Jacob Soetoyo Anggota 'Trilateral Commission Asia Pasifik' [Part 2]

Jacob Soetoyo Anggota 'Trilateral Commission Asia Pasifik' [Part 2]
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="Jacob Soetoyo Anggota 'Trilateral Commission Asia Pasifik' (Part 2)">

FORTUNA NETWORKS.COM | Jacob Soetoyo Anggota 'Trilateral Commission Asia Pasifik' [Part 2]

Jacob Soetoyo adalah Anggota 'Trilateral Commission Wilayah Asia-Pasifik' dari Gesit Company


Edisi Edited,
Tetapi dengan tajuk berbeda. Tak ada masalah. Masih dalam topik yang sama, hanya sekadar variasi tajuk agar terlihat lebih dinamik dalam tampilan. Selamat membaca!
Indonesia adalah satu-satunya sebuah negara didunia yang tiada atau tanpa wujudnya Pangkalan Militer Amerika Syarikat. Justru disebabkan Indonesia begitu kaya melimpah-ruah hasil-mahsul bumi dan lautnya anugerah Allah Yang Maha Kaya. Maka walau tanpa cengkaman penguasaan pangkalan militer Amerika di Indonesia, para pebisnis-pebisnis Amerika keturunan Zionis Yahudi dengan pelbagai cara dan taktik untuk masuk berbisnis untuk mengeruk harta dan kekuasaan politik Indonesia seperti yang baru dikhabarkan tentang syarikat multinasional Indonesia Group Bakrie.Ltd telah melakukan MoU secara rahasia di Singapura dengan Vallar Plc yang dimiliki Dinasti Rothschild,

Lalu apa itu Trilateral Commission?

Yang telah Saya rungkai pada thread bagian pertama tersebut, secara sederhana Saya akan mengulasnya secara singkat.



Profil Trilateral Commission (TC)

Komisi Trilateral (TC) adalah organisasi non-pemerintah yang dibentuk di tengah-tengah krisis minyak Timur Tengah. Kelompok diskusi non-partisan yang didirikan oleh David Rockefeller1 pada bulan July 1973 untuk mendorong kerjasama yang lebih erat antara Amerika Utara, Eropah Barat, dan Japan.
“Kata ”Trilateral“ berarti ”tiga-sisi“. Tiga sisi dalam hal ini adalah Amerika Utara, Eropah, dan Japan,memiliki beberapa kesamaan, yang paling penting adalah kekayaan mereka, yang terutama berasal dari industri produksi. Bahkan pertanian pun diindustrialiasi, dalam arti bahwa para petani di negara-negara Trilateral menggunakan banyak mesin-jentera.
Pendiri dan penggerak utama TC adalah pemodal internasional
David Rockefeller, pemilik Chase Manhattan Bank.
Wartawan Bill Moyers berbicara tentang kekuatan dari David Rockefeller dalam sebuah filem dokumentari TV, Pemerintah Rahasia pada tahun 1980: “David Rockefeller adalah hari ini perwakilan paling menyolok/striking dari kelas penguasa, persaudaraan multinasional, lelaki yang membentuk ekonomi global dan mengelola aliran modal. Warga negara yang diberikan hak istimewa dari seorang ketua negara. Dia tak tersentuh oleh bea cukai/customs duty atau pejabat pasport dan hampir tidak berhenti untuk sebuah lampu trafik lalu lintas2
Dua bulan setelah pertemuan Bilderberg, pada July 1972, David meminjamkan tanah miliknya yang terkenal, Pocantico Hills di lembah Hudson, New York sebagai pusat pertemuan Trilateral Commission. Sekitar 200 orang Banker dan industrialis hadir, yang rata-rata mereka pun adalah anggota Bilderberg dan CFR (Council on Foreign Relations).
Pertemuan TC juga terjadi di Tokyo pada 21-23 Oktober 1973. Enam puluh lima orang mewakili grup Amerika Utara yang semuanya sekaligus member dari Council on Foreign Relations(CFR).
Sekitar 300 anggota bergabung pada tahun 1973, mereka adalah pengusaha internasional, bankir, pemerintahan, akademik, media, dan kalangan pekerja konservatif.
Komisi Trilateral dibagi menjadi tiga wilayah :Amerika, Eropah, dan AsiaPasifik. Markas wilayah Amerika berada di Washington; Eropah di Paris; dan Asia diTokyo. Pertemuan tahunan TC pada tahun 2006 diadakan diTokyo selama tiga hari. Tahun 2007 diadakan di Brussels, dan 2008 dari 25-28 April diWashington DC. Pertemuan itu tertutup untuk umum, dan media yang tidak berafiliasi dengan TC ditolak aksesnya.
TC (Trilateral Commission) tidak hanya berkumpul mengkaji dan merumuskan kebijakan, tetapi mereka sejak dulu telah berhasil menempatkan orang-orangnya dalam lingkungan penting pemerintahan di dunia. Saya ambil beberapa contoh :
1. George S. Franklin Jr, salah satu direktur Council Foreign Relations (CFR), dia adalah teman kuliah David Rockefeller dan menikah dengan Helena Edgell, sepupu David. George menduduki posisi Secretary General dan Koordinator TC untuk kawasan Amerika Utara.
2. Henry Kissinger, anggota kunci TC yang menjawat Presiden Amerika.
3. Zbigniew Brzezinski, staff kepresidenan Henry Kissinger. Pakar politik University Columbia, pendiri Trilateral, dan salah satu direktur CFR (Council Foreign Relations).
4. President Ford, menunjuk Robert S Ingersoll (Borg-Warner Corp dan First National Bank of Chicago) sebagai Menteri Luarnya. Robert S Ingersoll adalah anggota TC. Pada tahun 1974, Ingersoll digantikan oleh Charles W. Robinson, seorang pengusaha dan anggota TC. (sumber : Murray N.Rothbard, Wall Street, Banks, and American Foreign Policy, hal. 61-62)
Contoh lainnya, bagaimana pemerintahan Japan tahun 1973 dikuasai para Trilateralis :
Koichi KatoTimbalan Sekretaris Kabinet (Deputy Cabinet Secretary)
Kiichi Miyazawa, Menteri Luar Negeri, Direktur Agensi Perencama Kebijakan Ekonomi
Nobuhiko Ushiba, Menteri Ekonomi, Perwakilan Multirateral Trade Negotiation, Penasehat Mentri Luar Negeri,
Saboro OkitaMentri Luar Negeri.
Dari contoh-contoh tersebut, tampak jelas karakter dari TC yang selalu berusaha mempengaruhi policy sebuah negara dengan cara menempatkan orang-orangnya dalam posisi pemerintahan.
Jika mereka tidak dapat menduduki suatu pos kunci, maka mereka bisa menempatkan orang-orang yang sefahaman atau boleh mereka kendalikan.
Bahkan melalui Trilateral Commisision inilah, beberapa calon presiden Amerika Syarikat di 'fit and proper test' dulu, sebelum maju mencalonkan diri.

Profil Pendiri TC (Trilateral Commission)

Mari kita kenali profil para pendiri Trilateral Commissions :

1. #David Rockefeller,

David Rockefeller. Bankir dan pendiri Trilateral Commission
Dia adalah salah satu orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia. Kekayaan bersihnya mencapai sekitar $3,2-$4 trilyun (?).
David Rockefeller adalah pimpinan keluarga Rockefeller, keluarga terhormat dan berpengaruh. Dia memiliki koneksi luas dengan orang-orang kaya dan penting di dunia yang tidak cukup digambarkan dalam artikel ini.
David juga anggota dari forum-forum penting seperti Bilderberg group, Bohemian Group, Chairman dari Council on Foreign Relations (CFR), dan pendiri sekaligus anggota Trilateral Commission.
Pandangannya tentang dunia sangat globalis dan pro New World Order (Tatanan Dunia Baru). Berikut video saat dia dikonfrontir tentang agenda NOW saat berkunjung ke Chili :
Dalam buku Memoirs-nya yang terbit pada tahun 2002, halaman 405, David mengaku sebagai bagian dari rencana jahat Illuminati untuk menguasai Amerika dan Dunia.
Sejumlah orang bahkan percaya bahwa kami (keluarga Rockefellermerupakan bagian dari komplotan rahasia yang bekerja melawan kepentingan terbaik Amerika Syarikatkarakteristik keluarga Saya dan Saya sebagai seorang internasionalis’ dan bersekongkol dengan orang lain di seluruh dunia untuk membangun lebih global terpadu politik dan struktur ekonomisatu duniajika Anda mahuJika itu tuduhannya, Saya mengakui bersalahdan Saya bangga kerananya
Pada satu kesempatan, David pernah berkata:
Kita berada di ambang transformasi global. Yang kita perlukan adalah krisis besar yang tepat dan bangsa-bangsa akan menerima New World Order.”

2. #Zbigniew Brzezinski,

Zbigneiw Brzezinski. Globalis dan Pakar politik internasional
Zbigneiw Brzezinski adalah seorang mantan Penasehat US National Security, pendiri Trilateral Commission, anggota CFR, Club of Rome, dan Committee of 300. Ia merupakan keturunan Polish Black Nobility (Old World Order) dan kolega (
rakan sekerja)
Henry Kissinger. Dalam bukunya yang berjudul “Technotronic Era” (1970), Brzezinski meramalkan kedatangan jaringan kendali (control-grid) diktatoris di bawah para globalis:
“Mungkin akan segara terlaksana pengendalian atas semua warga negara secara terus-menerus dan pemeliharaan file-file agar tetap up-to-date, yang mengandungi data paling pribadi tentang kesehatan dan perilaku semua warga di samping data lain yang lebih umum. File-file ini akan menjadi sarana pencarian informasi oleh para penguasa".
"Kekuasaan akan jatuh ke dalam genggaman orang-orang yang mengendalikan informasi. Institusi-institusi kita yang telah ada akan digantikan oleh institusi-institusi manajemen pra-krisis, yang tugasnya adalah mengidentifikasi krisis sosial lebih awal dan mengembangkan program untuk mengatasinya. Ini, setelah beberapa dekad berikutnya, akan mendorong kecenderungan menuju Technotronic Era, sebuah Kediktatoran yang hanya menyisakan sedikit ruang untuk prosedur-prosedur politik yang kita kenal".
"Akhirnya, jika melihat pada akhir abad ini, kemungkinan penggunaan mindcontrol biokimia serta rekayasa genetik pada manusia, termasuk pada makhluk-makhluk yang berfungsi dan berfikir seperti manusia, dapat menimbulkan beberapa pertanyaan sulit.”
Buku berjudul The Technotronic Era itu dipesan oleh Club of Rome. Buku itu merupakan pengumuman terbuka tentang cara dan metode yang digunakan untuk mengendalikan Amerika Syarikat di masa mendatang…
Brzezinski, saat berbicara untuk Committee of 300, mengatakan bahwa Amerika Syarikat sedang bergerak ‘menuju sebuah era yang berbeda dari pendahulunya; kita sedang bergerak menuju ‘technotronic era’ yang dapat dengan mudah menjadi sebuah kediktatoran…’

Brzezinski selanjutnya mengatakan bahwa masyarakat kita ‘sekarang berada dalam revolusi informasi yang berlandaskan pada fokus hiburan, tontonan (pemberitaan peritiwa-peristiwa hiburan melalui televisyen) yang menjadi racun bagi orang banyak yang tak memiliki tujuan.’
Apakah Brzezinski merupakan seorang peramal?

Apakah ia bisa melihat masa depan? Jawabannya TIDAK; Apa yang ia tulis dalam bukunya disalin dari blueprint milik Committee of 300 yang diserahkan ke Club of Rome untuk dilaksanakan.” – John Coleman, “Conspirators Hierarchy: The Story of the Committee of 300”
Brzezinski juga menjawat sebagai penasehat CSIS-Indonesia, lembaga think tank yang didirikan oleh dua tokoh militer Orde Baru, Ali Murtopo dan Soedjono Hoemardani dan memperoleh pengaruh kuat selama masa Presiden Soharto.
Tulisan sederhana ini akan berlanjut secara singkat di thread berikut ;
To be continued..
Artikel ini telah dipublish di media helmysyamza.wordpress.com
_________
Pustaka;
  1. David Rockefeller”. Trilateral Commission. Retrieved 14 March 2013. http://www.trilateral.org/go.cfm?do=Page.View&pid=21
  2.  Daniel Estulin, The Bilderberg Group, (Independent Publishers Group, 2005), hal. 138
  3.  Majalah TIME, No. 18 Vol. 150, 3 November1999.
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser