SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter-III]

SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter-III]
<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter-III]">

FORTUNA NETWORKS.COM | SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter-III]


Chapter III, Part 1. '
Mencari kitab yang hilang'

Bubeng-tong bangkit berdiri, seperti biasa dia suka membaca kitab yang selama ini di bacanya, lalu dia memasukkan tangan ke dalam bajunya di mana biasa dia menyimpan kitabnya, tapi alangkah terkejutnya bocah itu ketika dia tak menemukan kitabnya, ubak-ubekan dia mencari, tapi tetap saja kitab tak di temukan, lalu dia terduduk, "hhmm,.. Apa perempuan yang masuk ke sini waktu aku bersemedi tadi ya, yang mengambil?, pasti dia, Aku harus menemukannya, bagaimanapun 'kitab sakti' itu mungkin jarang ada yang bisa membacanya tapi juga sayang kalau sampai di bakar orang kerana jengkel tak bisa menemukan rahasianya.

Bocah itu pun segera mengambil bungkusan pakaian dan mengambil pecahan perak peninggalan gurunya, lalu menutup gua dan pergi meninggalkan gua, tubuhnya segera mengapung, seperti bersayap, sampai di bibir jurang, lalu mengapung dengan ginkang terbang menaiki panas bumi, perlahan tapi pasti tubuhnya makin cepat meluncur, dan akhirnya hanya berupa bayangan cahaya, arahnya menuju Kota In-yang.



Di dunia ini manusia itu hidup kadang harus memilih, tapi hidup itu bukan pilihan, tapi penerimaan diri akan keadaan, lalu menjalani sampai diri mencapai keadaan yang di harapkan, paling tidak mendekati pada apa yang di harapkan,

Jika hidup itu pilihan, maka tak ada orang miskin yang akan hamil, kerana semua bayi memilih lahir menjadi anak orang kaya,

Dan jika hidup itu pilihan, maka semua orang akan memilih menjadi pemimpin Negara atau Kaisar, yang hidup ongkang-ongkang makan wang rakyat, tapi nyatanya semua negara pemimpinnya tetap satu.
Semua orang tak ada yang mahu di bawah terinjak dan teraniaya, bahkan untuk membeli makanan sekalipun tak bisa menentukan harga, harga tetap di tentukan tukang/pemilik warungnya.

Dan kadang di dunia ini ada sesuatu yang sebagian orang mudah mendapatkannya tapi sebagian orang lain teramat sulit mendapatkannya, walau itu dalam hal sepele.

Kota In-yang, termasuk kota ramai kerana ada Pelabuhan Air Sungai Huang-ho, kerana pelabuhan, sebelum masuk perbekalan di pelabuhan besar Laut Po-hai, maka pelabuhan di kota In-yang sering di manfaatkan untuk menumpuk barang di gudang-gudang yang di sewakan, untuk menunggu pengiriman atau sekedar menumpuk barang kerana khabar akan kenaikan barang tersebut, sehingga ketika di lempar ke pasaran maka harga sudah naik,

Kerana ramainya pedagang yang singgah di Kota In-yang, maka di sana juga menjamur aneka penginapan yang menawarkan servis untuk menarik pelanggan.

Rumah makan-Restoran juga berderet, aneka masakan andalannya di tampal di depan rumah makan, dengan kain warna warni, sehingga membuat ramai Kota In-yang.

"Sana pergi...!" teriak seorang pelayan rumah makan, mendorong seorang pengemis dekil (kotor-kumal), yang terhuyung-huyung,

"Aku tak mencuri, kenapa kau dorong-dorong?" kata pengemis itu.

"Walau tak mencuri juga tetap tak boleh,"

"Walau melihat saja, orang makan juga tak boleh?"

"Pokoknya tak boleh juga tak boleh.." kata pelayan rumah makan itu sinis.

"Mengambil makanan tak boleh, mengambil makanan di tempat sampah juga tak boleh, bahkan melihat orang makan juga tak boleh, Hey, pelayan sebenarnya nenek moyangmu ada dendam apa denganku, kok kau begitu membenciku." kata pengemis yang memang tubuhnya berbau, dan jarang mandi, rambutnya awut-awutan., dan pakaiannya sobek sana-sini, mungkin sejak di pakai, tak pernah di cuci lagi, bahkan tak pernah di copot.

"Bukan masalah dendam atau kebencian, kalau kau di dekat rumah makanku, maka tamuku hilang nafsu makannya, lalu mereka akan pergi dan tak kembali, apa nantinya rumah makan ini akan bangkrut, sudahlah jangan paksa Aku memukulmu seperti kemaren, sampai hidungmu berdarah."

"Jika kau tak tahan, amat ingin memukulku, maka Aku akan dengan senang hati kau pukul, asal kau mau memberi makanan untuk satu pukulan itu." kata pengemis muda itu.

"Hahaha, apa untungnya," kata pelayan rumah makan.

"Tak perlu semangkok nasi, setengah mangkok saja." kata pengemis itu menawar.

"Ah tidak, sudah sana pergi."

"Sudah seperempat mangkok, tak apa-apa Aku yang rugi." kata pengemis menawar.

"Kau minta satu butir nasi pun tak akan ku kasih..."

"Kin-wan, jangan ngobrol saja dengan pengemis di luaran, kalau suka kenapa tak kau kawin sekalian." teriak pemilik rumah makan.

Pengemis itu pun pergi dengan perut yang teramat lapar, berjalan tertatih-tatih menuju ke bawah jembatan sungai, cabang sungai Huang-ho, bawah jembatan adalah tempat kesukaannya, dan sekaligus rumah tanpa pajaknya, sampai di bawah jembatan dia duduk memperhatikan kapal tongkang membawa barang yang hilir mudik lewat silih berganti, perlahan mata pengemis dekil itu tertidur, tapi baru dia mulai menapaki alam mimpi, tiba-tiba terdengar suara ramai di sungai terjadi pertempuran, sepertinya perompak yang mencoba merebut barang dagangan milik saudagar kaya yang melewati sungai. Tapi di lawan oleh para pengawal barang. Sehingga terjadi pertempuran seru, tapi sepertinya perompak yang berpakaian hitam-hitam itu, ada di atas angin, dan satu-dua pengawal barang ada yang telah terkena bacokan pedang.
To be continued...
-----------------------
Editor ; HSZ/FortunaNetworks.Com
Ilustrasi Image 
source; tumblr.com
Follow me at;
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo