Akibat Provokasi Buzzer Bayaran,Soal Larangan Natal di Dharmasraya Jadi Polemik

Akibat Provokasi Buzzer Bayaran,Soal Larangan Natal di Dharmasraya Jadi Polemik
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="Akibat Provokasi Buzzer Bayaran,Soal Larangan Natal di Dharmasraya Jadi Polemik">
FORTUNA NETWORKS.COM | Akibat Provokasi Buzzer Bayaran,Soal Larangan Natal di Dharmasraya Jadi Polemik

Isu "Larangan Perayaan Natal" di Nagari (Desa) Sikabau, Kecamatan Pulau Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia menjadi viral di media sosial akibat provokasi. Di tengah suasana yang sensitif belakangan ini, apa saja topik yang terkait dengan hubungan antar-pemeluk agama, sangat mudah marak. Apalagi ada narasi “larangan Natal”, pastilah akan gemuruh.


Para buzzer bayaran selalu berada di barisan depan dalam mengompori / memanaskan suasana. Padahal, mereka tidak faham masalah yang terjadi di Nagari Sikabau tersebut. Dan tidak mengerti bahwa masih banyak kampung-kampung di Sumatera Barat (Daerah MInangkabau) yang belum mengenal perayaan Natal.

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten-daerah yang belum lama bersentuhan dengan non-Islam ( kaum Kafir). Orang Kristian baru masuk ke daerah itu sekitar 1980-an. Pada saat ini, di kabupaten itu hanya ada 44 keluarga (KK) Kristian. Di Nagari Sikabau sendiri hanya ada 6 (enam) KK Kristian.

Sebelum 1980, tidak ada orang Kristian di Dharmasraya. Mereka masuk ke daerah itu dengan membeli tanah/lahan milik orang Jawa yang memutuskan untuk kembali ke Pulau Jawa. Orang-orang Jawa yang masuk ke Dharmasraya, dan akhirnya sampai ke Nagari Sikabau, adalah para pekerja tambang batubara di Daerah Sawahlunto dan Pabrik Simen Indarung, Padang. Menurut cerita orang-orang tua di Sikabau, Orang-orang Jawa itu lari dari kerja berat ala Belanda di tahun 1940-an.

Mereka terdampar dan terlantar di Wilayah Dharmasraya yang pada tahun 2003 berubah menjadi Kabupaten Dharmasraya. Warga/ Penduduk Sikabau menolong mereka. Kepada para pendatang Jawa itu disediakan lahan untuk bersawah. Tempat tinggal mereka berbentuk pondok besar (bedeng panjang) dibuatkan oleh penduduk.

Pendatang Jawa dan Penduduk Asal Negeri Sikabau membuat perjanjian soal kepemilikan lahan/tanah. Para pendatang Jawa bersedia mematuhi perjanjian untuk tidak menjual lahan atau rumah mereka kepada orang-orang non-Muslim. Bagi masyarakat Dharmasraya, dan juga beberapa kabupaten lain yang tulen berpenduduk Muslim, perjanjian itu sangat penting. Sebab, Masyarakat Minangkabau memiliki aturan Adat-Istiadat yang ketat dan dijunjung tinggi. Adat-Istiadat itu berlandaskan Syariat Islam, dan Syariat itu berlandaskan Al-Quran. Inilah yang tersurat di dalam “ideologi” Minang yang berbunyi. “Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah”. Yaitu, “Adat Bersendikan Syariat, Syariat bersendikan al-Quran”.

    READ MORE

Mengenali Etymology-Adat Budaya & Etnik "Urang Awak Minangkabau"[1]
Mengenali Etymology-Adat Budaya & Etnik "Urang Awak Minangkabau"[2]
Mempelajari Dan Motivasi Jati Diri Minangkabau Di Nagari Tuo Pariangan, Sumatera Barat
Mengenali Tata-Cara Perkawinan Adat MinangKabau,Sumatera Barat

Hal-ehwal Agama Islam sangat fundamental bagi Masyarakat Minangkabau. Meskipun sekarang keberagaman sudah lumrah di Minangkabau, tetapi bagi daerah-daerah tertentu masih tinggi resistensi/rintangan terhadap praktek-praktek keagamaan non-Islam, termasuklah perayaan Natal. Di kampung-kampung seperti Nagari Sikabau, penduduknya belum terbiasa melihat proses perayaan Natal.

Dengan jumlah 6 KK (Ketua Keluarga) saja orang Kristian di Sikabau, Penduduk tempatan di situ mungkin merasa perayaan Natal berat untuk diterima. Akhirnya, pada 21 Desember 2017, Wali Nagari Sikabau, para Pemuka Adat (ninik mamak), serta Tokoh Pemuda membuat pernyataan keberatan terhadap perayaan Natal dalam format berjemaah yang dilaksanakan di rumah warga Kristian. Tetapi, ke-enam keluarga Kristian itu dibolehkan melaksanakan perayaan Natal di rumah masing-masing tanpa mengundang tamu.

Di Negeri Sikabau tidak ada Gereja. Ini sesuai dengan ketentuan populasi untuk mendirikan Gereja. Hanya ada 6 KK Kristian. Jika mereka ingin merayakan Natal secara berjemaah, ada tempatnya. Ada Gereja di Kota Sawahlunto. Selama ini, kesepakatan itu dihormati.

Nah, masuk akalkah keberatan Penduduk Negeri Sikabau terhadap perayaan Natal beramai-ramai di sebuah rumah?
Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan 'perasaan'. Tidak perlu cara “blowing up” yang dilakukan oleh sosok bernama Sudarto, manajer PUSAKA Foundation di Kota Padang. Dia ini termasuk yang sengaja membesar-besarkan keberatan Penduduk tempatan Negeri Sikabau terhadap perayaan Natal.

 
Pada 23 Desember kemarin, Sudarto mengeluarkan pernyataan pers- 
‘press release’. Isinya, dia merasa senang kerana tahun ini (2019) umat Katolik Stasi Santa Anastasia Jorong Kampung Baru, Nagari Sikabau, bisa merayaan Natal.

Tekanan para Penguasa Nasional-Indonesia, berhasil dihimpun oleh Sudarto. Dan dia agak 'sesumbar-besar cakap' dalam ‘press release’ dan di akaun FB-nya. Sudarto mengatakan, hasil tekanan nasional itu masih harus dikawal terus.

Beginikah metode cara yang baik untuk menjaga persaudaraan kebangsaan Indonesia? Mungkin Sudarto bisa menjelaskannya.
Seorang teman (teman penulis; red) di Negeri Sikabau bercerita bahwa tekanan kekuasaan nasional itu dikerahkan dalam bentuk mirip intimidasi terhadap Penduduk Negeri Sikabau. Sejak kemarin, di kampung kecil itu ada Uni Satuan Brimob (FRU-M"sia) dan bahkan Densus 88. Banyak pula intel yang berkeliaran.

Penduduk Negeri Sikabau, kata sejumlah sumber, merasa tekanan kekuasan itu terlalu berlebihan. Tetapi, inilah akibat dari orang-orang yang mengeluarkan pernyataan “asbun”-asal bunyi tentang larangan Natal yang viral itu. Warga -Penduduk pastilah akhirnya senyap melihat petugas keamanan yang hadir dengan “high profile”.[
25 Desember 2019]
Adaptasi dari Artikel By Asyari Usman
(
Jangan Asal Omong Soal Larangan Natal di Dharmasraya)
Editor ; HSZ/FortunaNetworks.Com
Kredit Ilustrasi Image by pinterest.com/pin/
Follow me at;
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser