Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [15]

Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [15]
<img src="fortunanetworks.com.jpg" alt="Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [15]">

FORTUNA NETWORKS.COM | Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [15]

Sebulan menjadi murid tak resmi. Bagian 15

Jauh di tlatah Tuban Jawa Timur, malam serasa kering, kemarau panjang tak kunjung usai, sehingga jalanan Desa berdebu, apalagi banyak jalanan rusak yang tak diperbaiki, makin membuat jalan Desa memprihatinkan. Tapi di malam itu, banyak para pemuda kebanyakan dari pemuda group pencak silat Setia Hati, tengah berbondong-bondong, menuju satu arah, sepertinya bukan sedang dalam latihan, kerana biasanya mereka memakai seragam, ini sama sekali tak ada yang memakai seragam, tapi semua membawa senjata, ada gear motor yang diberi rantai, ada pisau, pedang, ruyung, pemukul.


   READ MORE
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [14]

Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [13]
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [12]
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [11]

Terdengar pembicaraan mereka.

"Apa surat tantangannya sudah kau kirim?" tanya lelaki pendek yang membawa senjata gear motor yang diberi rantai.
"Ya, sudah seminggu yang lalu, dia kita tantang di tempat penggilingan padi, nanti kita habisi di sana." jawab yang bertubuh jangkung.

"Apa isi tantangannya dia kamu suruh datang sendiri?" tanya si pendek lagi.

"Ya jelas, ku suruh datang sendiri kalau jantan, kalau tidak datang sendiri berarti pengecut ku tulis surat tantangannya seperti itu." jelas yang bertubuh jangkung, sambil membetulkan pedang yang dibawanya agar tak terlihat, sebab mereka mungkin sebanyak tigapuluhan orang, dengan senjata semua disembunyikan.

"Apa menurutmu dia akan datang sendiri?" tanya si pendek lagi.

"Ya, tentu dia akan datang sendiri, dia itu kan menjadi pemimpin genk anak-anak nakal dan membawahi beberapa Daerah, tentu egonya tinggi." jelas yang jangkung.

Sebentar kemudian iring-iringan anak muda itu mendekati penggilingan padi, aneh mereka semua berhenti. Tak ada yang beranjak untuk melangkah, padahal penggilingan padi di depan mereka.

"Heehh, bagaimana ini?" tanya salah satunya berbisik.

"Coba lihat dia sudah datang belum?" timpal yang lainnya.

"Apa benar yang tersiar kabar, kalau dia sakti?" tanya pendek.

"Ya dengar-dengar sih, saksinya banyak dia pernah ditusuk keris di perempatan, tapi tidak mempan, cuma bajunya yang sobek, dan yang menusuk minta ampun." jawab yang bertubuh jangkung.

"Wah, kalau begitu ya memang sakti beneran." nampaknya semua menjadi grogi pada musuh yang akan dihadapi.

"Gimana diteruskan tidak?" kata salah satu mereka.

"Ya kalau tidak diteruskan, kita akan diremehkan," jawab pendek.

"Memangnya dia pernah meremehkan grup Setia Hati?" tanya jangkung.

"Ya tak pernah sih, soalnya orangnya pendiam, jarang bicara, tapi kan lama-lama meremehkan." jawab si pendek.

"Wah kamu jangan membuat prasangka sendiri gitu." ujar Jangkung tak senang dengan sifat temannya.

"Coba dilihat, dia sudah datang belum?" sela si Gendut.

Salah seorang menghendap-hendap dan melihat ke tengah tempat penjemuran padi. Di mana letrik menyala terang menerangi tengah lapangan penjemuran. Dan nampak pemuda sedang, kurus, dengan rambut terurai sampai ke buntut, tengah duduk di bawah siraman lampu, suasana jadi sangar, pemuda yang kebagian menghendap-hendap kembali.


"Bagaimana, ada dia?" tanya pendek.

"Ada, dia tengah duduk di tengah lapang, sendirian." jelas pemuda yang ditugaskan ngintip.

"Bagaimana kita serang?" sela yang lain.

"Aku kok deg-degan..." kata si jangkung.

"Ah cemen.., ayo semuanya kita serang..!" komando si pendek, yang segera mengeluarkan gear dari balik bajunya.

Tapi beberapa langkah, kakinya terhenti, dia menjadi ngeri melihat orang yang rambutnya terurai panjang tengah duduk tak bergerak di tengah lapang, disinari lampu, seperti setan saja. Dan keadaannya sama sekali tidak bergerak.

"Ayo, siapa yang mau maju duluan, atau bersama-sama, cukup Aku duduk, tapi jangan salahkan Aku jika kalian ada yang terluka." kata lelaki itu tenang dan dingin.

Suaranya teramat tenang, sehingga makin membuat semua yang ada makin grogi dan mulai dijalari rasa takut.

"Ayo maju, apa Aku harus berdiri?" kata pemuda itu, dan ketika berdiri semua kumpulan pemuda itu anehnya pada kabur. Sungguh pemandangan yang sangat lucu, 1(satu) orang melawan tigapuluh orang, bisa-bisanya yang tigapuluh malah yang takut.
To be continued...

Editor ; HSZ/FortunaNetworks.Com

Kredit Ilustrasi Image by Doc; FortunaNetworks.Com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser