-->

Mengenang Masa Kejayaan Novel Serial Cerita Silat

Mengenang Masa Kejayaan Novel Serial Cerita Silat
<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="Mengenang Masa Kejayaan Novel Serial Cerita Silat">

FORTUNA NETWORKS.COM | Mengenang Masa Kejayaan Novel Serial Cerita Silat


Mengenang kembali nostalgia masa-masa kecil hingga remaja itu, yah sesuatu yang membuat kita terkadang ketawa-gelak sendiri. Maksud Saya nostagia itu yang ada berkaitan dengan kehidupan harian semasa kecil hingga remaja dan menjejak usia dewasa

Seperti kebanyakan mereka yang lahir di akhir 60'an hingga awal 80'an misalnya, sudah tentu  mereka sangat beruntung dan mengasyikkan, kerana generasi yang lahir di era ini boleh dikatakan sebagai generasi peralihan. Anda boleh dimasukkan kedalam kumpulan angkatan dua zaman, iaitu Analog dan digital.
Anda tentu merasakan masa-masa itu kalangan sebaya Anda akan bermain sesama kawan seperti  olahraga/sukan fisik bernuansa tradisional seperti Patok Lele, Galah Panjang, Engklek, Lompat Karet, Godok, Batalion Tin, Perang-perangan dengan peluru buah cheri, bonsai, atau boh ram), menangkap belut & kepiting - ketam di rawa-rawa atau hutan bakau.
Saya secara pribadi melalui era nostalgik tersebut iaitu zaman analog, digital. Dan sempat menjalani sebagian kehidupan permainan sesama kawan tersebut, walaupun sejatinya Saya lebih terjebak dan asyik untuk 'nongkrong' di toko penyewaan buku-buku komik, novel dan cerita-cerita silat pada musim cuti sekolah atau cuti hujung minggu.
Saya seperti kebanyakan generasi peralihan ini dibentuk menjadi seperti sekarang dengan pengaruh dari banyak hal itu. Salah satunya adalah Novel Serial Cerita Silat. Kartun Inggeris Bergambar 'Flash Gordon' ataupun Novel Spy dan Detektif fiksyen karangan Sherlock Homes, Agatha Christie, Arthur Conan Doyle, Agatha Christie sendiri adalah figur sentral dalam genre kisah fiksyen detektif di Britain (UK). Legenda detektif Hercule Poirot dan Miss Marple adalah produk dari imajinasi luar biasa Agatha Christie.

Nama Agatha Christie mulai muncul pada awal 1920-an. Periode itu, kini dikenal sebagai "masa keemasan cerita fiksyen detektif". Hingga kini Agatha masih dianggap sebagai salah satu penulis paling berpengaruh sepanjang masa.

Generasi Milenial mungkin mengenal cerita silat ketika Film layar lebar seperti Pendekar Tongkat Emas muncul. Itupun kerana bintangnya. Sosok legendaris Indonesia, seperti Christine Hakim, dan Slamet Rahardjo, ditambah aktor dan aktris seperti Eva Celia Latjuba, Prisia Nasution, Reza Rahardian, Nicholas Saputra, dll.[1]
Cersil atau Cerita Silat, adalah sebuah hiburan unik bagi masyarakat Indonesia di era awal 70an hingga 90an. Bacaan ini dinikmati oleh segala kalangan mulai dari yang kelas bawah sampai atas. Dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari tua maupun muda. Hampir semua orang menggemari Cersil di kala itu.

Awalnya Cersil merupakan terjemahan dari karya-karya penulis terkenal Negara China. Para penterjemah Indonesia keturunan Cina menterjemahkan kisah-kisah ini untuk dimuat di surat kabar berbahasa Cina untuk WNI keturunan (Cina) di Indonesia. Tetapi kerana kisah-kisah ini kemudian disukai banyak kalangan, akhirnya dibuatkan cetakan tersendiri berupa buku.

Episode kisah-kisah petualangan para pendekar dunia persilatan ini amat sangat digemari, bahkan konon Almarhum Presiden Soeharto juga menggemarinya, dan begitu sangat suka dengan novel silat berjudul ‘Luxiang Hudie Jian‘ karya novelis Gu Lung (Khu Lung) yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul ‘Antara Budi dan Cinta‘.[2]

    READ MORE
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI[1]
Hikayat KYAI CILIK SUKMA JATI PENGUASA GUNUNG PUTERI [20]

Di era 60an hingga 90an, cersil dicetak dengan berbagai bentuk style majalah,size buku. Para penerbit pun berebutan menerbitkan cerita silat. Tentu saja para penterjemah pun rebutan untuk menterjemahkan cersil dari Negara China ini. Kerana desakan market yang gila-gilaan, terkadang beberapa penerbit yang berbeda menerbitkan kisah cersil yang sama, hanya judulnya saja yang diubah sedikit.


Pada Era tersebut di mana copyright dan hak cipta adalah sesuatu yang ‘asing’ di Indonesia, maka para penerbit ini dengan santai saja menerbitkan cersil terjemahan tanpa mencantumkan nama pengarangnya. Justru malah mencantumkan nama penterjemahnya untuk menghindari urusan royalti. Kerana itulah sering timbul kerancuan siapa sebenarnya yang mengarang sebuah cerita, kerana penerbit yang berbeda akan memberi judul yang berbeda dan nama penterjemah yang berbeda pula pada terbitan sebuah kisah yang sama.
Meskipun begitu, berkat penerbitan ‘gelap’ bisa dikatakan 'illegal'seperti inilah, Indonesia mulai dibanjiri trend Cerita Silat (Cersil) yang bertahan sampai 30 tahun sejak tahun 60an. Di Negeri asalnya, Cersil adalah sebuah Karya Sastra yang cukup diakui dalam dunia Kesusasteraan. Tetapi di Indonesia, malah Cersil seperti dianggap sebagai bacaan picisan. Berbeda dengan di negeri asalnya yang bahkan memasukkan karya-karya ini dalam bahasan Ko-kurikulum sekolah mereka. Malahan ada karya yang membahas prihal dalam dunia politik.
To be continued...

Referensi;
[1] steemit.com
[2] boombastis.com

Author ; HSZ/FortunaNetworks.Com
Ilustrasi Image 
source;
[1] ceritasilat.com
[2] 
pixabay.com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser