Ternyata Salah Mengasuh Juga Bisa Membuat Anak Jadi Pelaku LGBT

Ternyata Salah Mengasuh Juga Bisa Membuat Anak Jadi Pelaku LGBT
FortunaNetworks.Com |  Artikel kali ini masih fokus tentang dampak buruk para pelaku LGBT yang ditulis oleh Nanik Sudaryati,penggiat media dan aktivis yang kini lebih sibuk membina dan menguruskan Badan Amalnya "Jaringan Merah Putih"

Ok,kita lanjutkan, Beberapa tahun lalu, saya pernah naik pesawat dan duduk di sebelah saya seorang istri Pejabat Eselon satu(petinggi) sebuah Departemen.

Kami ngobrol ngalor-ngidul , hingga bicara keluarga. Saya cerita anak saya dua lelaki semua, kemudian saya tunjukkan foto anak -anak saya ( waktu itu Ara masih bayi).

Dia bertanya apakah suster (
baby sitter) anak -anak saya perempuan atau lelaki ? Saya jawab kalau masih bayi saya pakai perempuan semua, tapi kalau sudah di atas umur 2 tahun, selalu saya kombinasikan lelaki dan perempuan.

Dan saya larang suster berdandan atau memakai make up saat momong 

(dukung/layan) anak -anak saya. Saya juga kenalkan anak -anak saya mainan anak -anak lelaki seperti main bola dan mobil -mobilan.
READ MORE

Dalam Semalam Desa Legetang Hilang Lenyap Seketika..Aneh,Apa Penyebabnya?
Indonesia Darurat ELGiBiTi.! Kontroversi Putusan MK Soal Zina dan LGBT

<img src="LGBT.jpg" alt=" Ternyata Salah Mengasuh Juga Bisa Membuat Anak Jadi Pelaku LGBT">

Saat saya asyik cerita, saya lihat air mata ibu itu menitik.”Maaf Jeng saya tidak kuat untuk menunjukkan ke Anda foto anak -anak saya,” katanya dengan air mata yang makin deras. Saya terlonjak namun berusaha tenang. Saya genggam tangannya untuk menenangkan, lalu keluarlah kalimat pengakuan dua anaknya lelaki yang sekarang tinggal di Australia,duanya -duanya “tidak normal” (eljibiti).

Dia bercerita tadinya yang tidak normal hanya yang sulung. Ceritanya, saking sibuknya dia (selain istri pejabat dia juga pengusaha dan sosialita), dia menyerahkan penuh kepengasuhan anaknya ke suster yang mengasuh.
Tanpa sepengetahuannya, si Suster sering mengajak main-main anaknya ala perempuan, main boneka -bonekaan, jual -jualan, atau pengantin-pengantinan. Dan tentu saking sibuknya ia jarang mengontrol aktiviti anaknya, apalagi dia sering pergi ke luar kota.

Pokoknya sang anak dari pagi sampai esok pagi lagi lebih banyak dengan susternya. Bahkan untuk keperluan harian anaknya termasuk mainan semua diserahkan suster yang beli dan pilihkan.

Saat anaknya umur tiga tahun dan mulai gendong-gendong boneka dia mulai sadar ada yang tidak beres nih. Namun lagi-lagi kesibukannya dengan suaminya, membuatnya dia hanya sekedar melarang anaknya, tapi tidak berusaha membuat tindakan misalnya lebih perhatian, ganti suster, dll. Bahkan suster itu dipakainya hingga anaknya masuk sekolah menengah(SMP), dan saat ia sadar ternyata anaknya benar-benar telah menjadi “perempuan”.

Semua terlambat! Kerana saat ia paksa anaknya menjadi lelaki , termasuk memasukkan anaknya ke Pondok Pesantren, anaknya malah beberapa kali mencoba bunuh diri.

Alhamdulillah lahir anak kedua. Dia kemudian berusaha punya perhatian lebih, dan berganti suster setiap tahun. Intinya dia benar -benar ingin menebus “dosa”atas perlakuan anak pertama.

Anak kedua tumbuh normal sebagai lelaki. Lulus SMA , anaknya meneruskan ke Australia, dan tinggal satu apartemen dengan abangnya yang memilih tinggal di Australia.

Apa yang terjadi? Hanya setahun tinggal bersama abangnya, anak keduanya “tertular” abangnya, lantaran sering bergaul dengan kawan -kawan abangnya yg juga berperilaku menyimpang.

MasyaAllah saya melihat demikian mendalam kesedihan yang dialami ibu itu.

“ Jeng kalau orang Jawa bilang saya ini sudah cures (habis seakar-akarnya), kerana saya tidak bakal punya cucu, generasi saya dan suami sudah habis,” tangisnya meledak, dan kala itu sampai ada Pramugari datang dikira dia sakit atau terjadi apa-apa.

<img src="LGBT.jpg" alt=" Ternyata Salah Mengasuh Juga Bisa Membuat Anak Jadi Pelaku LGBT">
Saya ikut kelu, dan tiba-tiba bungkam seribu bahasa. Saya ikut merasakan kepedihan yang amat sangat dari si Ibu tersebut.

Dan pada saat dia mulai tenang nasehat saya hanya begini, “ Ibu banyak anak -anak yang terlahir di dunia tanpa kasih sayang ibubapanya. Mereka tinggal di Panti -panti Asuhan dan juga di rumah -rumah kumuh. Sayangi mereka Bu, dan syukur ada yang Ibu bawa pulang dan Ibu sayangi seperti dia lahir dari rahim Ibu. Siapa tahu dibalik cobaan ini, Ibu ditugaskan Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk merawat mereka anak -anak yatim dan miskin,” .

Ibu itu seperti tersedak mendengar nasehat saya. “ Bagaimana kalau saya malah salah lagi mengasuh?” tanyanya.

“ Tidak mungkin Bu, kerana pasti Ibu akan belajar dari kesalahan yang pernah Ibu alami”...”
Tapi saya kan tidak muda lagi?”...” katanya.

" Biarlah umur menjadi rahasia Allah, yang paling penting Ibu tidak merasa kesepian dan terus bersedih di sisa usia Ibu. Siapa tahu dengan merawat anak yatim -piatu, anak -anak kandung Ibu peroleh hidayah untuk kembali jadi lelaki normal”. Dia hanya mengangguk -angguk.

Kami berpisah dengan pelukan hangat. Kami terus berkhabar,berhubung dan meski belum membawa pulang ke rumah anak -anak yatim atau dhuafa ke rumahnya, Namun dia bercerita hampir tiap hari menyambangi (mengunjungi) panti -panti asuhan. Dan dia juga mengaku lebih ikhlas.

Kesibukan saya yang menggunung memang membuat saya hampir tidak pernah menghubungi dalam tiga tahun ini, apalagi setelah saya ganti HP dan nombor kontaknya hilang.
READ MORE

Dr.Omat R.Hasbullah “Nightmare” KAUM SODOM Yang POSITIF HIV
JANGAN PERNAH GUNAKAN ATRIBUT YANG MENGGUNAKAN SINGKATAN & AKRONIM "GAP"
<img src="LGBT.jpg" alt=" Ternyata Salah Mengasuh Juga Bisa Membuat Anak Jadi Pelaku LGBT">

Saya menulis kisah ini, setelah ramai soal Eljibiti. Semoga pemerintah Indonesia,betul -betul arif dan bijak, serta menyadari bahwa eljibiti itu sudah seperti penyakit yang bisa menular.
Kasihanilah para Ibu yang telah mengandung anak -anaknya dan ingin anaknya hidup normal.
Kasihanilah para ayah yang bekerja membanting tulang demi masa depan anak -anaknya untuk bisa hidup normal.
🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰
Sungguh benar perintah Rasulullah SAW,
“Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan mangsanya!”
(HR. Ahmad 2784, Abu Daud 4462, dan disahihkan al-Albani)

HOMO itu BUKAN TAKDIR.!
HOMO itu WABAH PENYAKIT BERBAHAYA.!!

Kerana homo itu MENULAR !!!
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser