Kekejaman Milisi Cina Indonesia ‘Poh An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi

Kekejaman Milisi Cina Indonesia ‘Poh An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi
<img src="FortunaNetworks.Com.jpg" alt="Kekejaman Milisi Cina Indonesia ‘Poh An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi">


FORTUNA NETWORKS.COM | Kekejaman Milisi Cina Indonesia ‘Poh An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi

Milisi Cina Indonesia yang dikenal sebagai Lasykar ‘Po An Tui’ yang dibentuk oleh Penjajah Administrasi Belanda untuk membantu mereka melawan Pejuang Indonesia. Beberapa Unit (seperti di Jawa Tengah) Lasykar Cina Indonesia ini terlibat dalam Agresi, (Memerangi kembali Indonesia) dan beberapa dugaan mereka melakukan kejahatan perang dengan membunuh POW (tawanan perang) di Kabupaten Temanggung.Provinsi Jawa Tengah 

Sengaja Saya lakar kembali kisah-kisah tentang kekejaman Gerombolan Komunis ini, kerana terinsipirasi dengan berita-berita di mesia sosial tentang adanya pihak yang coba menghidupkan kembali pengaruh ideologi komunis di Malaysia.

Yang lebih membimbangkan Kita sebagai Rakyat Pribumi-Bumiputra / Muslim di Malaysia adalah, dimana kumpulan/perorangan yang coba mengembalikan pengaruh ideolaogi komunis ini adalah kunta-kinte- generasi-keturunan Gerombolan Party Komunis Malaya(PKM) yang kini telah menduduki jabatan terpenting di Kabinet Pemerintahan Regime PH di Putra Jaya, Malaysia.

Dan perkara ini kita tak boleh anggap remeh atau kes terpencil begitu saja, kerana wujudnya roh perjuangan komunis (PKM) ini adalah sudah lama mereka perjuangkan. Dan tersebar di media, bahwa kemenangan regime DAP pada PRU-14/2018 lalu adalah kerana sokongan dan bantuan propaganda pejuang-pejuang PKM yang masih hidup di Malaysia dan Thailand.

OK, Kita lanjutkan tentang kisah kekejaman gerombolan lasykar / milisi Cina Komunis di Indonesia.
<img src="FortunaNetworks.Com.jpg" alt="Kekejaman Milisi Cina Indonesia ‘Poh An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi">
   READ MORE
Milisi Cina 'Poh An Tui’ Pengkhianat Justru Dicitrakan Sebagai Lasykar Pro Republik
#PascaGE14 'Red Carpet For PKM Hordes To Putra Jaya' [Part 1]
#PascaGE14; MODUS “BUMI HANGUS” AGENDA DAP UNTUK SABOTAGE INSTITUSI KEWANGAN BANGSA MELAYU ISLAM [Part 2]

Lasykar POH AN TUI, adalah satuan unit bersenjata orang-orang Cina di Indonesia yang loyal-taat setia  kepada Belanda.. Inilah fakta sejarah tak pernah terungkap selama ini dikalangan pribumi Indonesia
Tugas lasykar Poh An Tui selain menjadi mata-mata/a-spy juga untuk meneror pejuang pribumi. Kehadiran serta sepak terjangnya yang terkenal kejam menjadi salah satu penyebab pejuang Islam sangat membenci etnik Cina, dan sebaliknya etnik Cinapun antipati terhadap para pejuang Islam.
Sebagai mata-mata/a-spy, anggota lasykar Komunis Po An Tui selalu mengamat-amati kegiatan para pejuang. Akibatnya gerak-gerik dan markas pejuang dapat diketahui. Setelah markas para pejuang diketahui, Belanda melakukan serangan gabungan dengan Inggeris / British terhadap markas para pejuang Indonesia
<img src="FortunaNetworks.Com.jpg" alt="Kekejaman Milisi Cina Indonesia ‘Poh An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi">

Aksi gerombolan Lasykar Komunis Poh An Tui itu tergolong kejam bahkan lebih kejam dibanding dengan Tentara Belanda.

Sayangnya, dalam penulisan Buku-Buku Sejarah Indonesia, keberadaan dan kejahatan serta tindak-tanduk lasykar Poh An Tui cenderung diabaikan. Ada upaya sistematik untuk menghilangkan fakta sejarah ini.
Misalnya, mengapa Raymond Pierre Paul Westerling ( Hitlernya Belanda) setelah menebar teror di Bandung, Jawa Barat dan berniat membunuh Menteri Pertahanan Indonesia waktu itu @ Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Bisa berhasil lolos-kabur ke Singapura?
Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution yang kala itu menjawat KSAD (Ketua Staf Angkatan Darat) dalam bukunya “Memenuhi Panggilan Tugas,” mengisahkan bahwa, setelah menebar teror di Bandung, dan jadi buronan pasukan Kesatuan Tentara Siliwangi, Westerling berhasil lolos ke Jakarta.
Tapi persembunyiannya di Jakarta (Tanjung Priok) akhirnya berhasil diendus-dicium oleh satuan CPM dari KMKBDR (Komando Militer Kota Besar Djakarta Raja @Jakarta Raya), khususnya sub KMK Tanjung Priok.

Westerling pun tertangkap. Namun, saat hendak digelandang ke KMK (Kantor Militer Kota), secara tiba-tiba Westerling dan ajudannya memberondong satuan CPM, dan melarikan diri ke arah Zandvoort [*] (Pantai Sampur). Di pantai itu telah menunggu sebuah pesawat Catalina yang kemudian membawa Westerling kabur ke Singapura.
Mudahnya Westerling kabur ke Singapura, karena ia memiliki hubungan istimewa dengan Laskar POH AN TUI. Dimasa Perang Kemerdekaan laskar ini mendapat pasokan/suplay senjata dari Singapura.

Lasykar POH AN TUI, adalah satuan bersenjata orang-orang Cina di Indonesia yang loyal-setia kepada Penjajah Belanda.

Gerombolan Lasykar Poh An Tui tidak hanya terdapat di Jakarta, tapi juga di Medan, Provinsi Sumatera Utara, Surabaya, Provinsi Jawa Timur dan kota-kota lainnya. Aksi Po An Tui itu tergolong kejam bahkan lebih kejam dibanding dengan tentara Belanda. Di Bandung, Jawa Barat. Lasykar Poh An Tui aktif membantu NICA (Nederland Indische Civil Administration) menebar teror terhadap para pejuang, seperti pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan penjarahan/perampokan harta-benda. Teror itu bertujuan agar etnik pribumi segera pindah ke Bandung Selatan dan tidak mendukung Negara Republik Indonesia.

Menurut salah seorang Putera Pejuang Kemerdekaan RI, masalah kekejaman Poh An Tui sempat disinggung dalam Persidangan Konstituante di tahun 1950-an. Beliau menulis salinan penggalan/perenggan pidato seorang pejuang yang menjadi anggota Konstituante.
Pidato yang disampaikan oleh Mado Miharna (Organisasi Persatuan Rakyat Desa) di hadapan Sidang Pleno Konstituante tahun 1959 adalah sebagai berikut:
Saudara Ketua dan Madjelis Konstituante jang terhormat, dalam rangka pemandangan umum;
( Sengaja Saya [;editor] diposting dengan ejaan lama bahasa Indonesia untuk menjaga keasliannya)
Saudara Ketua, bagi seluruh pedjuang bangsa Indonesia jang mengikuti dan mengalami pahit-getirnja perdjuangan sedjak Proklamasi 1945, lebih-lebih tentunja bagi perintis-perintis kemerdekaan bangsa, melihat keadaan dan penderitaan masjarakat dewasa ini, pasti akan sedih, sedih karena ini bukanlah tudjuan kita, bukan masjarakat sematjam sekarang jang kita idam-idamkan.
Seluruh lapisan masjarakat telah berdjuang tetapi baru beberapa gelintir orang-orang sadja jang senang. Beribu-ribu pedjuang kita dibunuh, tetapi golongan pembunuh jang menikmati keuntungan.
Para pedjuang kita ditangkap dan disiksa, tetapi hasilnja golongan jang menangkapi dan menjiksa para pedjuang masih berkuasa.
Pao An Tui sementara dari golongan Tionghoa jang membantu aktif tentara Belanda jang telah membunuh, membakar, menangkapi anak-anak buah kami, sampai sekarang masih bergelandangan, bukan sadja masih bergelandangan, tetapi berkuasa dan menguasai segala sektor penghidupan rakjat.
Golongan Po An Tui jang telah dengan kedjamnja membunuh dan membakar para pedjuang kemerdekaan termasuk anak-anak buah kami, karena mereka tidak mengungsi dan terus berada di kota bersama Belanda, mendadak menjadi kaja, sesudah Belanda tidak ada mereka menduduki bekas tempat Belanda.
“Inilah bukan bajangan, bukan impian, tetapi kenjataan, lihatlah sadja di Bandung” …. (Pidato yang disampaikan oleh Mado Miharna –organisasi Persatuan Rakyat Desa– di hadapan Sidang Pleno Konstituante, waktu itu (1959).
Sekarang, para anak-keturunan dan anak-cucu lasykar POH AN TUI telah berkuasa dan menguasai Indonesia, kemudian memperbudak dan menjadikan kaum pribumi sebagai kuli di Negerinya sendiri. Kejahatan mereka tidak kalah hebatnya, saat di zaman Belanda terhadap pribumi. Asset ekonomi Indonesia sudah digenggam anak-cucu cicit keturunan lasykar “POH AN TUI”
Diantara Anak-cucu cicit keturunan lasykar PO AN TUI sudah masuk di ranah politik, seperti sekarang Hary Tanoe yang pernah menjadi Cawapres (Calon Wakil Presiden2014) Parti Hanura,Kini menubuhkan parti Perindo.

Dan di Kalimantan Barat sudah menjadi Gubernur, di DKI Jakarta pernah ada Ahok, dan sangat arogan. Padahal, mereka dahulunya kaki tangan penjajah Belanda dan Jepun.. Sadarlah wahai kaum pribumi bumiputra Gugusan Kepulauan Nusantara..!

Keterangan;

Tentang nama gerombolan Lasykar Komunis ini ditulis dengan pelbagai ejaan seperti;  Pao An Tui, Po An Tui, Poh An Tui - namun semua itu bermaksud sama, hanya lain dari segi penulisan sahaja. 

Kamus Bahasa Ejaan Lama Indonesia,

dj dieja j contoh ; Madjelis dibaca Majelis
nj dieja ny contoh ;getirnja dibaca getirnya
sj dieja sy contoh ; masjarakat dibaca masyarakat
tj dieja c sontoh : sematjam dibaca semacam
j dieja y contoh ;bajangan dibaca bayangan
[*] Pantai Sampur adalah nama yang diberikan warga Jakarta untuk Zandvoort. Orang Belanda menyebut nama pantai yang dulu letaknya tak jauh dari Cilincing sebagai Zandvoort, nama yang sesuai dengan nama kawasan di Provinsi Belanda Utara. Di negeri tersebut, Zandvoort adalah satu dari pantai panjang yang dijagokan di Belanda. Kawasan pantai di negeri keju ini sudah ada sejak tahun 1100.

*******
Artikel ini pernah dipublish tahun 2014 di helmysyamza.wordpress.com/2014/02/02/


Editor ; HSZ/FortunaNetworks.Com

Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser