#2019PresidentialElectionDisputeIndonesia; "Mahkamah Konstitusi Akan Menghukum Perampok atau Menjadi Korban Perampokan?"

#2019PresidentialElectionDisputeIndonesia; "Mahkamah Konstitusi Akan Menghukum Perampok atau Menjadi Korban Perampokan?"

FORTUNA NETWORKS.COM | #2019PresidentialElection Dispute Indonesia; "Mahkamah Konstitusi Akan Menghukum Perampok atau Menjadi Korban Perampokan?"

Since-2009 Democracy is Dead In Indonesia. Hasil Pemilu dan #Pilpres 2009, #2014 dan #2019 Adalah Manipulatif Hasil Pencurangan dan Pelanggaran Secara Sistematis dan Masif So, Jika Regim Boneka Ini Terus Berkuasa, Otoritarianisme Akan Merajalela. Diantaranya Melalui Undang-Undang HPidana Baru.

<img src="#2019PresidentialElectionINA.jpg" alt= "#2019PresidentialElectionDisputeIndonesia; "Mahkamah Konstitusi Akan Menghukum Perampok atau Menjadi Korban Perampokan?">

Ujian independensi Mahkamah Konstitusi (MK) akan terlihat besok
[27 June 2019]. Mereka para 9 Tokoh Hakim akan memutuskan siapa Pemenang Sengketa Hasil #Pilpres2019. Mari kita saksikan apakah MK akan menghukum perampok atau menghukum korban perampokan.

Tidak perlu dibawa berbelit-belit apalagi berkelit-kelit. Konstelasi #Pilpres2019 ini sudah sangat terang-benderang. Yaitu, ada gerombolan pemilik berbagai macam kekuasaan yang merampok kemenangan rakyat; dan ada korban yang dirampok (Prabowo-Sandi). Semuanya hitam-putih. Tidak ada yang abu-abu.!!

Rekonstruksi kejahatan #Pilpres2019 ini dapat dilakukan persis seperti konstruksinya. Situasi yang ada saat ini sama sekali tidak ruwet, rumit. Yang satu melakukan kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) dalam proses panjang #Pilpres2019, sedangkan yang satu lagi mengikuti kontestasi Demokrasi dengan jujur dan terhormat
.
MK tidak perlu menulis naskah putusan panjang-lebar. Tidak perlu berhalaman-halaman. Cukup satu halaman saja. Bahkan, mungkin cukup beberapa paragraf saja.

MK sudah mendengarkan dan menyaksikan bukti-bukti kecurangan #Pilpres2019 itu. Bukti yang solid dan telak. Ada banyak bukti keras yang terungkap di Persidangan MK, dan berjubel pula bukti di luar persidangan. Bukti-bukti itu tak terbantahkan oleh siapa pun juga. Kesaksian ilmiah dari
 Prof Jazwar Koto, PhD, tentang penggelembungan 22 juta Suara Pilpres2019, tidak bisa dipatahkan oleh KPU dan Termohon/Paslonpres 01.
Prof Jazwar Koto,PhD menguraikan temuannya berdasarkan metode ‘digital forensic’.  Beliau dikenal di dunia kerana dia adalah penemu dan pemberi sertifikat ‘finger print’ dan ‘eye-print’.

Seorang lagi saksi ahli yang memiliki reputasi adalah Idham Amiruddin. Dia adalah ahli IT. Idham ‘mengacak-acak’ DPT Pilpres2019 dengan bantuan piranti lunak (software) FoxPro. Sebagai contoh, dia bisa memergoki 1,354 orang yang memiliki KTP tetapi tidak punya KK (Kartu Keluarga).

Terus, ada contoh 290 orang yang memiliki NIK (nomor induk kependdukan) yang sama. Kemudian, dengan mudah ditemukan pula contoh 137 orang dengan NIK yang lain lagi. Juga sama persis.

Padahal, NIK itu dibuat unik. Artinya, tidak ada satu orang pun yang ber-NIK sama dengan orang lain. Inilah antara lain contoh-contoh temuan Idham di DPT #Pemilu2019. Idham menyebutnya NIK siluman atau NIK rekayasa.

   READ MORE
Lucius Calpurnius Piso Caesoninus; “Tegakkan Keadilan Walaupun Langit Akan Runtuh"
Inilah Ambisi Dan Ancaman Nyata Dari RRChina Terhadap Kedaulatan Indonesia [2-Akhir]
KEKUATAN KAKI -TANGAN RRCHINA DI INDONESIA
[Video] Tragedi 23 Mei 2019; "Apa Gerangan Yang Menyebabkan 'Aparat Uniform Gelap' Menjadi Begitu Sadis, Kalap Dan Lupa Diri?"



Beranjak ke kesaksian lain. Fakta yang sangat menyeramkan. Desain pencurangan yang sangat kotor. TKN Jokowi-Ma’ruf membuat pelatihan yang salah satu materinya bertajuk “Kecurangan adalah Bagian dari Demokrasi”.

Apa pun dalih yang dikatakan oleh saksi dari pihak Terkait (01), Anas Nashikin, tentang judul yang berbau premanisme itu,KITA Rakyat Indonesia, pantas menilai bahwa thema ini secara psikologis adalah inti dari pemikiran kubu 01. Inti dari keinginan mereka tentang pilpres 2019. Itulah target mereka. Itulah mentalitas mereka. Yaitu, Mencurangi Demokrasi. Mencurangi Pilpres.!!

Tanpa mereka sadari, atau dalam bahasan lain “begitulah cara Allah Yang Maha Kuasa Menunjukkan Kejorokan Akal Kubu #01, Tajuk Materi ‘training for trainers’ TKN itu adalah ‘headline’ fikiran mereka tentang Pilpres. Muslihat-muslihat kecuranganlah yang menjadi fokus fikiran mereka.

Inilah kecurangan kualitatif yang dibeberkan oleh Caleg (Calon Legislatif) PBB, #HairulAnas, sebagai saksi dari Team #02 Prabowo-Sandi.

Tidak salah untuk disimpulkan bahwa bagi TKN #01, kecurangan wajar-wajar saja dilakukan dalam proses demokrasi. Tak heran kalau kecuranganlah yang mereka jabarkan di #Pilpres2019 ini, Yakni kecurangan yang rapi dan meluas. Mereka berhasil melakukan itu.!

Tetapi, sebaliknya, pihak yang dicurangi, yang dirampok kemenangannya, juga sukses membongkar perbuatan bejat KPU (KomisiPemilihanUmum) dan Termohon. Anas Nashikin adalah saksi yang ‘jujur’ di depan para Hakim MK.

Berbagai bukti yang dihadirkan di Sidang-sidang MK hanya sebagian kecil saja dari sekian banyak bukti kecurangan itu. Yang lebih banyak lagi adalah bukti-bukti yang tak terekam tapi semua orang tahu. Bukti yang tak memiliki saksi, tapi disaksikan oleh banyak orang.

Para Hakim MK, para Termohon, pihak-pihak terkait serta khalayak umum dapat disebut tahu persis tentang kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) itu. Semua kita menyaksikan ‘abuse of power’ oleh petahana (incumbent). Inilah Salah Satu Bentuk Kecurangan Masif #Pilpres2019,.!!!
Siapa yang tidak melihat keberpihakan institusi Kepolisian RI (Polri) kepada petahana (incumbent)?
Siapa yang tidak tahu Aparat Kepolisian ikut menggalang dukungan untuk petahana 
(incumbent)?

 Siapa yang tidak tahu macam-macam ‘pendekatan’ kepolisian ke masyarakat untuk memenangkan petahana 
(incumbent)?

Tanpa rekaman Audi atau Video pun, Anda semua bisa lihat betapa transparannya Aparat Kepolisian RI melakukan keberpihakan itu.!!!

Itu baru Kepolisian. Banyak lagi Institusi Negara yang disalahgunakan oleh petahana (incumbent). Termasuklah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian BUMN, dll.

Dan BUMN-BUMN itu sendiri pun juga disalahgunakan. Mana bukti tertulisnya? Memang tidak ada kalau itu yang Anda minta. Tapi, kalau Anda menggunakan mata-kepala dan mata-hati, tak perlulah Anda menanyakan buktinya?!

Saya sudahi saja tulisan ini dengan menyebutkan kewajaran bagi MK untuk menghukum kecurangan cawapres #01, Ma’ruf Amin. Dia terbukti melanggar aturan Pemilu yang mengharuskan Pak Kiyai melepaskan semua jabatannya di berbagai Lembaga Milik Negara, dalam hal ini BUMN (Badan Usaha Modal Nasional). Ma’ruf menduduki posisi Komisaris di sejumlah Anak Perusahaan BUMN yang berkedudukan sama dengan BUMN itu sendiri.

Jadi, dalam Sidang Putusan MK besok [27June2019], kita wajar menantikan keputusan MK yang mendiskualifikasikan Ma’ruf Amin dari posisi Cawapres.
MK punya bukti dan alasan yang sangat kuat untuk itu.

Diskualifikasi juga seharusnya mengancam Jokowi. MK telah mendengarkan pembeberan bukti-bukti keras tentang pelanggaran yang diyakini telah dilakukan oleh petahana. Tidak hanya itu, MK juga wajar membatalkan #Pilpres2019 sesuai permintaan Team Hukum #02 Prabowo-Sandi.
By Asyari Usman (Penulis adalah wartawan senior)
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser