#Joko Widodo:Presiden Indonesia yang Menghadapi Masalah Luar-Dalam

#Joko Widodo:Presiden Indonesia yang Menghadapi Masalah Luar-Dalam

FORTUNA NETWORKS.COM | Jangan tersulut dulu oleh judul tulisan ini. Yang saya maksud “Menghadapi Masalah Luar-Dalam” itu adalah bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya dirundung masalah dalam mengelola isu-isu dalam Negeri (domestik). Beliau juga mungkin membuat orang luar heran kenapa terus-menerus absen dari forum-forum internasional, seakan-akan menghindar.

Pak Jokowi empat kali absen dari sidang Majelis Umum PBB (UN General Assembly, UN-GA). Yang terbaru, Jokowi absen dari pertemuan puncak G-20 di Argentina. Lagi-lagi dia mengirim Wapres (Wakil/Timbalan Presiden) Jusuf Kalla. Padahal, mimbar UN-GA atau G-20 bisa digunakan untuk memperlihatkan posisi Indonesia sebagai negara besar. Negara dengan kekuatan geo-politik yang besar. Sekaligus market yang besar juga. Artinya, ruangan UN-GA dan G-20 plus Agenda-agenda khusus Antar-Ketua Negara bisa dijadikan peluang untuk menguatkan eksistensi Indonesia di Komuniti Internasional dan Regional berkaitan dengan berbagai pertikaian yang masih belum selesai.

<img src="#2019PrabowoSubiantoPresiden.jpg" alt="#Joko Widodo:Presiden Indonesia yang Menghadapi Masalah Luar-Dalam ">

Absen satu kali di UN-GA bisa difahami. Tapi, absen empat kali memerlukan penjelasan ekstra.
Kalau Pak Jokowi hadir di sana dan aktif mencari mitra dialog untuk isu-isu yang berkaitan langsung dengan kepentingan Indonesia, tentu orang lain akan menghitung kita. Apalagi kalau Jokowi bisa menunjukkan kemampuan diplomasi yang setara dengan lawan bicara. Seperti PM Mahathir Mohamad di era kejayaannya tempohari, berdiri tegak melawan kesewenangan Britain dan Amerika Syarikat.
Kira-kira apa yang menyebabkan Pak Jokowi seolah “tak suka” forum Internasional?
Tidak ada yang tahu secara persis. Hanya saja, bisa diduga dari ‘nature’ pergaulan Internasional. Mereka itu adalah komuniti para pemimpin handal yang menggunakan Bahasa Internasional. Pentas Internasional itu pasti “challenging” (penuh tantangan). Di sana, pemolesan kapabiliti dan kapasiti tak bisa dilakukan. Begitu tampil, mahu tak mahu akan tersingkap keaslian dan kepalsuan. 'Tak bisa disembunyikan'.!

Berbeda dengan urusan di dalam Negeri sendiri. Banyak yang bisa dilempar ke para pembantu, para Menteri, Staf Ahli, dll. Ditambah lagi dukungan media-media besar yang sudah di tangan. Media yang menunya bisa dipesan oleh para penguasa. 'Klop. Itu pun masih kucar-kacir juga'.

Di panggung Antarabangsa, Anda langsung berhadapan face-to-face dengan para ketua pemerintahan yang berkelas singa podium. Mereka adala politisi-politisi berpengalaman yang terlatih argumentatif dan selalu artikulat. Berbicara tanpa hesitasi. Menjawab tanpa jedah. Setiap kata keluar bagai peluru. Para wartawan sering “kehabisan bahan”.
Mereka senang suasana yang menantang. Tapi selalu mulus melewati kepungan wartawan-wartawan kelas dunia. Selalu bisa lolos dari pertanyaan-pertanyaan rumit. Mereka pantang menyerahkan jawaban kepada Menteri atau Jurubicara.

Itulah gambaran tentang forum internasional. Para wartawan seringkali tak bersahabat. Apalagi diatur. Diskenariokan. Tak bakalan. Anda akan megap-megap kalau tidak menguasai masalah dan tidak cakap dalam menguraikan jawaban.

   READ MORE
Inilah 30 ALASAN & Pertimbangan Yang Sehat,Mengapa Anda Memilih #2019 Prabowo Subianto Presiden Indonesia
Inilah #14 JAWABAN,BERITA HOAX & FITNAH #Black Campaign TERHADAP CAPRES#2019 PRABOWO SUBIANTO
#2019PrabowoSubiantoPresidenRI; Sang Jenderal Idola & Dicintai Rakyat Indonesia
Inilah Situasi Yang Akan Membuat Pak Prabowo Menangis Bila Bertemu Kader Partai & Rakyat Indonesia
#Indonesia Election News; MENGAPA JENDERAL PRABOWO 'DITAKUTI' OLEH SEBAGIAN JENDERAL?
<img src="#2019PrabowoSubiantoPresiden.jpg" alt="#Joko Widodo:Presiden Indonesia yang Menghadapi Masalah Luar-Dalam ">
Audien Forum heran-melongo serta terpinga-pinga,Apa ya, sebenarnya yang dibicarakan Jokowi. Malah Jokowi sendiri khabarnya ,tak memahami langsung skrip ucapan tentang "Thanos" tersebut
Saya punya feeling begini. Kalau ada yang berani bertanya kepada Pak Jokowi apa yang paling tak disukainya, dan beliau mahu berkata dengan jujur, saya percaya jawabannya adalah “forum internasional”. Ini yang kelihatannya menjadi momok bagi Pak Jokowi. Inilah yang membuat beliau alergi.

Berdasarkan pengalaman saya meliput forum-forum internasional, para politisi yang berjabatan tinggi 'pantang menjadi rusa'. Mereka 'harus manjadi singa'. Sebab, mereka seringkali dikerumuni oleh serigala. Singkat kata, nyali, kapabiliti, dan kapasiti harus selalu di posisi “on”. Stand-by setiap saat.

Sebagai rakyat, kita semua prihatin dengan absensi Pak Jokowi di berbagai forum penting internasional. Di satu sisi, kita tidak ingin Pak Jokowi dianggap tak memiliki kemampuan analitik. Tak memiliki kemampuan komunikasi. Tak memiliki kapabiliti, dlsb. Tetapi, di sisi lain, kita semua mendambakan presiden yang ‘charming’ dan berkaliber. Tidak gerah di pentas-pentas internasional.

Entahlah! Saya hanya bisa mengatakan kita semua harus menerima kenyataan yang ada. Inilah presiden kita. Anda semua boleh-boleh saja berekspektasi tinggi. Tetapi, Anda semua harus ikhlas dan berlapang dada.

Cuma saya sepakat bahwa Indonesia, kita semua, sangat wajar (deserves) memiliki presiden yang berkualiti mendekati kesempurnaan. Meskipun kita sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kita wajar memiliki presiden yang berliterasi tinggi. Presiden yang bisa menyetarakan dirinya dengan para pemimpin internasional.

Indonesia wajar, dan perlu, mempunyai pemimpin yang mampu memberikan pengarahan. Bukan yang menunggu atau meminta pengarahan. Presiden yang sangat faham tentang masalah-masalah bangsa dan bisa mendeskripsikan berbagai solusi yang variatif dari satu isu ke isu lain. Presiden yang biasa dengan kerumitan.

Presiden yang bersemangat menghadiri forum-forum internasional. Presiden yang bisa membentuk arus alternatif di panggung dunia.

Sayangnya, hari ini kita harus legowo dengan Pak Jokowi yang tak mulus di luar dan sarat dengan masalah di dalam. Semoga saja “ketimpangan” ini bisa diperbaiki melalui proses pemilihan presiden tahun depan.
____________________

Artikel ini telah diposting di facebook dengan judul Jokowi: "Presiden Kita yang Menghadapi Masalah Luar-Dalam" By Asyari Usman Penulis adalah wartawan senior.
Editor by Admin Fortuna Networks.Com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser