SIAPA BILANG MEREKA SUDAH MERDEKA?

SIAPA BILANG MEREKA SUDAH MERDEKA?

FORTUNA NETWORKS.COM | SIAPA BILANG MEREKA SUDAH MERDEKA?

Sempena Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Indonesia hari ini [17 Ogos 2019] Saya share sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Sahabat Facebook Saya Asyari Usman, seorang wartawan veteran BBC,UK,England yang kini aktif menulis tentang pelbagai artikel politik & journal. Terima Kasih,

<img src="#Indonesian Independence Day,.jpg" alt="SIAPA BILANG MEREKA SUDAH MERDEKA?">
Sebagaimana ritual mewah-meriah setiap tahun di Istana Negara,Indonesia. Istana Gubernur, Istana Bupati, Istana Walikota, hari ini juga akan berlangsung peringatan Kemerdekaan RI ke-74. Dengan segala tayangan kehebatan segelintir orang. Mereka itulah yang sudah lama dan sudah banyak menikmati kemerdekaan.

Mereka datang ke Istana dengan kendaraan supermewah. Dengan busana serba baru dan ‘high class’. Tas tangan puluhan juta. Sepatu belasan juta. Jam tangan ratusan juta.

Mereka telah lama menikmati kemerdekaan di atas penderitaan rakyat miskin. Ada yang menyandang sebutan konglomerat, pengusaha besar, presiden, mantan presiden, ketua DPR, menteri, mantan menteri, ketua MA[Mahkamah Agung], ketua MK[Mahkamah Konstitusi], dir-ut BUMN [Badan Usha Modal Nasional/GLC], komisaris BUMN, gubernur, bupati, anggota badan-badan negara, para petinggi berbintang yang memiliki piaraan, dan banyak lagi.

Mereka memiliki kekayaan tunai miliaran/billions, belasan miliar, puluhan miliar, ratusan miliar, sampai triliunan/trillions.

Mereka itulah yang sudah merdeka. Merdeka dari kekurangan. Merdeka dari kesulitan hidup. Yang telah lama merdeka dari panas terik matahari. Merdeka menikmati fasilitas perawatan medis kelas dunia. Merdeka menggunakan pesawat jet pribadi, terbang dengan first class, business class. Duduk-duduk di lounge bandara/airport dengan sajian makanan-minuman serba mewah dan melimpah-ruah.

Merekalah yang telah mengumpulkan kekayaan pribadi dengan berbagai cara. Cara yang halal, setengah halal, atau dengan segala cara. Banyak mereka yang mengumpulkan kekayaan dengan cara yang haram dan sangat tidak terhormat.

Merekalah yang bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke luar negeri. Membeli rumah atau apartemen mewah di kota-kota mahal. Memiliki rekening/akaun bank dalam dollar, pound-sterling, euro, yuan, yen, dll. Berliburan secara reguler dengan fasilitas serba lux.



Tetapi, setelah 74 tahun, masih banyak rakyat Indonesia yang belum merdeka. Belum merdeka dari kemiskinan. Belum merdeka dari kesulitan hidup dan himpitan ekonomi. Belum merdeka dari profesi pemulung sampah. Belum merdeka dari status gelandangan.

Masih banyak yang meminta-minta di jalanan. Masih banyak yang terpaksa menghuni kandang haiwan. Makan seadanya. Tidak bisa menikmati air bersih.

Masih banyak yang harus berdagang asongan pada usia sekolah. Atau terpaksa putus sekolah demi membantu keluarga.

Masih banyak yang belum merdeka di tengah kemeriahan upacara dan acara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 ini.

Petani kecil, petani buruhan, petani sawit dan karet/getah satu hektaran atau lebih kecil lagi, masih belum merdeka dari kesewenangan harga. Semua petani kecil masih belum merdeka dari apa yang disebut dengan bangga sebagai ‘mekanisme pasar’ oleh para liberalis-kapitalis.

Silih berganti pemeritah membanggakan prestasi mereka. Ada yang bangga dengan projek-projek infrastruktur utangan. Bangga dengan Tol laut dan Tol darat yang sama sekali tidak terkait dengan rakyat miskin. Bangga mengundang investor A Seng RRChina Komunis, yang membawa tenaga kerja mereka sendiri. Bangga dengan BUMN yang seharusnya memakmurkan rakyat tetapi malah menyusahkan.

Ada yang bangga membantu bank-bank pengkhianat dengan uang BLBI [Bantuan Likuiditas Bank Indonesia/Bank Indonesia Liquidity Assistance], Tapi akhirnya ratusan triliun lenyap begitu saja dan kasusnya dianggap kedaluarsa/expired. Ada yang bangga membantu Bank Century 6.7 tirliun tapi ternyata sebagian besar ditilap/songlap oleh penerima bantuan.

Hari ini, rakyat miskin tidak berubah. Mereka tak mampu meng-upgrade dan meng-update status hidup mereka. Mereka masih bergelut di sekitar keperluan beras 2 kilo sehari. Masih terus kucing-kucingan dengan penagih sewa rumpet (rumah petak/flat) 600 ribu sebulan di daerah atau sejuta rupiah di Jakarta.

Itulah Rakyat Anda, wahai para penguasa yang sedang merayakan hari kemerdekaan. Mereka itulah saudara sebangsa dan setanah air Anda, wahai para konglomerat, wahai para pengusaha kaya-raya.

Hari ini, sebagai basa-basi nasionalisme, kalian teria
kkan “Merdeka!” dengan kepalan tinju. Tapi mereka, rakyat kecil itu, sesungguhnya belum merdeka seperti kalian.
Siapa bilang mereka sudah merdeka?
(17 Agustus 2019)

Edited by HSZ/FortunaNetworks.Com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser