#Covid19, Lockdown Milan dan Wuhan Ternyata Beda

#Covid19, Lockdown Milan dan Wuhan Ternyata Beda
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="#Covid19, Lockdown Milan dan Wuhan Ternyata Beda">

FORTUNA NETWORKS.COM | #Covid19, Lockdown Milan dan Wuhan Ternyata Beda 

#Lockdown Milan dan Wuhan ternyata beda. Sama-sama di-lock down tapi tidak sama prakteknya.

Itu baru diketahui setelah 300 para Doktor dari RRChina tiba di Milan, Italy pada hari Khamis petang [19 Mach2020] lalu. Mereka diperbantukan di Italy yang pemerintahannya kian kewalahan.
Di Wuhan, China sendiri sudah tidak ada pasien baru, Rabu lalu. Demikian juga Khamis keesokan harinya.

"#Lockdown di Milan ini ternyata longgar sekali," ujar doktor dari RRChina itu. "Kendaraan umum masih ada yang jalan. Masih ada orang yang terlihat di lalu-lalang," tambah doktor itu seperti dikutip di media di RRChina.

Bagi orang Italy mungkin itu sudah dianggap lock down yang mengejutkan. Yang sangat mengerikan. Kota sudah dinilai sebagai kota mati. Jalan-jalan sepi. Toko-toko tutup.

Tapi bukan seperti itu yang dimaksud lock down di Wuhan, RRChina. Kendaraan umum sama sekali tidak diperbolehkan beroperasi. Bukan hanya dikurangi. Orang harus benar-benar berada di dalam rumah masing-masing.

Kerana lock down di Italia sangat longgar tidak mengherankan setelah seminggu pun jumlah penderita baru #Covid-19 masih ribuan. Bahkan masih terus di atas 3.000 setiap hari.

Demikian juga jumlah yang meninggal dunia. Sampai melebihi yang meninggal di Negara RRChina (sudah termasuk Hongkong, Taiwan, dan Macau).
#Lockdown di Wuhan tidak seperti itu. Benar-benar lock down keras.
Saya (penulis-red) pun minta gambaran konkrit dari jaringan Saya di RRChina. Seperti apa sih lock down di RRChina itu.?

Ternyata seperti ini:

Sejak 27 Februari 2020 lalu semua orang harus men-download satu apps di smartphone mereka. Nama apps itu: 健康宝 baca: "jian kang bao". Artinya: "Sehat Itu Harta Karun". Atau: "Harta karun berbentuk sehat".

Dengan men-download apps tersebut semua orang terhubung dengan pusat kesehatan nasional Negara RRChina.

Sejak itu di layar smartphone penduduk muncul status kesehatan mereka masing-masing: Hijau, Kuning, atau Merah.

Smartphone(Handphone) telah berfungsi pula sebagai kad kesehatan (health card)

Di masa lock down itu semua orang tidak boleh keluar rumah. Kecuali yang diizinkan oleh petugas/pihak berwajib. Petugas itu berdiri di pintu-pintu masuk gang/lorong atau di jalan-jalan.

Bagi yang benar-benar punya urusan penting mereka harus menunjukkan smartphone ke petugas. Mereka harus menunjukkan status kesehatan masing-masing yang ada di layar smartphone.

Kalau layar smartphone mereka warna hijau berarti diizinkan. Tapi terbatas. Misalnya ke supermarket atau ke toko obat.

Tapi kalau layar di smartphonenya warna kuning mereka tidak boleh ke mana-mana. Apalagi warna merah.

Dari mana asal status kesehatan itu? Siapa yang memberi status hijau, kuning, atau merah itu?

Semua itu berasal dari big data.

Ketika dulu pertama kali Anda men-download apps 'Harta Karun' itu Anda harus menjawab banyak pertanyaan yang muncul di layar smartphone. Pilihan jawabannya sudah ada di bawah pertanyaan. Tinggal pilih.

Sebelum masuk ke Apps, bagian pertanyaan, Anda harus membaca deklarasi di situ: "bahwa Anda sendiri yang menjawab, bukan orang lain".

Bahwa Anda mengisinya dengan jujur. Bahwa kalau tidak jujur bersedia menanggung konsekuensi undang-undang/hukumnya.

Lalu masuk ke pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaannya banyak: ada 16 soal.

Misalnya ke mana saja selama 14 hari terakhir. Apakah sedang batuk/demam/panas. Apakah pernah ke pejabat selama 14 hari terakhir. Di Daerah/Kota mana pejabatnya.
Dan banyak lagi.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak hanya muncul sekali waktu download.

Itu muncul setiap hari. Sekali lagi: setiap hari. Setiap jam 10.00. Dan setiap hari pula Anda harus menjawabnya -- lalu send.

Semua jawaban itu masuk ke sentral data. Terpusat. Jadilah 'big data'. Semua itu terkumpul dalam sebuah big data.

Big data-lah yang menjadi sumber. Untuk diproses. Lalu muncullah status hijau, kuning, atau merah di layar smartphone Anda.

Di bagian atas layar smartphone itu juga terlihat hari, tarikh, bulan, tahun dan jam. Lalu ada photo wajah Anda.

Di bawah photo Anda itulah warna hijau, kuning, atau merah ditampilkan.

Dengan demikian ketika Anda menunjukkan layar smartphone ke petugas/pihak berwajib akan terlihat photo Anda, tanggal-hari-bulan-tahun-jam, dan status kesehatan Anda: hijau, kuning, atau merah.

"Apakah Anda sendiri yang memasang photo itu di layar Apps tersebut?“ tanya saya.

"Bukan," jawabnya. "Waktu pertama kali download Apps, Saya diminta menghadapkan wajah ke kamera. Wajah Saya terphoto. Langsung muncul di Apps itu," tambahnya.

Berarti big data berperanan sangat besar dalam sistem lock down di RRChina. Tanpa big data tidak mungkin bisa terkontrol seketat itu.
Begitu moden sistem lock down di RRChina.

Pantas saja, kalau doktor RRChina yang diperbantukan ke Milan, menganggap yang terjadi di Italiy itu adalah Ape bende ni.
"Opo Tumon (Ape bende) lock down kok begitu".

[
23 March 2020]
Article Adaptation & Courtesy to Dahlan Iskan
Kredit Ilustrasi Image by fajar.co.id
Follow me at;
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo