#Sportive, Teladani Dan Tirulah Ronny Pasla

#Sportive, Teladani Dan Tirulah Ronny Pasla
<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="#Sportive, Teladani Dan Tirulah Ronny Pasla">

FORTUNA NETWORKS.COM | #Sportive, Teladani Dan Tirulah Ronny Pasla

Legenda Bolasepak Brazil #Pele dibuat tidak berkutik saat berhadapan dengan Rony Pasla


Mungkin semua kita, sudah mengenali Legend Bolasepak Brazil #Pele adalah pemain bolasepak terbaik dunia. Skill ajaib dan kerap membantu Brazil menjadi juara Event besar membuat begitu luar biasa. Tapi tahukah Anda, kemampuan hebat Pele pernah tidak berkutik saat berhadapan dengan goalkeeper Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi saat Team Nasional Brazil bertandang ke Indonesia dalam rangka Tour Asia 1972.

Pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Team Samba dengan skor 2-1, menyimpan sebuah momen yang besar. Kala tendangan penalti Pele mampu digagalkan oleh Rony Pasla. Performe bagusnya juga membuat beberapa mega bintang Brazil kesulitan dalam membobol gawang Team Nasional Indonesia.

Rony Pasla akhirnya mendapatkan gelar "Penjaga Gawang Terbaik Nasional" pada tahun 1994. [1]


<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="#Sportive, Teladani Dan Tirulah Ronny Pasla">



#Sportive : Tirulah Ronny Pasla

Siapa itu Ronny Pasla?. Tak banyak mungkin kaum muda hari ini yang tahu. Bagi orang seusia Saya, apalagi pecinta bolasepak nasional dan dunia, pasti mengenali siapa dia. GoalKeeper (penjaga gawang) legenda Team Nasional PSSI (Persatuan SepakbolaIndonesia), yang berkiprah dari tahun 1966 sampai 1985.

Gelarannya “Macan Tutul”. Menandakan kemampuannya menerkam bola dengan gesit dan lengket. Gelar kiper terbaik nasional diraihnya tahun 1974. Mengingatkan orang akan kiper legenda dunia asal SovietUnion, #Lev_Yashin. Sebut saja, ketika dia berhasil menepis tendangan penalti Pele pada pertandingan persahabatan tahun 1972.

Ada satu cerita yang sangat inspiratif. Meski tak dicatat di media massa, Saya tak pernah bisa melupakannya.

Sekian puluh tahun lampau, Ronny bermain di suatu team club. Lawannya, team club lain. Tiba-tiba terjadi 'scrimmage'(perebutan) di mulut gawang lawan. Pemain belakang lawan terlihat  'hands ball'. Wasit menunjuk titik putih.
Penalti untuk team Ronny Pasla.

Pemain lawan protes dan mengancam mogok main. Menurut mereka hukuman penalti tak layak dijatuhkan. Keadaan hiruk-pikuk. Stadium seolah-olah dibelah dua. Entah pihak mana yang lebih banyak.

Suasana memanas. Pemain terlibat perdebatan, 'officials club' bertengkar di pinggir lapangan. Keputusan wasit disanggah satu pihak, didukung pihak lain.

Tak disangka, Ronny Pasla, yang menyandang posisi kapten, lari ke depan. Bola direngkuhnya, diletakkannya di titik putih. Wasit mendekati gawang lawan. Eksekusi penalti segera dilaksanakan.

Pemain-pemain lawan tetap menolak. Gawang melompong-kosong, tanpa kiper. Wasit meniup peluit panjang, mempersilakan 'sang algojo' menendang bola. Penonton terdiam, bak terkesima dengan adegan yang akan diperagakan Ronny Pasla. Mereka bingung apa yang sedang dan akan terjadi.

Ronny pasang ancang-ancang. Bola ditendangnya. Lemah, sangat lemah. Arahnya melenceng jauh dari mulut gawang. Gol tidak terjadi. Permainan dilanjutkan kembali, seolah tak pernah terjadi keributan itu.

Saya lupa, Team Club mana yang akhirnya memenangkan pertandingan itu. Tapi soal menang atau kalah, menjadi tak terlalu penting. Tindakan heroik yang diperagakan Ronny Pasla, jauh lebih mulia untuk dikenang dan ditarik pesannya.

Ronny Pasla lebih mengutamakan kepentingan yang jauh lebih besar dibandingkan “hanya” satu gol yang mungkin akan dicetak kesebelasannya.
Dia mengorbankan egonya, ego teamnya. Jika seandainya kesebelasannya kalah, Ronny Pasla tetap dicatat sebagai pemenang. Dalam skala yang lebih luas, tindakan seperti itu hanya bisa ditunjukkan oleh seseorang negarawan.


Kejadian di atas, telah berlangsung 20, 30 atau 40 tahun lampau. Kala itu, sikap sportif seperti yang dilakukan Ronny Pasla, banyak dijumpai di sana-sini. Tapi, mengapa sikap seperti itu, saat ini mulai pudar?.

Jangankan mengorbankan diri untuk “kalah”, bahkan ketika kalah pun sering tak ikhlas menerimanya. Tak hanya itu, ketika menang atau benar pun, Mengapa sering diekspresikan dengan jumawa?. Mengapa kini sikap negarawan jarang terlihat?. Mengapa sulit menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan diri atau kelompok?.

Tiba-tiba saya teringat Pidato Kebudayaan, Wartawan dan Budayawan Indonesia, Almarhum Mochtar Lubis di Taman Ismail Marzuki, Jakarta,16 April 1977, berjudul “Manusia Indonesia”.

Mochtar Lubis mencatat, bahwa manusia Indonesia diantaranya mempunyai sikap munafik atau hipokrit, enggan bertanggung jawab, feodal, tak sabar, pandai menggerutu, dengki, memuja hal-hal yang hampa. Kalau deretan sifat itu digabungkan, jadilah sikap yang ditandai sebagai “tidak sportif”.

Kata “sportif” sudah menjadi istilah dalam Bahasa Indonesia. Artinya bahkan lebih luas daripada aslinya, yaitu “sportive”, dalam Bahasa Inggris.

Ia mengandungi aspek bertanggung jawab, mengakui kesalahan atau kekurangan, siap meminta maaf, apabila menang atau benar tidak jumawa, dan mudah memaafkan orang lain. Secara implisit, “sportif” juga bermakna lebih mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Persis seperti yang dilakukan Ronny Pasla.

Jangankan seperti Ronny Pasla, mengaku salah atau kalah pun bukan sesuatu yang mudah. Saya sering mengalaminya. Orang bijak mengatakan; "Meminta maaf kalau salah atau mengakui keunggulan lawan bila kalah, memerlukan kebesaran hati yang tak terhingga". Sekali lagi, itu adalah suatu ekspresi yang sulit ditunjukkan. Padahal, satu-satunya bukti bahwa Anda adalah pelaku yang baik, dan sedang berada dalam permainan yang baik, adalah dengan jalan menjalani kekalahan dengan baik pula.

“The only way to prove that you are a good sport is to lose”.
(Ernie Banks – Pemain Baseball profesional Amerika)
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser

google-site-verification=RIAY10mNu9yf2U8NesbKxCynNT6konqcto6UJBlDgQo