Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [5]

Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [5]
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [5]">

FORTUNA NETWORKS.COM | Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [5]

CAHAYA SEJATI bagian - 5

Bagus Cilik cuma menganggukkan kepala,


"Ya, kalau angger Bagus sudah mahu, Ya, silahkan Nyai Dewi membawanya." kata Tubagus Qodim.

Dewi Mayang Sari segera mengulurkan tangannya, "Mari ngger ikut Ibu." katanya, dan Bagus Cilik pun keluar dari perahu, lalu digandeng oleh Dewi Mayang Sari.

"Aku pamit dahulu Kyai, Wasalamu'alaikum."

"Silahkan Dewi, Wa'alaikum salam." jawab Kyai Tubagus Qodim, Dewi Mayang Sari segera membawa Bagus Cilik berjalan ke tengah samudera.

"Semoga Allah Ta'ala menjadikan Bagus Cilik menjadi pemimpin yang bisa menuntun pemimpin yang lain, di masa negara kisruh dan penuh huru hara." berkata Tubagus dalam do'anya, dan bayangan Dewi Mayang Sari semakin hilang ditelan gulungan ombak.

    READ MORE
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [3]
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [4]
Cerpen @ Hikayat Kyai Lentik Penguasa Gunung Putri [3] "Jadikan Daun-Daun Kopi Menjadi Wang"
Cerpen @ Hikayat Kyai Lentik Penguasa Gunung Putri [22] "Akhirnya Menikah Dengan Husna"

Semenjak kejadian itu, sudah hampir tiga bulan berlalu, Bagus Cilik, dibawa oleh Dewi Mayangsari, dan belum juga Bagus pulang ke rumahnya, Kyai Sepuh tak pernah mengkhawatirkan kepergian Bagus Cilik, sebab kejadian Bagus Cilik menghilang sudah tak terhitung lagi, kadang ketika pulang jika ditanya Bagus Cilik menjawab diajak oleh Sunan Kalijaga, atau diajak oleh Syaikh Karim, padahal Syaikh Karim itu hidup di zaman Imam Nawawi, dan Sunan Kalijaga itu hidup di zaman kerajaan Demak Bintoro, Tetapi semakin sering Bagus Cilik menghilang, maka makin aneh saja kelebihan yang dimilikinya, pernah suatu kali Bagus Cilik Zikir Muqarobah, yang zikir itu adalah hak dari orang yang mempunyai hak ahli talkin dan bai'at, dan ketika zikir itu ketahuan oleh Abuya Dim, maka Abuya Dim memanggil Bagus Cilik.

"Dari mana kau dapat zikkir muqarobah, itu bukan hakmu, itu hak orang yang mempunyai kedudukan ahli talkin dan ahli bai'at?" tanya Abuya Dim.


"Aku diberi guruku, Abah Kairem.." jawab Bagus, yang belum fasih menyebut kalimat nama Karim, kerana lisannya masih lisan anak kecil.


"Kairem.. Kairem siapa? Tidak boleh zikir muqarobah jika belum tingkatannya, Aku sendiri tidak berani zikir itu, bagaimana kau berani, sedang kau masih kecil." kata Abuya Dim.

"Baik Aku akan memanggil guruku." jawab Bagus.

"Bagaimana kau akan memanggilnya?"

"Ya, Ku panggil dengan wirid." jawab Bagus.

"Bagaimana mungkin kau memanggilnya?"

"Sebentar," kata Bagus lalu duduk zikir, dan tak lama kemudian pintu terbuka, dan dari pintu keluar orang yang teramat tua, wajahnya penuh cahaya, dan jenggotnya menjuntai sampai dada, dan Abuya Dim amat faham siapa lelaki tua itu, kerana fotonya terpampang di deretan photo Ulama' Tareqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah, yang seangkatan dengan Syaikh Nawawi,yang  juga menjadi Imam Masjidil Haram,Makkah. Maka Abuya Dim insyaf, lalu duduk menunduk.


"Dia muridku, mahu mengangkat murid siapa, itu terserah Aku, juga siapa saja berhak Aku pilih, Apa hakmu melarang?" kata Syaikh Karim sambil mengetuk ketukan tongkatnya di lantai.

Abuya sangat gemetar, bagaimana tidak Syaikh Karim adalah guru empat tingkat di atas gurunya, dalam Tareqoh siapa yang tidak ta'dzim kepada guru, apalagi kakek buyut gurunya, maka bisa jadi ilmu yang dimiliki akan musnah sama sekali, apalagi tidak takdzim kepada Nabi Shallallahu 'Alihi Wa Sallam.

"Ampun kakek guru, abdi tidak tahu." kata Abuya Dim,

"Sudah ku maafkan, ingat walaupun umurnya kecil, dia itu kakek buyut gurumu," kata Syaikh Karim memperingatkan, lalu Syaikh Karim mengelus kepala Bagus dan mengajaknya pergi.


Banyak hal di dunia ini yang kadang tidak masuk di logika kita, tapi kita sebagai manusia sekalipun segala sesuatu itu tidak masuk logika kita, dan sesuatu itu terjadi, maka kita harus percaya, kerana sesuatu itu terjadi tidak tergantung pada akal kita yang terbatas, tapi menurut kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala, jika akal kita mengatakan rumah kita tidak akan diterjang tsunami, tapi nyatanya air tsunami itu ada di atas rumah, maka kita harus lari, walau akal kita tidak mau terima, sebab jika kita menunggu akal kita menerima dulu, maka sudah pasti kita akan tergulung mati.


Setelah tiga bulan berselang, di Desa Cipacung, di sebuah kebun, terdengar anak-anak kecil ramai memperebutkan sesuatu, suasana sangat ramai, sehingga membuat para orang tua ingin tahu, Apa sebenarnya yang terjadi,? Sehingga banyak orang tua datang mendekat, dan mereka jadi hairan, kerana anak-anak kecil itu memperebutkan wang, dan wang itu disebarkan dari tangan Bagus Cilik, yang sekian bulan menghilang, tapi anehnya wang yang disebarkan itu diambil dari segenggam tanah dan pasir yang ada di sekitarnya, yang bila diambil dan disebarkan ke udara, maka tanah dan pasir itu menjadi wang, dan anak-anak pun memperebutkan wang itu, kontan saja para orang tua pun ikut berhamburan memperebutkan wang itu, sehingga suasana jadi ramai serta heboh.

To be continued...
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser