SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter II-1]

SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter II-1]

FORTUNA NETWORKS.COM | SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter II-1]


Chapter II, P
art
 1.


'
Terkena Racun Peretas Hati'



Hua-Mokang-moong tubuhnya melesat lurus, seperti katak yang melompat, udara sampai ketarik oleh kekuatan 'Iwekang' membentuk pusaran yang menyelimuti tubuh 
Hua-Mokang-moong, tubuh lelaki jangkung kurus itu seperti pelur* raksasa, menghantam Bubeng-tong, dan ledakan dahsyat menggelegar ketika tubuh Hua-Mokang-moong menabrak dinding cadas gunung, dan segera dia melompat kebelakang, melihat hasil karyanya, lubang menganga seluas dua tombak dan sedalam salto tombak segera terbentuk, dan batu-batu berhamburan.

Tapi, sama sekali tak ada hancuran daging dari Bubeng-tong, Hua-Mokang-moong amat kesal, dia mendengus sambil matanya jelalatan mencari, ternyata Bubeng-tong malah berdiri di mana tadi dia membuat ancang-ancang.

Dengan membalik jurus lele (ikan keli)melompat dia langsung menghantam lagi ke arah Bubeng-tong, kali ini dia memakai jurus katak menangkap belalang, dia tidak memakai tenaga penuh, serangan ini hanya tipuan, agar Bubeng-tong melompat, baru dia akan menghantam dengan telak, namun perhitungan Hua-Mokang-moong meleset. Bubeng-tong bukannya melompat tapi memapaki sambaran kepala gundul budukannya dengan tapak tangan mungilnya, dan tangan kecil itu menempel dan memutar, seketika tubuh Hua-Mokang-moong yang sedang mengambang di udara pun memutar, seperti gasing, dan Bubeng-tong menyusup di bawahnya, lalu melakukan totokan-totokan dari bawah, teramat cepatnya tubuhnya berkelebat sehingga nampak seperti tubuh Bubeng-tong menjadi lima dan menotok di sepuluh titik dengan Tiam-hoat yang sempurna di titik-titik terpenting di tubuh Hua-Mokang-moong, terdengat suara tas-tas' berkali-kali, menunjukan titik terpenting Hiat-to di tubuh Hua-Mokang-moong putus, dan selesai putaran tubuhnya Hua-mokang-moong pun jatuh menggasruk/melorot seperti jemuran basah.

Bagi orang Bulim musnahnya Ilmu Silat adalah lebih mengerikan dari kematian, apalagi sudah kehilangan ilmu silat, maka mahu bunuh diri untuk sekedar menggigit lidah, kekuatan memutuskan lidah pun tak ada, kerana urat penting pengalir kekuatan ke seluruh tubuh pun sudah di sumbat dan di ikat dengan 'Iwekang', jadi mengangkat sumpit pun akan seberat seperti mengangkat cangkul. sekalipun dendam sedalam tuju lautan, maka sekedar mengumpat yang agak kasaran mulut dan lidah tak mahu di ajak kompromi, setelah mengumpulkan tenaga seperti bayi baru merangkak, Hua-Mokang-moong pun merangkak pergi. hanya air matanya yang berlinangan.

   READ MORE
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-8]
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-7]
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-6]

"Heehh,.." dengus Kuibo-lomo, mahu begitu saja melangkah pergi.

"Ee..ee, mahu kemana kakek buta? belum giliranmu, kemana mau pergi, kau kira Aku tak tahu, kau akan mencuri-curi waktu pergi diam-diam, agar bisa bebas tak mendapat hukuman..heheheh.."

"Aku hanya kasihan padamu, bocah..." kata kuibo-lomo.

"Kau yang kasihan padaku, atau kau yang takut padaku.?"

"Ahh, apa sajalah kau katakan, kau memang pandai bersilat lidah, Aku akan memperbolehkan kau pergi, tapi tinggalkan dulu kedua tangan berdosamu itu, "

Dan "pletak..!" sungguh siapa pun yang hadir, seorang 'biang iblis' sekelas Kuibo-lomo, yang selama ini di takuti oleh semua orang Bu-lim bahkan yang membuat jeri/gerun semua 'Ciang-Bun-jin partai besar, sekarang menurut saja, menghancurkan kedua tangannya sebatas pundak, dan kedua tangan yang putus itu jatuh ke tanah, dan Kuibo-lomo pun lari menghambur, dengan ginkangnya yang tinggi melewati kereta dan kabur.

Wajah Bubeng-tong menengok ke arah Ong-Tee-tok, dan murid perempuannya, kedua orang itu menyiratkan wajah pucat.

"Bagaimana Tuan Ong-Tee-tok, dan Nyonya Toksin-sianli?, kalian akan menyerangku berbareng, atau bagaimana?"

"Aku tak akan menyerangmu bocah, kerana Aku dan muridku sadar kalau kekuatan kami berdua, tak memadai untuk melawanmu, tapi apakah kau sanggup melawan racunku?" kata Ong-Tee-tok, 

"Hhmm,... rupanya kau mahu mengajukan permainan, apa permainanmu, Aku amat suka bermain." kata Bubeng-tong.

"Apa kau berani menelan racunku?, "

"Lalu bagaimana jika Aku berani?"

"Kami berdua akan memutuskan tangan kami."

Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo