[Video] Tragedi 23 Mei 2019; "Apa Gerangan yang Menyebabkan 'Aparat Uniform Gelap' Menjadi Begitu Sadis, Kalap dan Lupa Diri?"

[Video] Tragedi 23 Mei 2019; "Apa Gerangan yang Menyebabkan 'Aparat Uniform Gelap' Menjadi Begitu Sadis, Kalap dan Lupa Diri?"
Berita kematian remaja Muhamad Harun Al Rasyid pada #DemoAmanKedaulatanRakyat 21-22 Mei 2019 Jakarta, dengan tewasnya secara tidak wajar membuat kita hanya bisa mengelus dada.."Ada Apa Dengan Negeri Ini"??..


Hingga saat ini, IbuBapa Muhamad Harun Al Rasyid (15), belum diberikan informasi secara jelas oleh Polisi apa penyebab kematian anaknya dalam kejadian kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Menurut Ayah Harun AlRasyid, Bpk Didin Wayudin, sebelum keluarga dapat mengambil jasad anaknya di Hospital Kramat Jati, ada sejumlah relawan yang datang ke rumahnya untuk memastikan data-data yang mereka peroleh. Mereka yang merupakan petugas medis datang untuk memastikan bahwa korban adalah Harun Al Rasyid.

"Ada relawan datang, cerita mengenai anak saya. Dibawa ke Hospital Dharmais, dengan kepala belakang sudah melembek, ada lubang bekas peluru di tangan kiri. Katanya tembus ke paru-paru dan jantung," kata Didin, saat berbincang kepada wartawan TV-One, Isnin 27 Mei 2019.
Kerana kondisinya yang cukup parah, Harun tidak ditangani lama di Hospital Dharmais. Kerana kondisinya yang makin memburuk, pada pukul 21.45 Wib, Harun dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya langsung dibawa ke Hospital KramatJati, Jakarta Timur.
"Kerana tidak dapat bertahan, katanya anak saya meninggal pada pukul 21.45. Dia dinyatakan meninggal," katanya.
Terkait dengan kejadian ini, Bpk Didin Wayudin yakin akan menuntut kepada pemerintah. Dia berharap, banyak pihak yang membantu untuk mencari keadilan atas kematian anaknya.[1]

Berikut rangkuman peristiwa, pelengkap artikel ini yang sangat menarik, ditulis oleh Asyari Usman, Mantan Wartawan BBC,UK.England (yang juga sahabat facebook saya)


Hampir tidak ada bedanya dengan keberingasan Tentara Israel ketika mengejar anak-anak remaja yang melakukan ‘intifada’. Bahkan, mungkin yang ini lebih sadis lagi. Jangan-jangan mereka telah dikursuskan tentang cara melakukan kesadisan. Cara menyiksa dengan mengeroyok.

Begitulah kesimpulan Saya setelah memutar beberapa kali video yang menunjukkan seseorang yang tak lagi berbaju, sedang dikeroyok oleh sekitar 8-10 petugas yang ber-Uniform gelap. Mereka ada yang memegang senjata laras dan alat-alat proteksi tubuh yang cukup lengkap. Beberapa orang menyandang tameng (perisai). Rata-rata mereka memegang semacam kayu panjang (diperkirakan potongan rotan).

Video ini direkam dari posisi gedung bertingkat. Lokasi kejadiannya tampak seperti halaman Masjid. Perekam video itu berkomentar bahwa seseorang yang dikeroyok itu kemungkinan anak remaja.

Para pengeroyok itu beringas bagaikan sudah lama tidak berjumpa mangsa. Yang dikeroyok tampak tidak lagi bergerak. Apalagi melawan. Ada sesekali dia terlihat menggerakkan kakinya. Mungkin, itulah gerakan terakhir anak tsb.

Metode penyiksaan itu tidak tanggung-tanggung. Para petugas yang memegang senjata laras memukulkan popor dan batang senjata mereka dengan ‘full force’ (sekuat tenaga). Yang lain-lainnya memukulkan rotan ke tubuh yang tampak telah lembik terkulai-kulai itu.

Dengan kaki yang terbungkus sepatu ‘riot gear’ (sepatu keras), salah seorang petugas berseragam gelap itu menendang bagian dada atau kepala anak itu. Sekuat tenaga juga. Bayangan saya, seandainya pun badan anak itu sedang dibalut alat proteksi, hampir pasti dia akan mengalami luka berat. Luar-dalam. Tak mungkin selamat dengan tendangan yang diayunkan sepenuh hati itu.

Dalam keadaan yang sudah tak bergerak lagi, masih sanggup para pengeroyok bersenjata lengkap itu memukuli si anak malang tsb. Luar biasa hebat Aparat Uniform gelap.!!!

Setelah puas mengeroyok anak itu, dua orang petugas menyeret tubuh yang ‘telah diam’ itu ke satu tempat. Rekaman video pun selesai.
<img src="#Tragedi23Mei2019.jpg" alt="[Video]Tragedi 23 Mei 2019; "Apa Gerangan yang Menyebabkan 'Aparat Uniform Gelap' Menjadi Begitu Sadis, Kalap dan Lupa Diri> ">
Ilustrasi Image ; "SIMILAR to Brutality"


Setelah melihat video itu, saya bertanya-tanya-
"Apa gerangan yang menyebabkan Aparat Uniform gelap menjadi begitu Sadis, Beringas, Kalap dan Lupa Diri?"

 "Pendidikan atau pelatihan macam apa yang diberikan kepada mereka?" 

  "Indoktrinasi seperti apa yang disuntikkan ke kepala mereka?"
Terus, Apakah ada #SOP (Standard Operating Procedure) untuk mengeroyok target yang sudah tak berkutik, yang telah terkulai-kulai?

Apakah ada materi pelatihan yang khusus menghilangkan rasa kasihan terhadap korban yang sudah tak berdaya?
Apakah tidak ada materi tentang kemanusiaan dan keberadaban?

Apakah mereka sengaja dilatih untuk menjadi seperti, (Maaf), serigala kelaparan? Yaitu, serigala yang akan mengeroyok mangsanya sampai mati?
Aparat seragam gelap di video itu bagaikan tidak pernah tahu Pancasila. Bagaikan tak kenal Tuhan. Seperti orang yang tak beragama. Bagaikan tak punya anak-kemenakan remaja.

Ingin rasanya mendapatkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Tapi, ada video lain yang bisa “menghibur”. Yaitu, rekaman Video, yang menunjukkan ratusan petugas Uniform gelap berjoget gembira di jalanan. Mereka tampak senang. Melompat-lompat kegirangan. Kurang jelas apakah mereka berjoget-ria setelah berhasil mengeroyok sampai tuntas anak remaja itu.

Saya teringat dengan nasib Rakyat Palestine yang dikejami terus-menerus oleh Polisi dan Tentara Israel. Teringat dalam konteks begini: mengapa tidak kita salurkan saja kehebatan petugas Uniform gelap itu untuk melindungi warga Palestine?

Saya bayangkan, ketangkasan keroyok seragam gelap itu mungkin bisa menghalau Tentara Israel dari Tanah Palestine. Barangkali perlu kita coba. Siapa tahu! [2]
--------------------------------
[2]  By Asyari Usman (Penulis adalah wartawan senior)
[1] Sumber; www.viva.co.id/berita/nasional/1152864

Editor; HSZ/FortunaNetworks.Com/

[VIDEO] Polisi Bantai Harun Rasyid Sampai Tewas - Tragedi 22 Mei 2019


Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser