Terungkap!,Ternyata Stanley Greenberg Sang Politikus Yahudi Yang Membuat Jokowi Terkenal

Terungkap!,Ternyata Stanley Greenberg Sang Politikus Yahudi Yang Membuat Jokowi Terkenal
<img src="#Jokowi.jpg" alt="Terungkap!,Ternyata Stanley Greenberg Sang Politikus Yahudi Yang Membuat Jokowi Terkenal">

FORTUNA NETWORKS.COM | Terungkap !,Ternyata Stanley Greenberg Sang Politikus Yahudi Yang Membuat Jokowi Terkenal

Fenomena melejitnya populariti dan elektabiliti Joko Widodo (Jokowi), ke puncak teratas majoritai hasil survey, poling, jajak pendapat dan liputan media massa yang luar biasa terhadapnya menimbulkan pertanyaan besar sebagian orang yang melihat banyak keganjilan (anomali) di sekitar Jokowi.

Liputan media bagai tak pernah henti menyiarkan segala aktiviti Jokowi. Berbagai event (kegiatan) terlihat begitu nyata disenariokan untuk kepentingan peliputan Jokowi dan mendorong popularitinya hingga ke titik tertinggi. Tidak cukup sampai di situ, ‘pasukan khusus’ di dunia maya (blog, socmed, artikel – artikel di media online, dan seterusnya) seolah – olah beroperasi 24 jam untuk mengkampanyekan sosok Jokowi. Tugas tambahan ‘cyber army’ ini adalah membantai/menyerang siapa saja yang memberikan penilaian miring atau mengkritik Jokowi.

Secara umum, populariti dan elektabiliti Jokowi adalah rangkaian kegiatan Jokowi yang didukung oleh peliputan media yang masif, intensif dan sistematik. Diperkuat dengan komentar– komentar dari para penggiat akademik /pengamat kelompok tertentu yang merupakan bagian dari team sukses Jokowi. Dalam setiap kegiatan Jokowi tidak lupa dikerahkan team khusus yang ‘memeriahkan dan memberi kontribusi positif’ terhadap kegiatan tersebut.

Luar biasa hebat konspirasi James Riady cs dalam mengorbitkan Jokowi ke puncak populariti demi terwujudnya mimpi mereka untuk memiliki seorang presiden Indonesia yang berada di bawah kendali dan pengaruh mereka.
Tapi, disisi lain betapa bodohnya negeri ini, Pertanyaan seperti judul di atas selalu mengganggu fikiran sebagian rakyat Indonesia yang celik fikiran dan mindanya. Jika melihat fenomena yang terjadi di tengah–tengah masyarakat kita yang latah memuja-memuji tokoh tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja-puji.

Begitu bodohkah bangsa kita ini, yang terlalu mudah terkecoh dengan pencitraan dan opini sesat yang direkayasa oleh pihak tertentu untuk memberikan kesan baik terhadap figur yang sesungguhnya tidak baik.

Begitu bodohkah bangsa Indonesia, yang tidak pernah mahu belajar dari pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis menderita meratapi kerugiannya.

Begitu bodohkah rakyat Indonesia, hingga terlalu mudah percaya berita dan opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integriti dan kredibilti seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah yang sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih hati–hati dalam menilai figur tersebut. Bagaimana mungkin kita mempercayai bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realiti pencitraan sedemikian banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu kita menganalisis apa sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku atau sutradaranya.

Begitu kasat mata rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatik, masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk pencitraan Joko Widodo. Bahkan untuk Jokowi, nama akrab Joko Widodo, rekayasa pencitraan dirinya perlu diwaspadai.

Pencitraan terhadap Jokowi dilakukan oleh sebuah team pencitraan yang lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan bertanggungjawab untuk membentuk citra diri Jokowi sesuai dengan keinginan rakyat atau target yang ditetapkan team konsultan pencitraan Jokowi.

Berdasarkan pengamatan kami yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan Jokowi sebagai ‘tokoh nasional, tokoh terpopular, calon presiden terbaik’ dan seterusnya, terlihat jelas rekayasa pencitraan Jokowi dilakukan melalui cara–cara sebagai berikut :
Ratusan media nasional dan lokal (ksuratkabar, majalah, TV, radio, media online dll) dikontrak dan dibayar untuk setiap hari memuat berita positif tentang Jokowi.

Pada media cetak yang dikontrak dan dibayar tersebut, disediakan halaman atau kolom khusus yang memuat berita positif tentang Jokowi. Pada media online, ditargetkan pemuatan berita Jokowi sampai sebanyak – banyaknya. Detik online misalnya, memuat berita tentang Jokowi bisa sampai 50 kali atau 50 judul per-hari dan selalu ditayangkan setiap saat. Begitu tingginya target frekwensi menaikan berita tentang Jokowi, sampai–sampai semua aktiviti Jokowi dimuat dan diberitakan media.

Jokowi akan naik sepeda ke kantor, jokowi lari maraton, jokowi akan mudik ke Solo, Jokowi akan ke Pluit, Jokowi nonton film, Jokowi nonton wayang, jokowi makan banyak sebelum nonton, Jokowi antar makanan ke Megawati, Jokowi bertemu si anu, Jokowi hebat, Jokowi luar biasa, Jokowi berniat, Jokowi tertawa, jokowi dikawal, Jokowi bersedih, Jokowi disambut warga, Jokowi bagi – bagi uang, Jokowi blusukan, Jokowi bermimpi, dan seterusnya…
Mungkin hanya ketika Jokowi buang angin, Jokowi buang hajat, Jokowi mimpi basah atau Jokowi sedang cebok, yang tidak dimuat oleh media massa–media massa bayaran dan kontraktor pencitraan Jokowi tersebut.
Sejumlah penyelidik dan akademik kampus disewa oleh sutradara dibalik pencitraan Jokowi untuk memberikan pendapat, penilaian dan kesan baik tentang Jokowi. Sesuai informasi yang diterima banyak staf pengajar dari Fisip UI Depok, yang dibayar untuk mendukung pencitraan Jokowi. Mereka ini rutin memberikan pendapat atau komentar positif terhadao sosok Jokowi. Perilaku para akademik seperti ini dulu kami juluki ‘pelacur intelektual’. Menggadaikan rasional dan keilmuannya demi rupiah.

Jaringan internasional digunakan untuk memberikan ‘legitimasi’ pencitraan positif tentang Jokowi. Bayangkan saja, seorang gubernur (sewaktu Jokowi jadi gubernur Jakarta) di Indonesia yang belum membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin, belum ada prestasi kerjanya, tetapi sudah dipuja puji melalui pemberitaan berbagai media di luar negeri. Informasi yang kami terima, pemuatan berita tentang Jokowi ini adalah hasil dari rekayasa James Riady, Stan Greenberg cs dan jaringan Arkansas Connection yang diduga sebagai otak dari semua rekayasa pencitraan diri Jokowi.

James Riady adalah tokoh konglomerat pemilik grup Lippo yang merupakan teman baik mantan presiden AS Bill Clinton selama puluhan tahun, sejak 1986 sampai sekarang. James memiliki banyak catatan buruk mengenai sepak terjangnya di dunia bisnis dan politik, baik di Indonesia atau pun di dunia internasional.

Sejak menganut Agama Kristian Evangelis, kedekatan James dengan tokoh Evangelis AS Pat Robertson sudah menjadi pengetahuan umum. Hal tersebut menempatkan James sebagai sosok yang selalu dicurigai umat Islam mengingat Pat Robertson, Mentor James Riady dikenal sebagai tokoh fanatik dan sangat membenci Islam/anti Islam.

   Baca Tentang Siapa Sebenarnya James Riyadi disini;

The Lippo Way@By John,Cara Sukses Ala Lippo[1]
The Lippo Way@By John,Cara Sukses Ala Lippo[2]
The Lippo Way!By John[3]"The Case of Maria Korompis The Owner of a Giant Land in Kemang Area"
The Lippo Way!@By John[4]"The Case of Matahari Department Store"
Sementara itu Stan Greenberg adalah seorang Yahudi Zionist. Partner sekaligus pemilik konsultan politik terkemuka AS, Greenberg Quinlan Rosner, Konsultan Politik yang selalu digunakan Partai Demokrat AS dan berpengalaman menjadi konsultan ratusan politisi terkenal di dunia. James dan Greenberg keduanya adalah anggota utama Arkansas Connection.

Ratusan orang, baik tenaga honor mau pun karyawan organik yang dipekerjakan di perusahaan–perusahaan Lippo Grup dan perusahaan para Konglomerat tiTaipan China yang menjadi pendukung pencitraan Jokowi, dikerahkan untuk membentuk citra palsu Jokowi melalui sosial media (socmed). Ribuan akaun di berbagai socmed (twitter, facebook, dll) dikerahkan untuk mendongkrak populariti dan kesan positif tentang sosok Jokowi. Mereka juga bertugas melindungi Jokowi dari segala bentuk kritik, termasuk pengungkapan kebenaran tentang siapa sebenarnya Jokowi.

Rekayasa pencitraan Jokowi tidak hanya didukung oleh James Riady, Staney Greeberg dan Arkansas Connection, melainkan juga oleh majoriti konglomerat China Indonesia, jaringan etnik China dunia/internasional, segelintir tokoh dan konglomerat pribumi serta dari berbagai kalangan /lembaga / Insititusi non Muslim, Gereja, majoriti Komunit China Indonesia dan seterusnya. Benar–benar sebuah konspirasi tingkat tinggi yang dibentuk dan dijalankan dalam rangka mensukseskan Jokowi sebagai presiden boneka di Indonesia.

Pencitraan Jokowi yang luar biasa, menghabiskan sumber daya uang, waktu dan tenaga yang sangat besar itu, juga berhasil menutupi fakta–fakta yang sebenarnya tentang karakter, kinerja dan track record Jokowi. Masyarakat tidak lagi berfikir logik dan tidak skeptis dalam menilai sosok Jokowi. Begitu banyak catatan buruk tentang Jokowi yang diabaikan atau terlindas oleh tsunami informasi dan opini yang disebarkan konspirasi tingkat tinggi ini. Fakta bahwa Jokowi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) atau penilaian kinerja Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri) yang membuktikan prestasi Jokowi biasa–biasa saja, malah lebih buruk dibanding kinerja rata – rata keptua daerah se–Indonesia, tidak menjadi perhatian rakyat.

Fakta bahwa Jokowi patut diduga terlibat beberapa jenayah korupsi seperti;

  • Korupsi Pelepasan Aset Pemda (Pemerintah Daerah) Solo (Hotel Maliyawan), Korupsi Dana KONI Solo sebesar Rp. 5 miliar,
  • Korupsi Hibah Dana Rehabiliti Pasar dari Pemda Jawa Tengah Rp.1 miliar, Korupsi Dana Bantuan Siswa Miskin Solo,
  • Korupsi Projek Pengadaan Videotron Manahan Solo,
  • Korupsi Renovasi THR Sriwedari Solo, dan lain – lain, diabaikan begitu saja oleh rakyat Indonesia.
Belum lagi dugaan korupsi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Program KJS dan KJP, KKN pada penunjukan pemenang dan pelaksana projek MRT/Monorail Jakarta, korupsi pengadaan sumur resapan dan lain – lain.
<img src="#Jokowi.jpg" alt="Terungkap!,Ternyata Stanley Greenberg Sang Politikus Yahudi Yang Membuat Jokowi Terkenal">
(Ilustrasi Photo Untuk Mendongkrak Populariti) Presiden Joko Widodo beserta rombongan menyempatkan diri jalan-jalan ke kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (30/12/2017).(Fotografer Kepresidenan Agus Suparto)

Setiap zaman baik dalam kondisi normal atau pun dalam krisis politik, selalu menghasilkan dua alternatif: kehancuran dan kebangkitan. Setiap krisis politik akan melahirkan pahlawan dan bajingan. Bagi mereka yang berpandangan fatalis, krisis melulu dianggap sebagai malapetaka. Sebaliknya, bagi mereka yang penuh harapan, krisis bukan berarti celaka.

Krisis bisa berarti proses berat penuh tantangan yang harus dilalui sebelum “melahirkan”. sesuatu. Krisis ibarat perjuangan seorang ibu sebelum melahirkan “bayi-kebahagiaan” yang segera mengganti semua tangis menjadi derai-tawa.
Krisis kepemimpinan bisa secara alamiah, Namun bisa juga dengan rekayasa penciptaan opini palsu melalui mediamedia seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.

Sekelompok Konglomerat Taipan China bersatu padu, bergabung dengan jaringan internasional seperti Arkansas Connection dan Jaringan China dunia yang didukung penuh pemerintah China melalui China Military Intellegence (CMI) atau dukungan dana tak terbatas dari perusahaan kedok / samaran bernama China Resources Corporation Ltd yang selama puluhan tahun memberikan bantuan finansial ke kelompok Lippo Grup di seluruh dunia.

Dengan anggaran tidak terbatas, jaringan dan penguasaan media yang majoriti, kemampuan teknik rekayasa komunikasi politik dan opini, kelompok ini mampu menghancurkan semua tokoh yang berpotensi mengalahkan Jokowi dan mengantarkan Jokowi menjadi primadona tunggal di media–media dan ruang publik.

Untuk mencapai prestasi ini, tidak tanggung–tanggung, turut bergabung sebagai pemain utama di balik Jokowi, pakar konsultan politik terkemuka Stanley Greenberg, yang terbukti sukses mengantarkan Bill Clinton menjadi presiden AS untuk dua periode dan 11 pemimpin (presiden dan perdana menteri) lainnya di negara masing–masing.

Memang tidak pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya, bisa hadir sosok seorang James Riady yang dalam dirinya bisa menyatu dua kekuatan utama dunia yakni China dan USA, yang dalam hal ini diwakili oleh Arkansas Connection.

Meski bukan organisasi resmi negara AS, Arkansas Connnetion, dimana James Riady sebagai salah satu elitnya, adalah organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintahan Obama, Presiden AS yang sangat menghormati dan mendengar saran–saran Arkansas Connection.

Sebuah Krisis, kerananya, juga selalu menghasilkan pecundang dan pahlawan. Para pecundang adalah mereka yang mahu melakukan apa saja, terutama dengan imbalan bayaran sebagaimana terjadi pada tokoh–tokoh dan selebriti Indonesia.

Mereka rela melacurkan pendapat dan hati nurani mereka, ikut – ikutan memuja seorang anak-manusia yang bernama Jokowi, meski sadar sepenuhya bahwa Jokowi itu belum layak dan tidak semestinya mendapat apreasiasi luar biasa seperti itu kerana kapasiti, integriti, kapabiliti dan kredibiliti Jokowi yang sebenarnya jauh dari memadai untuk dapat disebut pemimpin yang berhasil.

Mereka yang berdiri di belakang Jokowi dengan menggadaikan akal sehat dan hati nuraninya itu adalah para pecundang, pelacur intelektual.

Mereka termasuk para oportunis politik, yang mahu mengambil keuntungan di tengah-tengah luka bangsa yang menganga, dominasi kebodohan pada majoriti rakyat Indonesia yang seharusnya mereka bimbing dengan memberikan penilaian atau pendapat yang rasional dan objektif.

Mereka malah memainkan peran sebagai penjerumus, majoriti rakyat Indonesia yang menaruh kepercayaan kepada mereka.

Mereka menjadi pencundang bukan kerana kalah dalam pertarungan. Tapi, kerana mereka memilih untuk takluk pada kepentingan pribadinya, di kala bangsa dan negara masih memerlukan pengorbanan, kejujuran dan contoh tauladan.

Sementara itu, para pahlawan adalah mereka yang rela menanggung derita, kecewa, bahkan kesempatan untuk menjadi populer kerana berani berbeda pendapat dengan opini arus utama (mainstream). Para pahlawan adalah mereka yang berani bersikap tegas dan konsisten membela kebenaran dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.

Sejatinya mereka yang berani bersikap tegas dan menjunjung tinggi objektif ini adalah para pemenang, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk rakyat banyak meski konsekwensinya mereka diserang oleh pasukan khusus pembentuk opini yang berjumlah ribuan orang banyaknya.

Pasukan khusus nasi kotak ini bersiaga 24 jam sehari, 7 jam seminggu dan 30 hari sebulan, siap membully siapa saja yang berani berpendapat berbeda apalagi mengecam sang tokoh boneka bernama Jokowi yang diagung – agungkan laksana santo atau nabi.

Para pecundang adalah mereka yang mandi kekayaan dari uang bayaran, yang diterimanya dari para cukong penyandang dana pencapresan Jokowi. Begitu banyak uang yang digunakan penyandang dana Jokowi untuk mendukung kesuksesan rencana mereka menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka yang di bawah kendali mereka.

Tujuan akhirnya, tentu saja keuntungan yang berlipat ganda yang akan mereka peroleh, ekonomi dan politik, jika nanti Jokowi berhasil mereka dudukan sebagai presiden boneka.


Para pecundang adalah mereka yang terdiam meski banyak korupsi besar gila – gilaan di depan mata. Misalnya dalam kasus PLN dan Pertamina yang coba dirampok habis oleh Dahlan Iskan dengan cara licik dan memakai perisai opini media sebagai pelindungnya.

Bukan itu saja, para pecundang adalah yang memanfaatkan konspirasi media untuk menjatuhkan citra para tokoh lawan potensi jagoan mereka dengan menyebar fitnah – fitnah keji. Mereka tak segan-segan gunakan segala macam isu untuk menghantam lawannya.

Mula dari isu SARA hingga tuduhan korupsi. Mereka melakukan pemutarbalikan fakta yang didukung oleh media–media dan strategi komunikasi politik canggih yang disusun secara masif, sistematik, terencana dengan baik dan didukung dana yang luar biasa besar.

Kita semua bisa menjadi pecundang. Bisa pula menjadi pahlawan. Sebab predikat demikian sangat situasional dan tergantung siapa yang memberikan.

Seorang pahlawan hari kemarin, bisa menjadi pecundang hari ini. Begitu pula sebaliknya.

Celakalah mereka yang terus-menerus memainkan peranan pencundang dari hari kemarin hingga kini.

Sebab itu kita perlu memberikan penghargaan yang tulus bagi Mantan Jenderal Prabowo Subinto yang dengan gigih melindungi partainya dari tekanan dahysat langsung atau tidak langsung dari para konglomerat hitam yang ingin memaksakan agar beliau mundur,atau untuk tidak ikut serta pada Pemilihan Presiden Indonesia (Pilpres2019)

Upaya Pak Prabowo melindungi partainya dari infiltrasi para konglomerat Mafia China yang ingin menguasai partai Gerindra dan Indonesia dengan bantuan  pengkhianat- pengkhianat NKRI patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Upaya Pak Prabowo menyelamatkan partainya, sesungguhnya juga mengandung makna telah menyelamatkan Bangsa dan Negara Indonesia dari penguasaan para Konglomerat Mafia China hitam, sebagian tokoh mantan jendaral yang ambisius dan buta mata hatinya dan para politisi pengkhianat bangsa yang tega melihat negara ini hancur demi memuaskan syahwat kekuasaan dan kekayaan pribadi.Wallahua'lam.
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser