Meniti Cinta Kalabendu Berakhir Duka

Meniti Cinta Kalabendu Berakhir Duka
<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="Meniti Cinta Kalabendu Berakhir Duka">

FORTUNA NETWORKS.COM | Meniti 'Cinta Kalabendu', Berakhir Duka
PROLOG, 
Perjuangan seorang wanita untuk bangkit dari masa lalu yang dipenuhi Kalabendu. Kalimat Kalabendu berasal dari bahasa Sanskerta atau Sankrit yang berarti, zaman kehidupan yang penuh dengan peristiwa menyedihkan atau menakutkan; zaman penuh kelam.

Itulah yang dialami oleh Reni Sudrajat atau biasa disapa Reni, hidup berumahtangga bersama Suaminya Hendrik dipenuhi oleh kalabendu.

Kisahnya bermula saat dia masih kuliah berkawin kerana cinta buta dengan lelaki tampan bernama Hendrik tanpa restu kedua-IbuBapanya.

Ini tentang Reni. Tentang perjalanan hidupnya yang dipenuhi Kalabendu dan berakhir sangat tragic.

PART 1, Pulang lebaran kerumah IbuBapa

"Abang besok jadi pulang kan ke rumah Ibu? Tahun ini sholat 'Ied, di rumahku ya?" pinta Reni ke Hendrik suaminya.

"Sudah berapa kali kubilang, aku tidak akan pernah datang ke rumahmu sampai Ibumu mau minta maaf sama aku," kata Hendrik dengan nada marah.


"Tapi Abang, beliau itu orang tuaku yang melahirkanku, tidak adakah rasa hormatmu pada Ibuku?"


"Rasa hormatku sudah hilang sejak kamu jadi Istriku camkan itu!
Kalau kamu paksa mau kesana kita cerai,"
kata Hendrik.


Reni hanya terdiam mau menjawab juga percuma, akhirnya Reni masuk ke kamar dan dibiarkannya Suaminya berangkat kerja tanpa pamit padanya.


Sudah dua tahun Reni jadi Istrinya Hendrik, pernikahan yang tidak di setujui Ibunya Reni kerana saat itu Reni masih kuliah, dan Hendrik hanya seorang security di pabrik.

Bapak Reni@ 
Sudrajat yang menikahkan Reni sedangkan ketiga Abangnya dan Iparnya tidak ada yang datang juga, karena tidak tega sama Ibu.

Tapi rasa cinta Reni ke Hendrik mengalahkan segalanya, Reni nekad tetap menikah dengan Hendrik walaupun akhirnya dia tidak bisa ketemu Ibu Bapanya juga saudaranya.

Hendrik terlalu sombong dan egois, tahu ditolak bukannya mendekati keluarga Reni tapi malah makin melarang Reni pergi.

Tapi tekad Reni sudah bulat, jarak rumahnya dengan Ibu Bapanya hanya perjalanan bas empat jam.

Hendrik memang tidak pelit, gajinya semua di serahkan ke Reni bahkan mereka sudah punya rumah sendiri walaupun kecil.

Tapi Reni juga rindu dan ingin bisa kumpul dengan saudaranya, itu fikir nanti saj, sekarang di hati Reni cuma harus segera berangkat ke terminal, takut tidak ada bas lagi.

Jam sudah di angka 4;15 petang, 
Hendrik sudah berangkat kerja untuk shift malam, Reni bergegas naik taksi ke terminal, kunci rumah masing-masing ada mereka pegang.

Sampai di terminal, bas terakhir yang penuh dengan penumpang sudah mau jalan, Reni pun masuk dengan berhimpitan bersama penumpang lain, maklum sudah H-2.

Agak malam Reni tiba di terminal, langsung telephone Bapak untuk jemput, jarak dari rumah ke terminal pun hanya sekitar lima belas menit, tapi kerana sudah malam tidak ada kenderaan awam lagi.

Tak lama Ranto, Abangnya nombor satu dengan Istrinya Ismi, datang menjemput dengan dua anaknya.

Dua tahun tidak bertemu tentu membuat Reni langsung memeluk Abang tertuanya itu dan airmatanya pun tumpah, Mbak Ismi hanya tersenyum melihat keduanya.

Begitu tiba di rumah, Abang Argo dan Istrinya Kak Ika, juga Abang Beni dan Putri, Istrinya sudah ada, Putri adalah teman Sekolah Menegahnya Reni.


Malam itu di rumah Reni benar-benar meriah, kerana dua tahun tidak bertemu anak perempuan satu-satunya di keluarga itu.

Bapak 
Sudrajat  tak hentinya menangis dan mencium Reni, sementara Ibu nampak diam, Reni pun mendekati ibunya.

"Ibu maafkan Reni, maaf kerana sudah menyakiti hati Ibu, maaf kerana Reni terlalu egois tidak dengar nasehat Ibu," tangis Reni tumpah di pangkuan Ibunya.

"Suamimu mana? Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Ibu.

"Mungkin besok Abang Hendrik menyusul Buk," kata Reni berbohong.

Reni pun masuk ke kamarnya, kamar yang dirindukannya selama dua tahun.

Sambil merebahkan badannya, Reni membuka handphonenya, nampak ada delapan panggilan tak terjawab dari 
Hendrik, juga belasan sms.

"Kamu Istri yang tidak tahu diri."

"Kita cerai."

"Haram Aku menyebutmu Istriku lagi."


Masih banyak sms yang enggan Reni baca, baginya sekarang bisa melihat Ibunya yang sedang sakit, juga melihat kebahagiaan di wajah Bapaknya sudah cukup.

Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.

"Kamu sudah tidur Reni?" Suara Kak Ismi terdengar perlahan.

"Belum Kak, masuk saja Reni tidak kunci kok,"
Kak Ismi masuk, Reni pun langsung duduk di pinggiran tempat tidurnya.

"Kamu ada masalah dengan 
Hendrik ?" tanya Kak Ismi langsung, yah Kak Ismi seorang psychologist jadi mungkin bisa faham.

"Reni tidak pamit sama Hendrik, Kak," Reni langsung tunjukkan sms dari suaminya.

Tanpa Reni sadari Kak Ika dan Putri juga sudah ada di kamar dan ikut baca smsnya.

"Reni kamu masih muda, masih bisa kuliah lagi, toh belum ada anak, kalau Hendrik ajukan cerai, ya, sudah pisah saja, daripada kamu menikah banyak aturan dan larangan,"

"Nanti kalau kamu kuliah kami bertiga yang tanggung biayanya," kata Putri dengan nada marah kerana sikap Hendrik.

"Iya Ren kamu kuliah lagi saja, nanti kami bertiga yang tanggung sudah lupakan lelaki egois itu," kata Kak Ika.

"Sudah biar Reni tenangkan fikiran dulu, dia baru tiba, juga kita fikirkan perasaan cintanya pada Suaminya," kata Kak Ismi berusaha menenangkan hati Reni.

Mereka pun tertawa dan Reni memeluk iparnya satu persatu, merasa bersyukur punya saudara juga keluarga yang baik.

Malam itu Reni tidur dengan gelisah kerana Hendrik tak hentinya menelphone bahkan sampai tengah malam waktunya sahur, Reni masih belum bisa memejamkan matanya.

Paginya Reni bangun terlambat, dilihat ipar dan ponakannya sedang sibuk rapikan rumah dan menata rumah, kerana besok sudah Hari Raya 'Idul Fitri.

Reni pun merasakan energi yang positif, hal yang sudah lama dirindukannya, suasana lebaran dan kumpul bersama keluarga.

Hari itu seisi rumah sibuk, di dapur lebih terlihat sibuk, nampak kebahagiaan terpancar di wajah sang Ibu kerana anak gadisnya sudah pulang.

Hari lebaran pun tiba, seusai Sholat 'Ied dan salaman takzim saling bermaaf-maafan.
Tak lupa foto-foto keluarga, tiba-tiba suasana hening kerana tamu yang datang.

"Reni kamu mau pulang atau kita cerai!!!" teriak 
Hendrik di halaman, sepertinya dia mengkonsumsi alkohol.

"Kamu itu Istriku, kamu sudah tidak punya hak lagi di sini, semua harus seizinku,"

"Reniiii ayooo keluar, atau nanti Saya seret kamu untuk pulang!!!" kata 
Hendrik masih teriak-teriak yang membuat malu.

Keluarlah Ranto, Argo juga Beni yang membuat 
Hendrik nyalinya langsung ciut.

"Dua tahun Saya sabar menghadapi ulahmu ya, kali ini di hari yang seperti ini kamu mau cari gara-gara?" kata Mas Ranto.

"Buuuugghhh... arrrggghhhhh... aduuuuuh duuuuaaaak.... ampuuuuun," suara 
Hendrik yang minta ampun kerana dapat bogem mentah dan tendangan dari Ranto.

Sementara Argo hanya melihat dan Beni yang seorang polis nampak menelphon seseorang.

Tak menunggu lama mobil patroli datang dan membawa
Hendrik yang kesakitan.

Reni hanya melihat dari dalam rumah dan baru disadarinya dia mencintai lelaki yang salah, dan tekadnya pun bulat untuk segera bercerai.

Sementara Ibu yang melihat kelakuan menantunya itu menangis dan memeluk Reni.

"Lihat Reni lihat lelaki pilihanmu, kalau Ibu berdosa biar Ibu tanggung, tapi kamu lebih baik cerai dari lelaki model begitu," kata Ibu Reni.[hsz]
To be Continued..
Courtesy and Adaptation by Rebecca
Editor ; Romy Mantovani
Ilustrasi Image by pinterest.com
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser