstruktur dan bukan bersifat oknum.

HAL LAIN yang menggelikan adalah ketika para Tokoh-Tokoh Publik seperti Tokoh Pers, Pengamat Politik, Cerdik Cendekia seperti Goenawan Muhammad, AS Hikam, Burhanudin Muhatadi pada ikut-ikutan latah membahas pidato AB dan lantas mempolemikkan dengan isu rasis.

Lho... Lho... apa mereka gak tahu, bahwa perkataan yang sama pernah juga diucapkan oleh Pak Jusuf Kalla... Bu Susi... ?! apa berani mereka menuduh Pak JK dan Bu Susi telah bertindak Rasis ????

Wakil Presiden: Pengusaha Pribumi Masih Kurang
http://www.setneg.go.id/index.php…

JK : Pengusaha Pribumi Bukan Lagi Soal Ras, tapi...
https://bisnis.tempo.co/…/pengusaha-pribumi-bukan-lagi-soal…

Menteri Susi: Pemerintah akan Bangun Konglomerasi Pribumi
https://bisnis.tempo.co/…/menteri-susi-pemerintah-akan-bang…

SEKALI LAGI, Apakah mereka-mereka berani menuduh Pak JK dan Bu Susi telah memunculkan Rasisme ???? krik....krik.....krik...Glodhak ! :)

# Sesekali keluarlah dari “empang” ( kepicikan berfikir )...Untuk tahu bahwa kehidupan ini Indah ( banyak sudut pandang yang membuat kita lebih arif ) ..

# Sedih boleh... Baper Permanen jangan.....)
____________
(Artikel asal ditulis oleh #Tara_Penduduk_Indonesia_Asli)
Editor by Helmy Syamza
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

1 Comment

AJOQQ menyediakan permainan poker,domino, bandarq, bandarpoker, aduq, sakong dan capsa :)
ayo segera bergabung bersama kami dan menangkan uang setiap harinya :)
AJOQQ juga menyediakan bonus rollingan sebanyak 0.3% dan bonus referal sebanyak 20% :)

Balas
Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser