Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [4]

Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [4]
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [4]">

FORTUNA NETWORKS.COM | Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [4]

CAHAYA SEJATI bagian - 4

Perlahan tapi pasti dua kelompok yang bertelingkah sebelumnya, berjalan saling mendekat, dan tiba-tiba kedua kelompok berlarian sambil menangis, lalu bertubrukan, saling memeluk erat, lebih erat dari dua tangan yang saling berpelukan ketika dingin menyerang badan, mereka saling meminta maaf sambil tak henti menangis, ada sesuatu yang ditinggalkan oleh kakek yang bernama Tubagus Qodim itu, sesuatu yang tak tahu apa itu, tapi membuat semua hati seakan satu, saling memiliki, saling mencintai, Mukmin dengan Mukmin yang lain itu seperti satu badan, jika salah satu badan tersakiti maka badan yang lain akan ikut merasakan sakitnya, perasaan itu seperti terhirup dari udara, rasa cinta menggebu-gebu, kedua kelompok yang sebelumnya bertikai itu saling menangis saling meminta maaf, saling berpelukan erat, penyesalan seperti mengiris hati sanubari, sehingga perbatasan desa Cigandu itu dipenuhi suara tangis yang ramai.

    READ MORE
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI[1]
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [2]
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [3]
Hikayat Kyai Lentik Penguasa Gunung Putri [1] Didatangi Bayangan Hitam Yang Terbang,Rambutnya Semua Memutih,Terbang Menggunakan Sajadah



Sementara itu, jauh di kedalaman hutan Perawan, Daerah Ujung Kulonbagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. hutan yang amat lebat yang jarang dimasuki manusia, berjuta misteri masih banyak tersimpan di hutan itu, bahkan di hutan itu ada kapal besar zaman penjajahan Belanda yang tersangkut di atas pohon, di antara celah jurang, konon kapal itu dihempaskan ombak ketika tsunami melanda Laut Sunda, saat gunung Krakatau meletus, dan di dalam Kapal itu tersimpan aneka harta benda emas berlian, tapi anehnya orang yang masuk Hutan Ujung Kulon tidak semua akan bisa menemukan kapal tersebut, kecuali yang berjodoh.

Di dekat kapal itu, di ujung manggar pohon kelapa, nampak seorang lelaki berjubah sedang berdiri dan di punggungnya anak kecil digendong, dengan tubuhnya diikat dengan serban ke tubuh lelaki tua itu, lelaki itu tak lain adalah Kyai Tubagus Qodim, dan anak kecil itu tak lain adalah Bagus Cilik, lelaki itu hanya sekejap melihat ke arah kapal dan sesaat kemudian tubuhnya telah melesat lagi, melayang seperti burung elang, dan sekali waktu kakinya menginjak ke daun dan kemudian melesat lagi.

"Kita mau kemana Ki?" tanya Bagus Cilik.

"Kita akan melihat daerah-daerah yang akan menjadi kekuasaanmu, di alam gaib dan alam nyata." jawab Kyai Tubagus Qodim.

Dan tubuh Kyai Tubagus sepertinya melesat ke arah laut, sampai di pantai, tubuhnya tetap melaju dari pucuk daun kelapa langsung melesat ke tengah laut, dan dengan ilmu meringankan tubuh Tapak Sancang, Tubagus Qodim begitu entengnya berlarian di atas laut.

"Kenapa ke laut Ki?" tanya Bagus yang ada di punggung Tubagus.

"Kerana angger akan ku bai'at dan ku talkin," jelas Tubagus sambil menghentikan langkahnya saat sampai di dekat perahu kecil lalu melangkah pelan di atas air dan masuk ke atas perahu kecil itu kemudian duduk.

"Bai'at dan ditalkin itu diapakan Ki?" tanya Bagus lagi.

"Bai'at dan talkin itu dimasukkan menjadi murid tareqoh," jawab Tubagus sambil mengambil dayung, dan Bagus masih terikat di tubuhnya, dilepas lalu disuruh membelakanginya, mereka adu punggung.

"Saya harus bagaimana Ki, dan kenapa di atas perahu?" tanya Bagus lagi ingin tahu.

"Angger Bagus nanti ikuti saja ucapan Aki, kenapa di perahu, agar tidak di dengar oleh mahluk lain, seperti saat Sunan Kalijaga dibai'at oleh Sunan Bonang, jadi kita juga meniru mereka."


Sebentar kemudian bai'at dan talkin telah selesai, Kyai Tubagus Qodim memberi wejangan panjang lebar pada Bagus, tapi tiba-tiba dia berhenti, kerana di dekat mereka berdua berdiri seorang wanita cantik, wanita itu berdiri di air dengan kaki telanjang, diiringi empat orang dayang-dayang, yang berdiri di kanan kiri wanita anggun itu, sampai di dekat Tubagus Qodim, perempuan itu semua berhenti dan bersimpuh di atas air, seakan air itu daratan saja, pakaian mereka anehnya sama sekali tidak basah oleh air, Jika dikatakan ilmu meringankan tubuh, maka entah itu tataran yang bagaimana.

"Assalamu'alaikum." kata perempuan itu setelah sempurna duduknya.

"Wa'alaikum salam, siapakah sebenarnya Anda ini Nya'i?" tanya Tubagus dengan suara lemah lembut.

"Salam ta'dzim dan sungkem Saya Kyai..., Aku ini penguasa Laut Pasundan dan telatah sekitarnya, namaku Mayang Sari, sudilah kiranya Kyai mampir ke rumahku, dan hamba akan menjamu dengan sebaik-baiknya." kata perempuan cantik itu.

"Hehehehe... Aku tau kau tak menginginkan Aku, tapi menginginkan Bagus Cilik..." jawab Tubagus Qodim.

"Maaf kyai..., Saya hanya akan menunjukan tempat kekuasaannya."

"Ya... ya... ndak apa-apa, bagaimana Bagus? Angger mau tidak mengikuti bunda Mayang Sari?" kata Kyai Tubagus pada Bagus Cilik.

To be continued...

Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser