Pembelaan Terhadap Saudara Muslim Uyghur Adalah Kewajiban Syara'

Pembelaan Terhadap Saudara Muslim Uyghur Adalah Kewajiban Syara'

<img src="FortunaNetworks.Com.jpg" alt="Pembelaan Terhadap Saudara Muslim Uyghur Adalah Kewajiban Syara">
Salah satu kelemahan Ideologi Sosialisme-Komunisme itu adalah meyakini 'dialektika materi' sebagai asas perubahan. Kerananya, setiap menghadapi situasi sulit sosialisme justru menggunakan pendekatan konfrontasi untuk menyelesaikan persoalan.

Sosialisme, tak cukup cerdik dalam memainkan politik proxy untuk menunduk-kan Kapitalisme. Sosialisme termasuk Komunisme, lebih cenderung menggunakan konfrontasi fisik dan "keok" ketika menghadapi konfrontasi intelejen.

Kes Afghanistan yang menjadi kuburan massal bagi tentara Soviet-Union (USSR) oleh Mujahidin Afghanistan adalah bukti kongkritnya. Tumbangnya USSR olah narasi 'kebebasan dan demokrasi' yang di-injection oleh Amerika ke jantung Soviet-Union di Moskow, juga mampu melumpuhkan Soviet pada 1991 dan tak mungkin bangkit lagi.

RRChina yang saat ini mulai memainkan peranan internasional, secara politik merupakan kelangsungan tangan regime sosialisme komunisme. Meskipun, secara ekonomi China telah merombak sebagian paradigma ekonomi sehingga corak ekonominya cenderung kapitalisme.

RRChina Komunis mampu membuat pusing Amerika pada isu perang dagang. Namun, China tak cukup tangguh untuk melakukan perang proxy politik melawan Amerika.

Pukulan KO Amerika terhadap RRChina Komunis adalah ketika Amerika meminjam tangan Walt Streeet Journal (WSJ) yang membongkar kebiadaban Regime Parti Komunis China terhadap Muslim Uyghur. Amerika, sukses mengepung China dengan isu 'kebiadaban kamp konsentrasi Muslim Uyghur' untuk memukul telak China, setelah sebelumnya China sempat menyudutkan Amerika dalam 'event perang dagang'.

Amerika, ingin mengulangi sejarah menaklukan Soviet-Union dengan Isu Anti Komunis saat menggerakkan dan mempersenjatai Mujahidin Afghanistan untuk menumbangkan dominasi Soviet. Terbukti, Afghanistan dengan Semangat Jihad Fi Sabilillah, atas dorongan Aqidah memerangi kaum Musyrik Atheis Soviet, mampu mengubur seluruh tentara Soviet.

Kemudian, Soviet runtuh dan tak mungkin bangkit lagi setelah Amerika menginjeksi-injection racun demokrasi di jantung ibukota Soviet, Moskow melalui tangan Michael Gorbachev. Sejak saat itu, Soviet runtuh dan hanya menyisakan Negeri Rusia sebagai sisa fosil sejarah kebesaran Soviet-Union.

Hari ini, dengan methode yang sama Amerika sedang memanfaatkan sentimen Anti China dan Anti Komunisme, untuk menjadikan setiap jengkal bumi menjadi kuburan bagi China. Dinamika politik di Hongkong tak lepas dari peranan Amerika untuk menggerakan seluruh proxy dan faksi politik untuk memerangi RRChina.

Di garis liberal, Amerika memanfaatkan demokrasi untuk menggusur dominasi sosialisme China atas Hongkong. Di garis Islamik, Amerika memanfaatkan isu komunisme dan kejahatan China atas Muslim Uyghur dan beberapa tempat lain untuk menggelorakan sentimen Anti China diberbagai pelosok Negeri kaum Muslimin.

    READ MORE
[Video] Aksi Bela Muslim Uyghur Di Hongkong
[Video] Fakta Unik Etnik Uyghur Yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari

Inilah Wanita Cantik Etnik Uyghur Anggun Parasnya Disebut Setara Bidadari
Siapakah Etnik Muslim Uyghur? Mengapa Pemerintah RRChina Komunis Melakukan Kezaliman Pada Mereka?

Pada Isu Muslim Uyghur ini, secara khusus Donald Trump menemui aktivis Uyghur dan terus mempromosikan Campaign penindasan RRChina terhadap Muslim Uyghur. Donald Trump pada 18 July 2019 di Gedung Putih menemui sejumlah tokoh Muslim Uyghur dan korban persekusi agama lainnya dari RRChina, Turki, Myanmar, Korea Utara dan Iran. Donald Trump jelas tak akan menemui korban persekusi atas kebijakan AS, seperti Kaum Muslim di Irak, Syiria, Afghanistan dan Palestine.

Jadi, pembantaian Muslim Uyghur itu sebuah fakta, laporan WSJ atas sejumlah langkah Regime Komunis China 'menyuap' sejumlah NGO-Ormas(Organisasi Masyarakat) Islam juga fakta, Namun semua fakta itu tak lepas dari kebijakan AS untuk menunduk-kan RRChina KOmunis. Isu ini bisa berhenti, manakala Amerika mampu memaksa China berunding dan menandatangani sejumlah proposal yang telah disiapkan Amerika.

Namun, eskalasi (escalation/peningkatan) kepungan dan serangan umum dunia Islam terhadap RRChina Komunis melalui Isu Muslim Uyghur ini eskalasinya bisa meluas ketika China tetap 'ngotot' dan tak mahu tunduk pada Amerika.

Memang benar, dalam urusan ini Umat Islam tak memiliki posisi kokoh untuk menentukan kebijakan strategis tanpa kendali bangsa lain. Perlawanan Umat Islam atas kebengisan regime Teroris RRChina Komunis di satu sisi menguntungkan Amerika, sementara disisi yang lain ini adalah kewajiban persaudaraan Islam untuk membela sesama saudara seiman.

Padahal, baik Amerika maupun RRChina Komunis hanya berbeda soal membagi wilayah dagang dan negeri jajahan. Adapun sikap terhadap umat Islam, baik Regime Komunis China maupun Regime Kapitalis Amerika sama-sama mendengki terhadap Islam, sama-sama melakukan kezaliman yang luar biasa terhadap Umat Islam.

Luluh-lantaknya Negeri Irak, jutaan nyawa melayang, adalah contoh kongkrit betapa Amerika begitu biadab menjagal Umat Islam. Tak ada bedanya, baik Amerika maupun RRChina Komunis, keduanya adalah Negara Teroris yang membantai Umat Islam.

Kerana itu, mungkin ada kegamangan/kecelaruan bagi sebagian Umat Islam untuk menentang Regime Teroris China Komunis kerana dianggap hanya akan menguntungkan Amerika dan masuk pada kubangan perang proxy yang didesain Amerika.
Terhadap hal ini, perlu Saya sampaikan pandangan sebagai berikut :

Pertama, Pembelaan terhadap Saudara Muslim Uyghur adalah kewajiban Syara'. Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Tak boleh menzalimi, menyakiti, apalagi menyerahkannya kepada musuh.

Tindakan diam-membisu seribu bahasa pada kebengisan Regime Teroris China Komunis terhadap Saudara Muslim Uyghur tidak dapat dibenarkan oleh agama. Apalagi, menjadi pihak yang ikut memberi legitimasi kepada Regime Teroris China Komunis untuk melakukan tindakan biadab kepada Muslim Uyghur.

Kerana itu, pada sisi ini semua Umat Islam wajib melakukan perlawanan dan penentangan kepada Regime Teroris China Komunis yang bertujuan untuk menekan RRChina agar tak melakukan kezaliman pada Muslim Uyghur atau setidaknya mengurangi tensi kejahatannya kepada Muslim Uyghur.

Kedua, Agar umat ini lepas dari belenggu Amerika, dan tidak dibelenggu kebijakan politik Amerika yang mengisolasi RRChina dan menggerakan proxy politik untuk mengepung RRChina, Maka Umat ini wajib meninggalkan demokrasi yang pernah digunakan Amerika untuk menikam Soviet-Union.
Umat ini wajib membuang jauh demokrasi ala barat, agar pembelaan terhadap Saudara Muslim Uyghur murni kerana Aqidah Islam, bukan kerana nilai kebebasan dan humanisme yang dijajakan demokrasi.

Umat Islam wajib menolak seluruh kebijakan politik barat dan meninggalkan sistem politik demokrasi yang merupakan sistem pemerintahan yang mengejawantahkan-menyuburkan nilai-nilai Sekulerisme. Untuk memotong tangan-tangan ideologi kapitalisme, maka Umat ini wajib mencampakkan demokrasi.

Ketiga, Agar umat ini terbebas dari demokrasi secara total dan dapat menolong Saudara Muslim Uyghur secara paripurna (perfect/sempurna), Maka Umat ini wajib segera mendirikan Khilafah. Sebab, hanya Khilafah yang benar-benar mampu membabat Sekulerisme -Demokrasi.

Khilafah juga mampu memobilisasi kekuatan Umat Islam untuk melakukan jihad fi Sabilillah membebaskan Saudara Muslim Uyghur di Xinjiang. Dengan Khilafah, Umat Islam bisa bertindak lebih bukan sekedar mengecam dan mengajukan protes kepada RegimeKomunis China.

Khalifah akan mengumandangkan jihad, mengirim tentara dan memobilisasi pasukan Kaum Muslimin di seluruh dunia, untuk membungkam mulut kotor Regime Teroris China Komunis. Khilafah, kelak juga bukan hanya membebaskan Muslim Uyghur, tetapi juga membebaskan Muslim India, Muslim Rohingya, Muslim Palestine, Muslim Irak, Muslim Afrika dan Kaum Muslimin di berbagai belahan bumi lainnya yang dijajah dan dijadikan mangsa Negara-Negara penjajah baik berhaluan kapitalis maupun sosialis.

Jadi jelas, kita bergerak dan berjuang berdasarkan Visi Islam bukan membebek (follow unthinkingly) pada RRChina Komunis atau tunduk pada proxy Amerika. Kita Merdeka, melakukan aktiviti perjuangan hanya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah []
 
#hongkong
Courtesy to Nasrudin Joha
[Studi Kasus Persekusi Muslim Uyghur]
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser