Indonesia Dalam Dekapan Syahwat “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka“

Indonesia Dalam Dekapan Syahwat “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka“
<img src="LGBT.jpg" alt="Indonesia Dalam Dekapan Syahwat “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka ">

FortunaNetworks.Com | Terus terang, wajah-wajah pelangi, bertebaran di sekitar saya. Yang satu ini, bodynya lelaki tapi berbusana wanita. Pagi-sore kerja jadi pemandu wisata, malam berasyik-masyuk bukan dengan pasangan sah pernikahan. Tapi sama pacarnya. lelaki tentu saja.

Satu lagi, masih berbody lelaki. Berpakaian juga layaknya lelaki. Cantik sih tidak, body atletik juga sama sekali tidak. Tapi, melambai iya. Dia laris manis sebagai host di berbagai acara ceremonial. Jenaka-nya yang lucu, ditambah gaya melambainya, menjadi daya jual. “Iihh, geli sama dia, takut saya,” tukas seorang teman lelaki yang pernah menginap dengannya. Oh, baru tahu saya, kalau orientasi ranjangnya pelangi. 😫
<img src="LGBT.jpg" alt="Indonesia Dalam Dekapan Syahwat “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka ">

Satu lagi, lelaki ganteng, putih dan atletik. Sayangnya, sejak kecil lebih suka permainan perempuan. Kurang suka bermain dengan lelaki. Sekarang bisnis salon, dengan pelanggan yang majoriti perempuan. Melambai tentu saja. Saya tak berani menduga urusan ranjangnya. Tapi yang saya tahu, dia belum menikah juga. 🤧

Ada lagi yang satunya,...ah...cukuplah. Yang jelas, kaum pelangi ini ada di sekitar kita. Kian banyak, kerana keberhasilan propaganda mereka.
Ya, mereka itu bukan ada begitu saja. Tidak lahir tiba-tiba. Nongol dari sononya. Mereka juga gigih berupaya. 🤔

Saya jadi ingat, hari ini, sebelas tahun lalu. Tepatnya 20 Desember 2006, Budayawan Taufik Ismail, pernah berpidato dengan judul “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka.“

Beliau mengingatkan gelombang yang dihembuskan oleh Gerakan Syahwat Merdeka (GSM). Gerakan itu tak bersosok organisasi resmi yang berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia untuk merusak moral masyarakat. Didanai Capital raksasa, Ideologi Neo-liberalisme dan media cetak serta elektronik sebagai corongnya.

Sedikitnya ada 13 komponen yang melahirkan gelombang Gerakan Syahwat Merdeka (GSM) Yakni:
(1) Para praktisi –baik pribadi maupun kelompok-- perilaku seks bebas.
(2) Penerbit Majalah dan Tabloid mesum.
(3) Produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat.
(4) Jutaan Website porno dunia.
(5) Penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat, Sastra dan Non-Sastra.
(6) Penerbit dan pengedar Komik cabul.
(7) Produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru.
(8) Pabrikan (
Manufacturer) dan konsumen alkohol.
(9) Produsen, pengedar dan pengguna narkoba/dadah.
(10) Pabrikan
(Manufacturer), pengiklan dan pengisap nikotin.
(11) Pengiklan perempuan dan lelaki panggilan.
(12) Germo (Pimp/
brothel keeper) dan pelanggan prostitusi.
(13) Doktor dan Dukun praktisi aborsi. 😮

Inilah yang menghantam Indonesia, hingga mengalami kehancuran moral. Itu juga yang menginspirasi saya menulis buku “Indonesia Dalam Dekapan Syahwat” pada tahun 2007. Jangan ditanya, isinya sangat porno. Maksudnya, mengupas habis revolusi urusan ranjang: dari ruang kamar ke ruang publik.

   READ MORE

Indonesia Darurat ELGiBiTi.! Kontroversi Putusan MK Soal Zina dan LGBT
Kisah Pelaku LGBT Selalu Berakhir Tragic di Dunia Apalagi di Akhirat Guy
Ternyata Salah Mengasuh Juga Bisa Membuat Anak Jadi Pelaku LGBT
JANGAN PERNAH GUNAKAN ATRIBUT YANG MENGGUNAKAN SINGKATAN & AKRONIM "GAP"
<img src="LGBT.jpg" alt="Indonesia Dalam Dekapan Syahwat “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka ">

Kini, gerakan itu tampaknya mulai menunjukkan hasil. Syahwat telah merdeka. Merdeka dari apa? Dari aturan agama (baca: Islam). Lihatlah, jika dulu orientasi seksual itu hanya satu: lelaki vs perempuan. Itupun harus melalui pernikahan yang sah. Titik. Kini, aneka jenis orientasi seksual bebas merdeka. Ada yang menyebut jumlahnya 7, 10, 13 hingga 50 jenis. 😱

Mulai homoseksual, lesbian, biseksual, transgender, pedofilia, ekshibisionisme, voyeurisme, fetishisme, bestially, incest, necrophilia dll. Apaan tuh? Ngeri ahh, kalau dibentangkan. Di luar negeri lebih gila. Sudah ada orientasi seksual dengan haiwan atau benda mati. Anjing, kucing, boneka, pohon, bahkan tembok. Tak tanggung-tanggung, mereka nikahi itu benda-benda konyol sebagai pasangan sehidup semati. 🤐

Itulah efek liberalisasi. Sebuah kekuatan global yang membebaskan negara, masyarakat, keluarga hingga individunya, dari aturan agama. Sekulerisme. Neo-Liberalisme. Indonesia sendiri, tak mau disebut negara agama, kerana faktanya memang sekuler. Akhirnya, mengatur masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang tidak bersumber dari agama. Makanya kalau ada yang menawarkan agama sebagai sumber untuk mengatur negara, tak akan diterima. Walaupun, Sila pertama Pancasila bunyinya Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Praktiknya, kebebesanlah yang berkuasa. 😣

Dengan dalih kebebasan, atau bahasa canggihnya Hak Asasi Manusia (HAM), masyarakat akhirnya juga bergaul dengan membebaskan diri dari agama. Buktinya, ketika agama bilang Jangan berzina, eh, berzina. Jangan aborsi, eh aborsi. Jangan homoseksual; eh malah terbit kaum pelangi yang tak dirindukan. 😡

Nah, bukannya Indonesia negeri Muslim terbesar di dunia? Betul. Umat Indonesia rata-rata punya agama. Tercantum di KTP-nya. Tapi, meminjam istilah Ustaz Abdul Somad,Lc.MA Tuhan saat ini dipenjara di Masjid-Masjid. Kalau di Masjid takut Tuhan, di luar Masjid Tuhan dianggap tidak ada. Di Masjid baik, di luar Masjid bebas. Di dalam Masjid menutup aurat, keluar Masjid langsung buka aurat. Itu menghina Tuhan. Seolah Tuhan hanya eksis di tempat ibadah. 😞

Ya, manusia jadi tak takut Tuhan. Di kantor tak ada Tuhan, terjadilah perselingkuhan. Di pasar tak ada Tuhan, mainin aja timbangan. Di birokrasi tak ada Tuhan, makanya korupsi dianggap rezeki. Di rumah tak ada Tuhan, makanya anak pun dijadikan korban syahwat; istri dimutilasi; ponakan disodomi, dll. Di kamar tak boleh ada Tuhan, makanya adegan mesum pun disebar-luaskan. Dan, sampailah kini pada urusan paling private manusia: 'orientasi ranjang.'

Tuhan pun disingkirkan dari sana. Maka, ketika Tuhan absen di ranjang, muncullah beraneka kebebasan seksual yang liar. Mahu menggoyang ranjang dengan siapa, bila dan di mana terserah. Mahu dengan lawan jenis, sejenis atau jenisnya tak jelas, terserah. Bahkan dalam banyak kasus, pelampiasan urusan ranjang ini pun, tak lagi memerlukan ranjang dalam makna sebenarnya. Semak-semak, mobil, warung remang-remang, toilet umum, bahkan ruang kelas pun jadi tempat peragaan syahwat. Na'uzubillaahi minzalik. 😱

Kerana tak memakai aturan Tuhan, kaum pelangi tak mau dikriminalisasi. Dalam kamus liberal, itu hak asasi. Padahal dalam kamus agama apapun, apalagi Islam, jelas-jelas bahwa itu kriminal/jenayah. Segala bentuk penyimpangan dari perintah Allah SWT adalah jarimah atau kriminalitas. Meninggalkan Shalat lima waktu, jarimah. Menanggalkan hijab, jarimah. Berzina, jarimah. Elgebete, jarimah. 👎

Jadi jelas kan, kenapa kaum Sodom ini bisa eksis. Mereka juga berjuang, kawan! Perjuangan yang panjang dan melelahkan untuk diakui eksistensinya. Ditambah ada para pembela, plus sistem hukum yang membiarkan, negara yang juga membebaskan,eksistensi mereka kian merajalela. Masih ingat bagaimana Polisi menggerebek pesta gay di salah satu lokasi di Jakarta? Apakah mereka dihukum agar jera? Tidak. Kerana Tuhan pun dipaksa absen dari aturan. 😔

Hasilnya, lihatlah Indonesia sekarang. Lebih "Amerika" dari Amerika. Jika di negeri Uncle Sam itu sendiri, kaum pelangi perlu kurang lebih 50 tahun hingga pernikahan sejenis dilegalkan, Indonesia boleh jadi tak lama lagi. Tunggu saja. Kalau kita semua diam. Kalau pendukung kaum pelangi menang. Kalau dakwah dibungkam. Kalau aturan agama dibuang. Jika Tuhan dipaksa absen dalam setiap line kehidupan. Termasuk absen dari urusan ranjang.
Mau, seperti itu? Na'uzubillaahi min zalik.(*)
🙈🙈🙈
============================

Artikel ini pada asalnya berjudul JIKA TUHAN ABSEN DIRANJANG Oleh Asri Supatmiati yang dirilis di media Facebook /WadahAspirasiMuslimah
#tolakLGBT
============================
Raih Amal Sholeh dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
============================

Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser