SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-8]

SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-8]
<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-8]">

FORTUNA NETWORKS.COM | SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-8]

Chapter I, Part 8.


 'Anak Tanpa Nama'

"Kalian ini apa-apa-an, nama pakai Mo-mo-mo, biar di takuti orang?, biar gaya?, biar kalau membunuh orang tak di salahkan? biar kalau bawa lari anak perawan orang, orang tuanya tak berani mengejar, Ah, sungguh terlalu perbuatan kalian, mungkin kerana membanggakan yang kalian miliki, lalu seenaknya berbuat atas nama wudel sendiri..."

Semua Iblis menunduk, seperti orang yang di telanjangi celana dalamnya, atau seperti anak kecil yang tertangkap basah mencuri manisan.

"Kau terlalu menganggap menganggap... menganggap remeh dan merendahkan kami...! " teriak Toan Hun-Kin-mo dengan nafas ngos-ngosan menahan marah.

"Menganggap remeh?, merendahkan? kalian tentu tak tahu apa itu menganggap remeh, dan merendahkan, dengar baik-baik kakek cebol, seseorang itu di anggap merendahkan kalau misal ada orang lain mempunyai anggota tubuh tak lengkap lalu anggota tubuh tak lengkap itu di buat bahan olok-olokan, atau di remehkan, dan memandang rendah itu seperti kau memberi makan orang kampung yang kelaparan sementara Aku mengatakan kau memberi makan itu tak ikhlas, itu namanya merendahkan, Lha, kalian jelas-jelas membunuh, jelas-jelas memakai nama-Mo, Ku katakan seadanya, kok, Aku, kau katakan merendahkan, rupanya kau harus sekolah lagi, biar memahami bahasa yang benar, biar menjadi pintar".

"Aku tahu kalian itu cuma mampu menjadi orang yang tak berguna, mencari rezeqi yang halal tak sanggup, maka kalian melalui jalan Hek-to, selepas dari sini, ku harap kau bisa bertaubat, mandi kembang-bunga, kau juga orang bisulan, biar bisulmu tak membuat orang habis memandang jadi tak enak makan..., kalau tak sanggup menjadi orang baik, mendingan mengurung diri di dalam rumah, pasung saja kaki kalian, daripada keluar rumah hanya menyengsarakan orang lain."

Bubeng-tong mengoceh panjang lebar.

Nampak yang paling tak sabaran Toan-Hun-kin-mo, "Sialan kau anak jadah, Aku siat-siat mulut baumu.!"

   READ MORE

SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-7]
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-6]
SERIAL CERITA SILAT 'LAM BONG PEK SINKANG' [Chapter I-5]

Toan-Hun-kin-mo melompat dengan tangan mencengkeram, dengan jurus elang menyambar anak ayam, sementara tiga roda terbang bergeriginya tak tanggung-tanggung di lepas dari tiga jurusan, arah samping kanan, kiri, dan belakang Bubeng-tong, rupanya dia ingin sekaligus menghabisi, anak kecil itu, ketiga roda bergerigi melayang "Siiiing..!" sementara tangan Toan-hun-kin-mo menyerang ke arah Bubeng-tong.

Ketua Kay-pang yang sedari tadi sudah siap-siap membela bocah cilik itu jika akan mendapat serangan, tetap tak keburu menolong, tau-tau tangan Toan-Hun-sin-mo telah satu jengkal di depan wajah bocah cilik itu dan tapi anehnya tangannya berhenti di depan wajah bocah kecil itu dan tak beranjak, tetap dalam jarak sejengkal, semua orang memandang dan mengira-ngira dengan perkiraan masing-masing, kebanyakan mengira Toan-Hun-kin-mo tengah menghancurkan bocah itu dengan pukulan pemutus urat penghancur tulang.

Dan ketiga roda terbang kemudian menghantam dari belakang tubuh bocah cilik tanpa nama, dan sungguh aneh ketiga roda bergerigi, melesat, menembus tubuh bocah itu dan langsung mengenai tubuh Toan-Hun-kin-mo dengan telak, dua roda menjebol perutnya sampai tembus ke belalang, membuat tubuh Toan-hun-kin-mo terpotong menjadi dua, sementara dua roda satu memotong tangan, Toan-hun-kin-mo masih melotot memandang perutnya yang terbelah menjadi dua, lalu melotot memandang ke arah bocah di depannya, "Memindah raga, Mencuri bayangan" desisnya, lalu ambruk, dengan bau memuakkan, aneka macam kotoran tumpah ruah.

Pang-cu pengemis bernafas lega, seperti lepas dari himpitan gunung, dan dia hairan anak ini bisa memiliki ilmu 'Memindah raga, Mencuri bayangan', pastilah gurunya orang yang amat kosen, sebab ilmu itu sudah ratusan tahun hilang dari Bu-lim, dari rimba persilatan.

Memang terlihat Bubeng-tong tengah berdiri enak-enakan di pinggir tebing, tengah bersandar di batu cadas yang di tumbuhi lumut.

"Bagaimana, siapa yang ingin di hukum duluan Aku dengan senang hati mengabulkan." kata Bubeng-tong.

Sekarang semua sadar, jika Bocah ini punya kelebihan sehingga berani ngoceh di depan semua Iblis, dan sekarang semua iblis di setengah jeri, tapi mereka adalah orang yang telah malang-melintang menjadi orang yang di takuti di Bu-lim, kebanggaan atas nama besar mereka jelas lebih mengalahkan rasa jerih mereka.

"Heehh.. bocah banyak bacot, Aku Hun-Mokang-moong yang akan minta pengajaranmu, tak ku sangka kau masih bau popok, tapi punya simpanan, pastilah gurumu orang kosen yang lama menyembunyikan diri." kata Hun-mokang-moong. sambil melangkah maju.

Tubuhnya yang kurus seperti lidi di pasangi bendera kecil yang tertiup angin, bergoyang-goyang ketika beranjak maju.

"Kakek kurus kudisan, apa kau tak ingin makan dulu, Aku yakin tubuhmu yang kurus kering itu pasti belum merasakan makanan enak, sehingga kalau mati sekarang besok kau tak akan makan enak lagi." ejek Bubeng-tong.

Hua-Mokang-mo-ong tak banyak cincong, sebagai orang yang bergelar 'Raja Iblis Pukulan Katak Buduk', dia sudah amat tak sabar ingin menghancur lumatkan anak kecil itu kerana pedasnya kata-katanya.

Dia segera menekuk tubuh berjongkok, dan segera menarik nafas, tubuh kurusnya mengembung, semua tubuhnya mengembung seperti balon, dan terdengar kook..kook suara kodok dari mulutnya.

Suasana amat tegang, semua menduga-duga, apa yang akan di lakukan oleh bocah itu, tapi Pang-cu Kay-pang merasa agak lega, sebab misal anak itu memiliki ilmu 'Memindah raga, Mencuri bayangan', itu sudah cukup untuk mempertahankan diri, dari segala serangan, dengan memindahkan diri sebelum orang yang menyerangnya sampai mengenainya.
To be continued...

Editor ; HSZ/FortunaNetworks.Com
Ilustrasi Image 
source;  cerita-silat.com


Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser