-->

Sejarah Hagia Sophia, Antara Orthodox Christian Cathedral Dan Masjid

Sejarah Hagia Sophia, Antara Orthodox Christian Cathedral Dan Masjid
<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="Sejarah Hagia Sophia, Antara Orthodox Christian Cathedral Dan Masjid">
FORTUNA NETWORKS.COM | Sejarah Hagia Sophia, Antara Orthodox Christian Cathedral Dan Masjid


ISTANBUL, TURKEY - Sejarah Hagia Sophia kembali jadi sorotan dunia hari ini setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menetapkan fungsi bangunan itu kembali menjadi Masjid. Diakui atau tidak, bangunan kuno di Istanbul yang awalnya Orthodox Christian Cathedral ini telah jadi alat politik di Turki. 

Nama 'Hagia Sophia' berasal dari bahasa Yunani yakni 'Ayasofya' yang bermakna "Holy Wisdom (Kebijaksanaan Suci)". Bangunan ini selesai dibangun sebagai Kathedral Kristian Kekaisaran Romawi Timur (Rom Timur) atau dikenal sebagai Bizantium pada tahun 537. Bangunan tersebut, kala itu merupakan "kursi" dari Patriark Ekumenis Konstantinopel (Ecumenical Patriarch of Constantinople).

Pada tahun 1204, Hagia Sophia dikonversi (conversion/pengubah-suaian) oleh Tentara Salib Keempat menjadi Kathedral Katholik Roman(Rom) di bawah Kekaisaran Latin, sebelum dikembalikan lagi menjadi Kathedral Ortodoks setelah pembangunan kembali Kekaisaran Bizantium pada tahun 1261. 


Pada tahun 1453, Konstantinopel (Constantinople) yang menjadi Ibu Kota Kekaisaran Bizantium (Byzantine) ditaklukkan oleh Kekaisaran Ottoman di bawah pimpinan Sultan Mehmed II atau dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk. Atas perintah Sultan Mehmed II, Hagia Sophia dikonversi menjadi Masjid.
 Ketika diambil alih Kekaisaran Ottoman, beberapa bagian kota Konstantinopel telah rusak. Hagia Sophia kala itu mendapat perhatian khusus yang dikelola dengan dana yang sengaja disisihkan. Bangunan tersebut sekaligus membuat kesan kuat pada penguasa Ottoman. 

Ketika dikuasai Kekaisaran Ottoman, beberapa fitur khas seperti loceng, altar, ikonostasis, dan peninggalan lainnya dihilangkan. Mosaic-mosaic yang menggambarkan Yesus, Ibunya; Perawan Suci Maria (Holy Virgin Mary), Orang-orang Kudus Kristian (Christian 
Saints), serta para Malaikat (Angels-Saints) juga dihilangkan atau diplaster. 

Sebaliknya, fitur-fitur Islamic seperti Mihrab (ceruk di dinding yang menunjukkan arah Kiblat Sholat; Ka'bah di Makkah), mimbar, dan empat menara ditambahkan. Ada juga kaligrafik bertuliskan Allah, Nabi Muhammad dan para Khalifah Muslim yang ditampilkan di bangunan tersebut.
 

<img src="FORTUNA NETWORKS.COM.jpg" alt="Sejarah Hagia Sophia, Antara Orthodox Christian Cathedral Dan Masjid">

Dari konversi awal hingga pembangunan Masjid Sultan Ahmed di dekatnya, atau digelar Masjid Biru Istanbul, pada tahun 1616, Hagia Sophia adalah Masjid utama Istanbul. Arsitektur Bizantium (Byzantine Architecture) Hagia Sophia berfungsi sebagai inspirasi bagi banyak Masjid Ottoman lainnya, termasuk Masjid Biru, Masjid Şehzade, Masjid Süleymaniye, Masjid Rüstem Pasha dan Kompleks Kılıç Ali Pasha.


Hagia Sophia tetap berstatus Masjid hingga tahun 1931, yakni ketika ditutup untuk umum selama empat tahun. Bangunan dibuka kembali pada tahun 1935 dengan statusnya sebagai muzium oleh Republik Turki yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk. Konversi Masjid sebagai muzium itu merupakan bagian dari reformasi sekuler Ataturk.


Pada tahun 2014, bangunan muzium itu menjadi situs yang paling banyak dikunjungi kedua di Turki, menarik hampir 3,3 juta pengunjung setiap tahunnya. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan dan Pelancongan Turki, Hagia Sophia adalah objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Turki pada 2015 dan 2019.


Ketika Turki dipimpin Recep Tayyip Erdogan selama belasan tahun terakhir, muncul seruan agar Muzium Hagia Sophia dikonversi kembali menjadi Masjid. Erdogan dan partinya, Parti Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar pada Islam, terus berkempen mendukung konversi itu. Kubu oposisi menilai kubu Erdogan memanfaatkan situs kuno itu sebagai alat politik untuk meraup suara dalam pilihanraya Turki yang akan datang.


Seruan konversi itu mencetus reaksi keras sejumlah kalangan, terutama dari Yunani-Cyprus dan Gereja Kristian Ortodoks Rusia yang taksetuju dengan rencana tersebut. Amerika Syarikat(USA) dan European Union (EU) juga menyuarakan kekecewaan dan keprihatinan.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) yang sejak lama memasukkan Hagia Sophia dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ikut bereaksi dengan akan meninjau -ulang statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO jika bangunan dikonversi sebagai Masjid.


Tapi, Mahkamah Turki pada hari Juma'at (10/7/2020) menorehkan/melakarkan sejarah yang mendukung pemerintah Erdogan dengan memutuskan mencabut status Hagia Sophia sebagai Muzium. Erdogan menyambutnya dengan langsung mendeklarasikan bangunan itu sebagai Masjid dan Sholat pertama Umat Islam di bangunan itu akan dimulai pada 24 July 2020 mendatang.(hsz)

Courtesy & Adaptation of articles by;https://international.sindonews.com
Photo/REUTERS Share via,
Yani Santoso
Editor ; Romy Mantovani
Admin
Founder https://FortunaNetworks.Com. An Active Blogger Writing Issues Indonesia, Malaysia and The World in General, Journalism, Traveler Author, Blogging Tutorials and Motivational Articles. Can be Addressed on Twitter @helmysyamza

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Advertiser