Cerpen @ Hikayat Sang Kyai [25] "Bertemu Dewi Lanjar Penguasa Laut Utara"

Cerpen @ Hikayat Sang Kyai [25] "Bertemu Dewi Lanjar Penguasa Laut Utara"
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="Cerpen @ Hikayat Sang Kyai [25] "Bertemu Dewi Lanjar Penguasa Laut Utara">

FORTUNA NETWORKS.COM | Cerpen @ Hikayat Sang Kyai [25] "Bertemu Dewi Lanjar Penguasa Laut Utara"


Perjalanan manusia untuk mendekatkan diri pada Allah Azza Wa Jalla sebagai Robbnya, sebenarnya tak jauh, menjadi jauh karena semakin beragamnya keinginan nafsu, semakin banyak lagi yang diinginkan oleh nafsu, kesenangan-kesenangan yang bersifat kepuasan, entah kepuasan zahir atau kepuasan batin, maka makin jauh perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sekian tahun, yang dilewati oleh manusia itu gelora samudera kepuasannya, yang dilewati manusia itu padang gersang ketamakannya akan kesenangan. Andai saja manusia itu mau melepaskan segala macam keinginan, ingin dipuji, ingin diagungkan, ingin dihormati, ingin punya kedudukan dan pangkat, pangkat di hadapan manusia, maupun pangkat di hadapan Allah 
Subhanahu Wa Ta'ala, Maka jika semua telah tak ada yang bersemayam segala macam keinginan, ketika Nur-Makrifat itu melintas di lapangan hati manusia yang bersih dari keinginan, maka cahaya itu akan menumbuhkan aneka macam tetumbuhan ilmu dan hikmah.


Tak perlu manusia itu menjadi sakti, atau belajar agar sakti, Allah 
Subhanahu Wa Ta'ala itu lebih sakti dari semua yang Dia ciptakan, dan .."wafadhalallahu ba’dukum ala ba’din", Allah Ta'ala itu akan memberikan berbagai anugerah keutamaan, kepada hamba yang satu dari hamba yang lain, sesuai kadar ketaqwaannya, dan ketaqwaan itu terukur sesuai kadar keikhlasannya, dan keikhlasan itu ada karena faham dan tau, jika dia tidak ikhlas itu maka tak ada nilainya suatu kadar bobotnya ibadah, dan untuk menjadi mukhlisin atau orang yang ikhlas itu tidak cukup sehari dua hari hati digosok, karena kecenderungan nafsu menguasai hati, dan ditambah dengan khotir atau bisikan-bisikan syaitan yang menanamkan bibit virus, akan subur berkembang, jika apa yang dimakan manusia kemudian adalah sesuatu yang diharamkan.


Tak ada seorangpun yang ma’sum dan terjaga dari tipu daya, kecuali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. dan kita sebagai manusia biasa, seringkali mudah tertipu.

Tertipu oleh prasangka dan ketidakpastian.

Seperti Nabi Muhammad 
Shallallahu'Alaihi Wasallam ketika ditemui Malaikat Jibril dalam berbagai bentuk, lalu Nabi Shallallahu'Alaihi Wasallam tak tertipu dengan perubahan bentuk yang satu pada bentuk yang lain.


Sementara kadang kita jika ditemui oleh bayangan di dalam mimpi, seorang yang memakai jubah, lalu kita menyangka itu seorang wali, padahal syaitan amat mudah menyerupai dalam bentuk apapun, untuk menipu daya manusia, agar kita kemudian menjalankan 'amaliyah bukan lagi karena mencari redha Allah 
Subhanahu Wa Ta'ala, tapi karena menuruti orang yang berjubah itu.


   READ MORE

Cerpen @ Hikayat Sang Kyai [24] "Kyai Cempli Jin Penguasa Desa"

Cerpen @ Hikayat Sang Kyai [23] "DITAKLUKI SEMUA JIN PENGUASA PEKALONGAN"
Cerpen @ Hikayat Kyai Lentik Penguasa Gunung Putri [22] "Akhirnya Menikah Dengan Husna"
Cerpen @ Hikayat Kyai Lentik Penguasa Gunung Putri [21] "Berangkat Ke Pekalongan Mahu Menikah"


Malam itu Aku meraga sukma lagi, kali ini arah ke utara dari Desaku.

Melayang-layang di atas kota, lalu Aku lihat seperti sesuatu aura amat hitam menggantung di udara, melingkupi suatu Daerah, Aku coba mendekat, dan Aku masuk ke rumah itu ternyata sebuah rumah sakit, sebab banyak sekali pasien, yang Aku hairan banyak sekali hantu bergentayangan di rumah sakit itu, dari gambar salib yang tergantung di dinding, Aku menyangka ini pasti rumah sakit Kristian.

Aku lewati lorong demi lorong rumah sakit, dan setiap hantu yang bertemu denganku menjerit lalu kabur, ada perempuan berbaju putih, ada hanya kepala, ada orang yang tubuhnya penuh darah, dan lain-lain, jika ku sebut satu persatu rasanya tak akan selesai seharian.

Tiba-tiba seorang hantu berpakaian pastor zaman dulu atau zaman sekarang Aku tak tau, yang jelas dia berpakaian hitam, dengan selempang di pundak, dan ada kerah/kolar putih di lehernya.

Dia menghadangku,

“Berhenti, enyah dari sini, Kau membuat penghuni sini semua kepanasan.”
ujarnya, sambil mengacungkan batang salib kearahku.

“Aku hanya lewat disini, bagaimana kau anggap Aku membuat penghuni sini kepanasan?”
tanyaku.

“Nyatanya seperti itu.” bentaknya.

“Bagaimana mungkin aku menjadikan kalian menjadi kepanasan?” kataku masih heran.

“Kenyataannya seperti itu, Aku juga tak tau, apakah kau ini arwah orang mati?” tanya pastur itu.

“Aku? Aku belum mati.” kataku.

“Lalu kenapa kau bisa masuk alam kami? ” tanyanya.

“Aku melepas sukma.” jelasku.

“Sudah sekarang kau pergi, kau membuat seluruh tempat ini seperti terbakar.” katanya seperti menahan sakit.

“Jika Aku tak mau?”

“Maka Aku akan mengusirmu.”
katanya sambil jari telunjuknya terangkat.

Dan aneh dari jari telunjuknya keluar kilatan letrik seperti kilat kecil, menyerangku, untung Aku ingat, Aku ini sukma, Aku pun melompat melayang menghindari serangannya, yang menghantam dinding dan menimbulkan dentuman dahsyat.


Wah, sakti juga pastor ini, Aku jadi ingat, kata Kyaiku, kalau di alam ghaib itu jika ingin mengeluarkan apa,  maka tinggal menzikirkan salah satu zikir dan membayangkan apa yang kita inginkan keluar dari tangan.

Maka Aku pun melakukan itu dan membayangkan petir keluar dari tanganku, dan Subhanallah, benar-benar petir yang menyilaukan mata keluar dari tanganku, melesat seperti pijaran kilat di langit menerjang ke arah pastor itu, dia menghindar sampai bergulingan di lantai, dan ujung bajunya tersambar segera menjadi bubuk debu.

Aku terheran-heran, dan melihat tengah tapak tanganku yang mengeluarkan asap.

Tiba-tiba beberapa pastor datang, ada sekitar tujuh orang, dan serempak menyerangku..

Aku terdesak sampai ke pintu besi dan tempat penjagaan satpam/sekuriti.

Aku masih melakukan adu kekuatan, dan saling serang dengan petir, sampai Aku akhirnya terdesak keluar pagar.

Ah, percuma juga ku lawan, tak ada manfaatnya, lebih baik Aku pergi.

Aku pun pergi, melesat ke udara, dan melayang-layang pelahan meninggalkan tempat itu, sambil melihat kota dari atas.

Sampailah Aku di persawahan, di mana banyak pohon pisang, dan kembang krokot, Aku berhenti sebab mendengar ada yang mengucap salam.

“Assalamu alaikum..” ku dengar suaranya serak seperti suara perempuan tua.

“Wa'alaikumsalam…, siapa ya..?” tanyaku sambil berhenti berdiri di atas daun pisang.

“Aku Ibu Dewi… Aku minta kalau Tuan mengirim Al-Fatihah, Aku dikirimi juga.” katanya…

Aku tak sempat menanyakan lebih lanjut, karena Azan Subuh sudah berkumandang, dan Aku harus segera pulang untuk mengimami Sholat Subuh di Masjid.

Pada siang harinya Aku berfikir, Siapa gerangan perempuan itu yang memintaku mengirimi AlFatihah? Aku hanya melihat sebuah rumah, berundak-undak, dindingnya dari kayu, tanpa cat. Rumah siapa? Kok dia tau keberadaan sukmaku, bahkan dari dalam rumah, tentu dia jika seorang manusia, maka pasti manusia yang mempunyai ilmu tinggi, sebab jarang-jarang Aku menemukan seseorang yang bisa melihatku ketika meraga sukma, jika dia bisa melihat sungguh berarti bukan orang sembarangan.

Baiknya nanti malam Aku datangi dia, mungkin bisa ku perjelas siapa sesungguhnya dia.

Maka malamnya lagi Aku meraga sukma lagi, dan langsung menuju rumah itu. Rumah yang di depannya ada bunga kerokot.

Aku langsung turun di pekarangan rumah yang diratakan dengan kerikil, dan ditumbuhi rumput di sela-sela kerikil.

“Assalamu'alaikum…” ucapku dari luar rumah.

“Wa'alaikum salam,”
terdengar jawaban dari dalam tapi kenapa suaranya seperti suara seorang perempuan muda, padahal kemaren seperti suara perempuan tua yang serak.

“Maaf, kemaren ada yang ingin dikirimi Al-Fatihah, tapi Aku kurang jelas siapa namanya? Maaf jika Saya ingin memperjelas biar tak salah alamat.”
kataku dengan sopan.

Lalu dari dalam rumah, keluar seorang perempuan, memakai cadar penutup wajah, tubuhnya tinggi langsing, dan semua pakaiannya memakai warna biru.

“Iya, Saya yang minta dikirimi Al-Fatihah, namaku Dewi, dan orang sering menyebutku Dewi Lanjar.” jelasnya.

“Dewi Lanjar?”  Aku hairan, Aku sendiri tak tau siapa itu Dewi Lanjar.

“Maaf Nyai, Saya bukan orang asli Pekalongan, jadi Saya tak tau Dewi Lanjar.”
kataku jujur.

“Aku penguasa Laut Utara.” jelasnya.

“Ooo…”

“Mari ku ajak ke tempat kekuasaanku.”
katanya, sambil menggandeng tanganku. Dan kami membumbung cepat ke arah utara, ke tengah laut, Aku lihat Aku melayang di tengah laut, sampai pada suatu pulau kecil, lalu melintasi jembatan, Aku hairan karena jembatan itu dari manusia yang dijejer seperti ikan asin, dan Ku lihat banyak orang ramai bekerja, yang membuatku hairan, ada orang yang berkepala ikan dan bertubuh manusia, juga ada manusia yang berkepala manusia tapi bertubuh ikan, ada juga orang yang memukul-mukul mereka dengan cambuk.
To be continued..

Notes; Beberapa kalimat sengaja Saya posting tanpa Saya robah kalimat dan bahasanya, untuk menjaga mutu penulisan asal oleh penulis aslinya..


Kredit Ilustrasi Image by pinterest.com/pin
Follow me at;

Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser