[Video] Fakta Unik Etnik Uyghur Yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari

[Video] Fakta Unik Etnik Uyghur Yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari
<img src="FortunaNetworks.Com.jpg" alt="[Video] Fakta Unik Etnik Uyghur Yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari">

FORTUNA NETWORKS.COM | Fakta Unik Etnik Uyghur Yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari

Majoriti Wanita keturunan Etnik Uyghur ini selalu terlahir secantik bidadari Etnik Uyghur memang terkenal dengan deretan wanita cantiknya. Meskipun mereka  kini dijajah oleh Regime RRChina Komunis. Namun orang-orang Uighur sama sekali tak mirip dengan penduduk China kebanyakan. Mereka  berkulit putih namun ada sedikit paras Arab-nya. Beberapa orang bahkan terlihat seperti blasteran-kacokan Asia Timur dan juga Eropah. Hal yang bikin kagum lagi, adalah mata mereka yang coklat agak kehijauan yang unik dan berbeda dari orang kebanyakan. Tak cukup dengan itu, kadang beberapa wanita Uyghur juga lahir dengan rambut pirang. Ibaratnya, di sini adalah tempat berkumpulnya wanita-wanita cantik. Terletak di wilayah China tapi mereka bukan Chinese! 


Baca disini; 
Inilah Wanita Cantik Etnik Uyghur Anggun Parasnya Disebut Setara Bidadari
Yups, simak ulasannya berikut ini;
[1]. Etnik Uyghur saat ini mendiami sebuah wilayah yang menjadi jajahan RRChina bernama Xinjiang. Lokasi ini berada di daerah paling utara dan barat "Negeri Tirai Bambu" tersebut. Xinjiang sendiri artinya adalah 'perbatasan baru'. Secara administratif mereka masuk dalam wilayah Jajahan Republik China Komunis walaupun dari kulturnya sangat lain. 

[2]. Di Xinjiang Etnik Uyghur, menjadi majoriti dan hidup berdampingan dengan suku-suku lain, misalnya Kazakh dan Hun. Sebelum resmi menjadi bagian dari Negara Jajahan RRChina, Etnik Uighur dan Xinjiang (Turkestan Timur) adalah sebuah Negeri Merdeka yang berdiri sendiri.  Namun pada tahun 1949 Daerah mereka diklaim masuk ke dalam RRChinaKomunis. Hal ini pun membawa dampak munculnya protes besar-besaran. Namun akhirnya pada tahun 1955 Pemimpin Komunis, Mao Tse Dong berhasil menyelesaikan ini, lalu Uyghur dan Xinjiang akhirnya resmi berada dalam Negeri Jajahan RRChina Komunis. Etnik Uyghur ini adalah majoriti Muslim   

Beberapa tahun kebelakangan ini Xinjiang sempat jadi perhatian dunia soal kebebasan beragama di tempat tersebut. Seperti yang diketahui, Etnik Uyghur yang mendiami wilayah ini mjoriti beragama Islam dan perlakuan pemerintah RRChina ternyata sangat buruk terhadap hal tersebut. Ramadhan 2018 lalu, gencar diberitakan jika pemerintah RRChina Komunis melarang Etnik Muslim Uyghur untuk berpuasa. Hal ini pun menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Namun China berdalih  jika hal tersebut hanya isu belaka yang dibesar-besarkan media barat. Tak hanya soal larangan berpuasa, di tahun 1990 lalu Etnik Muslim Uyghur dilarang mendirikan Masjid dan juga Madrasah. Hal ini berujung kepada konflik yang akhirnya menghasilkan kebijakan Strike Hand, yang mana pemerintah RRChina jadi punya hak untuk mengatur segala sesuatu tentang keagamaan di daerah ini. 

[3]. Keterikatan Kuat Antara Uyghur dan Turki   Jika dilihat dari sejarahnya, Etnik Uyghur memang sangat erat kaitannya dengan Bangsa Turki. Pasalnya, Nenek -Moyang Etnik Uyghur sendiri memang pecahan dari Negara Muslim tersebut yang akhirnya mendiami wilayah Xinjiang sebelumnya disebut sebagai Negeri Turketan Timur dan kemudian diklaim RRChina. Jadi sangat tidak menghairankan jika dari fisik orang-orang Uyghur memang agak identik dengan Turki. Cukup miris melihat nasib Etnik Uyghur sekarang. Dipaksa jadi bagian sebuah negara lalu diperlakukan seenaknya. Bahkan ada kabar yang mengatakan aksi tidak benar pemerintah RRChina Komunis tersebut sudah berlangsung cukup lama. Kita doakan saja mudah-mudahan keadaan Etnik Uyghur di Xinjiang bisa terus kondusif dan yang terpenting bisa melakukan aktiviti termasuk ibadah dengan tenang. 
<img src="FortunaNetworks.Com.jpg" alt="[Video] Fakta Unik Etnik Uyghur Yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari">




[4]. Siapakah Bangsa Uyghur? Bangsa Uighur adalah keturunan klan Turki yang hidup di Asia Tengah, terutama di  propinsi Cina, Xinjiang. Namun, sejarah etnik Uyghur menyebut daerahnya itu Uyghuristan atau Turkestan Timur. Menurut sejarah, bangsa Uyghur merdeka telah tinggal di Uyghuristan lebih dari 2.000 tahun. Tapi RRChina mengklaim daerah itu warisan sejarahnya, dan oleh kerananya tak dapat dipisahkan dari RRCina.Orang Uighur percaya, fakta sejarah menunjukkan klaim Cina tidak berdasar dan sengaja menginterpretasikan sejarah secara salah, untuk kepentingan ekspansi wilayahnya.

Uyghuristan merupakan tanah subur 1.500 mil dari Beijing,RRChina Komunis dengan luas 1.6 juta km2 -- hampir 1/6 wilayah RRChina. Dan Xinjiang adalah provinsi terbesar di RRChina.

Di utara, tanah Uyghur berbatasan dengan Kazakstan; Mongolia di timur-laut; Kirghiztan dan Tajikistan di  barat-laut; dan dengan Afghanistan-Pakistan di barat-daya. Keturunan-keturunan klan Turki di Asia Tengah memiliki asal, bahasa, tradisi dan kebudayaan dan agama yang sama.

Tahun 1924, Regime Bolshevik Rusia, Joseph Stalin, membagi etnik ini menjadi Uyghur, Kazakh, Lyrgyz, Ubzek, Turkmen, Bashkir dan Tatar -- dalam konferensi etnik dan pembagian negara di Tashkent, Uzbekistan.

Tahun 1949, 96 peratus[%] penduduk Xinjiang adalah klan Turki. Namun, sensus/bancian RRChina terakhir menyebutkan kini hanya ada 7,2 juta Etnik Uyghur dari 15 juta warga Xinjiang. Selain itu ada etnik Kazakh (1 juta), Kyrgyz (150 ribu), dan Tatar (5 ribu). Para tokoh Uyghur percaya jumlah mereka di sana 15 juta. Selain itu, kini di Xinjiang tinggal juga etnik ras Asia: Han-Cina, Manhcu, Huis, dan Mongol.

Di luar Uyghuristan diperkirakan ada 5 juta Etnik Uyghur di Turkistan Barat, kini masuk negara- negara pecahan Soviet Union: Kazaktstan, Uzbekistan, Turkmenistan dan Tajikistan. Selain itu, 75 ribu Etnik Uighur tinggal di Pakistan, Afghanistan,  Arab Saudi, Turki, Eropah dan Amerika Syarikat.

[5]. Etnik atau Bangsa Uyghur berbeda Ras (race) dengan Cina-Han. Mereka lebih mirip orang Eropah Kaukasus, sedang Han mirip orang Asia. Bangsa Uyghur memiliki sejarah lebih dari 4.000 tahun. Sepanjang itu, mereka telah mengembangkan kebudayan uniknya, sistem masyarakat, dan  banyak menyumbang dalam peradaban dunia.

Di awal abad ke-20, melalui ekspedisi keilmuan dan arkelogis di wilayah Jalur Sutra, di Uyghuristan ditemukan peninggalan kuno Bangsa Uyghur berupa Candi-candi, reruntuhan Biara, lukisan dinding, dan barang-barang lainnya, juga buku dan dokumen. Penjelajah Eropah, Amerika, bahkan Jepun sangat kagum terhadap kekayaan sejarah di daerah itu. Dan laporan-laporan merekalah yang mengundang kedatangan orang luar ke sana. Saat ini, peninggalan peradaban Uyghur banyak tersimpan di Muzium Berlin, London, Paris, Tokyo, Leningrad, dan Muzium Islam di New Delhi, India.

[6]. Berabad-abad lalu, Bangsa Uyghur telah menggunakan skrip tulisan. Saat bersatu di bawah Kerajaan Uyghur-Kok Turk abad ke-6 dan ke-7, mereka menggunakan tulisan Orkhun, yang lalu diadopsi menjadi tulisan Uyghur. Tulisan ini digunakan hampir 800 tahun, tidak hanya oleh bangsa Uyghur tapi juga oleh suku-suku klan Turki lainnya, oleh orang Mongol (saat kekaisaran Genghis Khan), oleh orang Manchu (terutama pada masa awal Manchu mulai menguasai China).

[7]. Setelah memeluk Islam di abad ke-10, Bangsa Uyghur menyerap alfabet Arab. Sejak dulu, banyak orang Uighur menjadi pengajar di kekaisaran China, menjadi duta besar di Rome, Istambul, Baghdad. Kebanyakan karya sastra awal keberadaan Uyghur diterjemahkan ke teks agama Budha dan Manichean. Namun ada juga karya naratif, puisi dan epic yang telah diterjemahkan ke bahasa Jerman, Inggris dan Rusia.

Walau telah memeluk Islam, dominasi kebudayan Uyghur asli tetap bertahan di Asia Tengah. Malah dengan masuknya Islam, karya sastra dan ilmu Uyghur semakin  berkembang. Beberapa karya sastra yang terkenal misalnya Kutatku bilik karya Yusuf Has Najib (1069-1070), Divani Lugarit Turk oleh Mahmud Kashari, dan Atabetul Hakayik oleh Ahmet Yukneki.

[8]. Bangsa Uyghur juga dikenal pakar perubatan. Zaman Dinasti Sung (906-960), seorang ahli 6 obat-obatan Uyghur bernama Nanto mengembara ke China. Ia membawa berbagai jenis obat yang saat itu belum dikenal di China. Bangsa ini pada masa itu itu telah mengenal 103 tumbuhan obat -- dicatat dalam buku obat-obatan China oleh Shi-zhen Li (1518-1593). Bahkan sebagian ahli/pakar Barat percaya sistem perubatan akupuntur bukan asli milik orang China, tapi awalnya dikembangkan Uyghur.

[9]. Bangsa Uyghur juga memiliki kemampuan Arsitektur, Muzik, Seni dan Lukisan yang tinggi. Mereka bahkan telah bisa mencetak buku berabad-abad sebelum ditemui oleh Gutenberg. Pada abad pertengahan, karya sasta, teater, musik dan lukisan sastrawan China juga sangat dipengaruhi Budaya Uyghur. Yen-de Wang, seorang Dutabesar China (981-984) untuk kerajaan Kharakhoja-Uyghur menulis dalam biografinya: ''Saya sangat terkesan dengan tinggi peradaban di kerajaan Uyghur. Keindahan candi-candinya, biara, lukisan dinding, patung, menara-menara, kebun, rumah-rumah dan istana-istana di seluruh negeri tak dapat digambarkan dengan kata-kata. Bangsaa Uyghur sangat pakar dalam kerajian emas dan perak, dan tembikar. Orang berkata Tuhan telah mewariskan keahlian-Nya hanya pada bangsa ini.''


[10]. Sebelum masuknya Islam, Bangsa Uyghur menganut Shamanian, Budha dan Manicheism.
Saat ini,  bisa dilacak Candi yang dikenal sebagai Ming Oy (Seribu Budha) di Uyghuristan. Reruntuhannya ditemui di kota Kucha, Turfan dan Dunhuang, dulunya tempat tinggal orang Kanchou-Uyghur.


Bangsa Uyghur memeluk Islam sejak tahun 934, saat pemerintahan Satuk Bughra Khan, pengusaha Kharanid. Saat itu, 300 Masjid megah dibangun di kota Kashgar. Islam lalu berkembang dan menjadi satu-satunya agama orang Uyghur di Uyghuristan. Masjid-masjid yang megah karya bangsa Uyghur contohnya Azna (dibangun abad ke-12), Idgah (abad ke-15) dan Appak Khoja (abad ke-18).

Pada masa kejayaan itu di Kashgar saja telah ada 18 Madrasah besar dengan lebih 2.000 siswa baru yang masuk pertahunnya. Selain agama, di madrasah-madrasah inilah anak-bangsa Uyghur belajar membaca, menulis, logika, aritmatik, geometri, etik, astronomy, tibb (pengobatan), pertanian.

Pada abad ke-15 di kota ini telah ada perpustakaan dengan koleksi 200 ratus ribu buku. Bangsa Uyghur juga telah mengenal pertanian semi-intensif sejak 200 SM. Pada abad ke-7 pertanian mereka semakin berkembang dengan menaman jagung, gandum, kentang, kacang tanah, anggur, melon dan kapas. Mereka juga telah mengembangkan sistem irigasi (kariz) untuk mengalirkan air dari sumber yang jauh dari lahan pertanian. Satu sistem irigasi kuno ini masih bisa dilihat di kota Turfan. Boleh dikatakan, kebudayaan Uyghur mendominasi Asia Tengah sepanjang 1.000 tahun sebelum Bangsa ini ditaklukkan penguasa Manchu yang memerintah di China.

[11]. Selain itu, di Xinjiang, setelah berlaku penaklukan secara halus dan terselubung, Regime RRChina membawa masuk secara mendadak besar-besaran Etnik Cina Han, yang berjumlah sekitar 40,58% (sensus tahun 2000) .Peratus Etnik Han di Xinjiang meningkat secara drastik dari 6% saat berdirinya  Republik Rakyat China Komunis (1949) hingga lebih dari 40% pada saat ini.
 

[12]. Gerakan Kemerdekaan dan tuduhan terorisme Perlawanan terhadap kekuasaan RRChina telah berlangsung sejak lama di Xinjiang. Saat ini, kebanyakan pemimpin perlawanan berada di pengasingan, antara lain di Turki ,   Jerman dan Amerika Syarikat. Kebanyakan gerakan ini adalah gerakan kesukuan yang sekuler, walaupun terdapat beberapa gerakan yang berideologi   Islam .

[13]. Sejak  Peristiwa 11 September di Amerika Syarikat,  pemerintah RRChina juga mengklaim terdapat gerakan terorisme internasional di Xinjiang, yang dituduh berkaitan dengan Gerakan Taliban di Afghanistan.  Menurut laporan pemerintah RRChina pada tahun 2002, setidaknya 57 orang tewas akibat serangan teroris di Xinjiang.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia[HAM] Pemerintah RRChina dilaporkan telah melakukan pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Xinjiang, di antaranya pelanggaran kebebasan beragama, kebebasan berkumpul dan berpendapat, hambatan atas pendidikan, diskriminasi, serta hukuman mati terhadap tahanan politik. Keberadaan Sekolah-Madrasah Islam, Masjid dan   Imam dikontrol secara ketat, dan para Imam diharuskan "berdiri di pihak pemerintah dengan teguh dan menyampaikan  pendapatnya dengan tidak samar-samar." .

[14]. Sejak tahun 1995 hingga 1999, pemerintah RRChina Komunis telah meruntuhkan 70 tempat ibadah serta mencabut surat izin 44 imam.  Pemerintah juga secara resmi menerapkan larangan beribadah perorangan di tempat-tempat milik negara. Larangan ini juga mencakup larangan Sholat, Puasa  di bulan Ramadhan di kantor-pejabat atau sekolah milik negara. Memiliki Al-Qur'an saja juga dapat dihukum, dan pihak keamanan melakukan pencarian rutin terhadap "penerbitan ilegal" serta "bahan-bahan agama ilegal". Selain itu, diskriminasi terjadi di sekolah-sekolah, di mana asrama-asrama diperiksa agar tidak ada yang melakukan Sholat atau bentuk ibadah lainnya.

[15] Di bidang-sektor tenaga kerja bisnis dan pemerintahan, orang-orang Muslim sering dihambat dari jabatan yang tinggi.  Selain itu, kebijakan keluarga berencana di RRChina juga diklaim menguntungkan Etnik Han, yang memiliki tingkat pertumbuhan populasi 31.6%, lebih tinggi dibanding suku-suku lain yang maksimal 15.9%. 

[16]. Menurut Amnesty International,  Xinjiang adalah satu-satunya provinsi di RRChina Komunis yang mengizinkan hukuman mati terhadap tahanan politik  . Jumlah tepat korban hukuman mati dirahasiakan oleh negara-regime China Komunis. Namun menurut Dogu Turkestan, jumlah korban tmaut akibat hukuman mati atau penyiksaan oleh pemerintah regime RRChina Komunis mencapai 2.500 orang mangsa dari tahun 1999 hingga Mac 2000 saja.

[Video] Regime RRChina pada awalnya menyangkal keberadaan tempat ini. Namun kemudian setelah banyak bukti dan saksi yang memperkuat keberadaan camp-camp yang menahan Etnik Muslim Uyghur ini, mereka lantas berkilah bahwa itu hanyalah tempat untuk training saja. Benarkah demikian?
Sumber: BBC

Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo