SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-6]

SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-6]

FORTUNA NETWORKS.COM | SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-6]

<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-6]">


Chapter I, Part 6.

'Anak Tanpa Nama'



Soan-wi segera melompat dari kudanya, bertindak cepat menotok urat besar di tangan kedua prajurit pengawal yang putus kedua tangannya, lalu dia berdiri menghadap ke arah para penghadang perjalanannya.
Semua anak buahnya nampak keder-gugup, dan menunggu aba-abanya, sebagai pengawal barang, maka memang menghadapi masalah apapun barang kawalan adalah utama, sekalipun harus mengorbankan nyawa, maka harus di pertahankan, itulah prinsip semua pengawal di 'Bangau Terbang', dan sekarang berarti mati.

"Hay...hay...! kalian mahu meninggalkan Aku...!, untuk ikut mencicipi hidangan besar ini... hahaha tak boleh jadi.." kata orang yang datang, yang tak lain adalah, Ong-tee-tok di sertai kedua muridnya.

"Siapa yang meninggalkanmu, kau saja yang sibuk mengurusi murid genitmu...hahahaha" jengah Toan-Hun-kin-mo,
"Jaga bicaramu Kin-mo, atau ku sumpal mulut baumu dengan racunku...!"
"Ayo kalau berani, cepat mana roda terbangku dengan racunmu.."

Memang di antara para Iblis sendiri selalu gontok-gontokan untuk memperebutkan kedudukan Iblis yang paling di segani.

"Kalian ini, mahu ku hajar atau kita mulai permainan ini..." suara berat Kuibo-lomo membuat kedua orang itu terdiam.

"Hei, mana bisa permainan kalian itu tak mengindahkan Aku..." kata seorang pengemis Pang-cu Kay-pang. sudah berdiri tegak di atas salah satu kereta.

Semua mata melihat ke arah Pang-cu Kay-pang.
"Hei, pengemis budukan, apa urusanmu, mencampuri urusan ini, sana kau cari sesuap nasi..." jengah Toan-hun-kin-mo, yang memang paling banyak omong.
"He-heheh, Hoan Wang-we ini telah memberiku bebek panggang, mana boleh Aku tak ikut campur, bebek panggang di perutku bisa menuntutku ke pengadilan." jawab pengemis.

"Kalau begitu bawa bebek panggangmu menghadap Giamlo-ong..." seru Kuibo-lomo yang segera melompat ke arah kereta, dan tangannya menghantam Pang-cu Kay-pang.

   READ MORE

SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-5]
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-4]
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-3]

Suara angin menderu, perbawa pukulan Kuibo-lomo amat deras melanda, udara seperti di aduk, Pang-cu Kay-pang insyaf jika sinkangnya masih jauh dari Kuibo-lomo, jika dia memapaki pukulan yang di lontarkan Kuibo-lomo, maka dia pasti amblas nyawanya, maka dia mengandalkan ginkangnya yang tinggi untuk menghindari pukulan Kuibo-lomo, dan pukulan Kuibo -lomo pun menghantam kereta,

"blaamm...pyaar.!" kereta terhantam hancur menjadi kepingan kecil, bahkan kedua rodanya lepas ... dan isinya berhamburan menjadi cabikan kecil-kecil, untung kereta itu isinya berbagai pakaian keluarga Hoan Wang-we. Dua pengawal yang ada di dekat kereta terpental beserta kuda yang di tunggangi... walau mereka tak terluka dalam, tapi untuk berdiri sudah sulit.

"Jangan lari kau pengemis budukan...! " teriak Kuibo-lomo marah, kerana serangannya hanya mengenai kereta, sementara Pang-cu Kay-pang sudah ada di dahan pohon, dia tak bisa membayangkan jika pukulan, yang di namai "mendatarkan gunung Taisan" itu menghantam dirinya. Dia hanya mengelus dada, rasanya jika mengandalkan dirinya sendiri beserta orang Piau-kok yang ada, sangat sulit menyelamatkan keluarga Hoan Wang-we, dari cengkeraman maut.

"Tunggu dulu...! , Ada masalah bisa di bicarakan, setidaknya urusan kalian begitu bersemangat menghabisi keluarga Hoan Wang-we, kan ada alasan yang bisa di utarakan, sehingga jika Hoan Wang-we mati, dia bisa di jadikan alasan itu ketika menghadap Giamlo-ong." kata Pang-cu Kay-pang, mencoba bersikap tenang, sambil mencari akal agar bisa lepas dari permasalahan hidup mati yang tak bisa di tawar lagi.

"heemm... dia telah menggantung salah seorang murid utamaku, yang menjadi pemimpin perompak ini.!" jelas Toan-hun-kin-mo, sambil menunjuk 20 orang yang berseragam hitam-hitam.

"Maka Aku akan mencincang tubuh Hoan Wang-we sekeluarganya, untuk bersembahyang di kuburan muridku. dan darahnya akan ku siramkan ke kuburnya, supaya dia tenang".

"o-o..o begitu rupanya." kata Pang-cu Kay-pang. " kalau kau Tuan kui-bo, apa masalahmu?"
"Hahaha kau tahu... dia telah menangkap kambing budukku, dan membakarnya, waktu dia melakukan perburuanmu di hutan, bisa kau bayangkan, kambing kesayanganku itu masuk menjadi isi perutnya, maka sekarang, Aku akan minta sekerat dagingnya untuk ku makan.." jawab Kuibo-lomo.. Sungguh tak punya Liang-sim, nyawa manusia di setarakan dengan kambing yang budukan. Tapi semua orang diam, dan tegang menghadapi dialog itu.

"Lalu Toan Ong-tee... apa masalahmu?" tanya Pang-cu Kay-pang.

"Aku hanya minta dia untuk ku jadikan campuran racunku, bukankah itu akan memulyakannya? hehehehe" jawab Ong-Tee-tok, di iringi ketawa ngakak kedua muridnya.

"Dan kau tuan Hua-Mokang-moong, apa masalahmu? " tanya Pang-cu pengemis.
"Apa masalahmu, Aku ingin membunuh, Aku ingin makan, Aku ingin apa, Apa urusanmu...?" jawab Hua-Mokang-moong dengan nada dingin dan wajahnya menyiratkan rasa tidak suka.

Tiba-tiba pintu kereta terbuka, dan Hoan Wang-we yang bertubuh tinggi kurus keluar dari kereta...
"Sudahlah, yang kalian inginkan adalah Aku, maka biar Aku menyerahkan diri, mau kalian apakan nanti juga tak apa, asal kalian lepaskan semua keluargaku." kata Hoan Wang-we tabah.
"hahahaha mana bisa jadi, kau... dan semua yang mengantarmu, masih tak cukup menggantikan kambing budukku.. hahaha" jengah Kuibo-lomo.

"Ya, semuanya harus mati.. Kecuali Anak dan istrimu hehehe... bisa ku makan segar ku oleskan sambal hahaha.." ejek Toan Hun-kin-mo,

"Kami semua akan menyertai Toan Hoan, kami akan melindungi sampai titik darah penghabisan." sahut Soan-wi.

" Nah, tunggu apa lagi.. ganyang..!!!" perintah Toan Hun kepada para perompak berpakaian hitam, dan semua segera menghunus senjata masing-masing dan menghambur ke arah para kelompok Piau-su dan pengawal, maka pertempuran pun tidak bisa di hindarkan, Para Piau-su segera membentuk barisan Kiam-tin, barisan pedang yang di andalkan untuk melindungi kereta yang berisi keluarga Hoan Wang-we.

Dan barisan pedang dari para Piau-su memang lumayan ampuh untuk mempertahankan diri, nyatanya para perompak itu tak bisa mendekati kareta yang di tumpangi keluarga Hoan Wang-we.

Melihat itu Toan-Hun segera melepas roda terbangnya. Roda terbang, mendesing, dan tiga orang yang mencoba menahan roda terbang langsung terpapas pedangnya, dan seorang lagi terpotong tangannya.

Soan-wi, memimpin anak buahnya mencoba mempertahan diri, dia dapat membacok salah seorang perompak, tapi perompak lain segera mengayunkan pedang ke tangannya yang masih menancap di tubuh perompak yang kena dia bacok, untuk menghindar sudah tak sempat, tiba-tiba tangan perompak yang mahu memapas tangan Soan-wi, terpapas kudung oleh sebilah golok terbang, dan Soan-wi melihat Mung-wi di belakangnya.
"Terimakasih sute.." kata Soan-wi.
Mung-wi hanya mengangguk kerana dia harus segera melayani seorang perompak sudah menyerangnya beringas yang marah kerana tangan temannya di putuskan dengan di bokong.

Pang-cu Kay-pang mencoba menangkis roda berputar, agar tidak menimbulkan korban makin banyak, jika dia berhadapan senga Toan hun-kin-mo, mungkin masih seimbang.

Tapi korban dari Piau-su dan pengawal pribadi Hoan Wang-we, mulai berjatuhan. Sungguh ini akan menjadi pembantaian yang mengerikan.
To be continued...

Editor ; HSZ/FortunaNetworks.Com
Ilustrasi Image 
source;  cerita-silat.com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo